Senin, 14 Oct 2019
radarbanyuwangi
icon featured
Politik & Pemerintahan

Banyuwangi Terapkan Sistem Paperless Penatausahaan Keuangan

08 Oktober 2019, 09: 30: 59 WIB | editor : Ali Sodiqin

SISTEM DEGITAL : Sekda Mujiono (tengah), Direktur Pelaksanaan dan Pertanggungjawaban Keuangan Daerah Kemendagri, Bahri (kanan) dan Kepala BPKAD Samsudin (kiri) saat soft launching   penatausahaan dokumen keuangan menggunakan sistem paperless Jumat lalu.

SISTEM DEGITAL : Sekda Mujiono (tengah), Direktur Pelaksanaan dan Pertanggungjawaban Keuangan Daerah Kemendagri, Bahri (kanan) dan Kepala BPKAD Samsudin (kiri) saat soft launching penatausahaan dokumen keuangan menggunakan sistem paperless Jumat lalu. (Humas Pemkab Banyuwangi For RaBa)

Share this          

JawaPos.com – Secara bertahap Pemkab Banyuwangi, mulai meninggalkan sistem manual dan berganti ke sistem digital dalam penyelenggaraan kegiatan pelayanan. Paling baru, Pemkab Banyuwangi me-launching penatausahaan dokumen keuangan menggunakan sistem paperless atau alias non kertas, Jumat lalu (4/10).

Selama ini, penatausahaan dokumen keuangan Pemkab Banyuwangi menggunakan sistem manual menggunakan kertas. Setelah soft launching akhir pekan lalu, semua dokumen tata usaha keuangan menggunakan sistem digital paperless alias non kertas.

Sekretaris Daerah (Sekda) Mujiono mengatakan, sistem anyar ini merupakan peningkatan dari Sistem Informasi Manajemen Perencanaan, Penganggaran, dan Pelaporan (Simral) yang sudah lebih dulu diberlakukan. “Simral kami sempurnakan dengan menambahkan modul baru berupa digitisasi ini. Semuanya harus paperless, sudah bukan zamannya ke mana-mana bawa dokumen setumpuk,” ujar Mujiono kemarin (6/10).

Sistem ini berisi semua aspek penatausahaan keuangan yang dikombinasikan dengan sistem tanda tangan elektronik. Dengan demikian, beberapa dokumen tidak perlu lagi tanda tangan basah seperti yang berlaku selama ini. “ASN terkait bisa langsung memberikan tanda tangan di mana saja.  Karena sistem ini terkoneksi dengan android di smartphone masing-masing ASN," ujar Mujiono.

Saat ini, kata mantan kadis PU CKPR, tidak ada lagi alasan dokumen terhambat karena ASN-nya sedang tidak ada di tempat. Dokumen cukup disimpan di-file dan dapat diunduh waktu-waktu jika diperlukan.

Sistem paperless ini, akan diterapkan di seluruh lingkungan Pemkab Banyuwangi.  Dokumen keuangan dinas/badan yang sebelumnya menggunakan pola cetak manual, kini akan beralih menjadi serba elektronik. ”Dengan paperless, harapan kami pengelolaan keuangan akan semakin praktis. Pengajuan anggaran cukup dilakukan secara online, tidak perlu lagi membawa banyak dokumen fisik,” katanya.

(bw/ddy/ics/als/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia