Selasa, 10 Dec 2019
radarbanyuwangi
icon featured
Sports

Siapapun Bupatinya, Banyuwangi Tour de Ijen Harus Tetap Digelar

08 Oktober 2019, 06: 30: 59 WIB | editor : Ali Sodiqin

Para pembbalap International Tour de Banyuwangi Ijen berusaha menaklukkan tanjakan lereng Ijen, pada even edisi ke-8 bulan lalu.

Para pembbalap International Tour de Banyuwangi Ijen berusaha menaklukkan tanjakan lereng Ijen, pada even edisi ke-8 bulan lalu. (Ramada Kusuma/RaBa)

Share this          

JawaPos.com - Terlanjur ikonik. Mungkin itu yang ingin disampaikan Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas terkait International Tour de Banyuwangi Ijen (ITDBI). Karena itu, tahun depan, mantan anggota MPR termuda itu ingin ITDBI tetap menjadi salah satu agenda B-Fest yang diselenggarakan.

Kepada Jawa Pos Radar Banyuwangi, Anas mengatakan ada beberapa pertimbangan kenapa even balap sepeda tersebut harus tetap digelar. Selain mendapat pujian dari para Commissar dari Union Cycliste Internationale (UCI) sebagai even balap sepeda yang layak masuk sepuluh terbaik dunia, Anas menilai ITDBI adalah salah satu agenda Banyuwangi Festival yang memiliki ruh.

Karena dalam penyelenggaraannya, hampir semua komponen ikut terlibat. Termasuk wartawan, kepala desa, kepala dusun, babinsa, babinkamtibmas, hingga semua komponen pemkab. Baik ASN maupun honorer. “Kita bisa melihat jika semua masyarakat sudah terbiasa dengan even ini, termasuk anak-anak sekolah. Dan ini menjadi poin yang tidak ditemukan di negara lain,” kata Anas.

Selain itu, sinergisitas antara semua bagian juga sangat kentara dalam penyelenggaraan even. Karena itu Anas berharap, siapapun yang nantinya memimpin Banyuwangi ke depan bisa tetap menggelar even balap sepeda ini. “Harus dilanjutkan, siapapun yang memimpin. Eman kalau sampai tidak jalan. Konsepnya sudah bagus, dan ruh dari B-Fest seolah kembali di sini,” tuturnya.

Selain itu, sebelumnya Chairman ITDBI, Guntur Priambodo juga memberikan sinyal jika ITDBI tahun depan akan kembali digelar. Bahkan, balapan tahun depan kemungkinan akan bertambah etape. Sekaligus panjang rute juga kemungkinan akan diperpanjang. Alasannya, untuk memberikan perbedaan sepanjang 8 tahun jalannya TdBI. “Mungkin kita akan usulkan tahun depan ada tambahan satu etape khusus untuk ITT (Individual Time Trail). Jadi ini khusus untuk pebalap nantinya ada satu etape dilepas satu-persatu dan dihitung catatan individual pebalap,” kata Guntur.

Dia juga menambahkan, ada usulan juga untuk satu etape dilaksanakan malam hari. “Jadi ada usulan satu etape circuit race lintasan kota Banyuwangi menarik kalau dilaksanakan malam hari. Kita masih usulkan ke Pak Bupati dan Kadispora, karena pastinya akan nambah semuanya,” pungkasnya.

(bw/fre/als/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia