Senin, 14 Oct 2019
radarbanyuwangi
icon featured
Entertainment

Kuntulan Caruk Meriahkan Malam Minggu di Gesibu Blambangan

07 Oktober 2019, 17: 03: 07 WIB | editor : Ali Sodiqin

BERAKSI: Grup kuntulan tingkat SMA berlomba sekaligus menghibur warga dan wisatawan di Taman Blambangan Sabtu malam (5/10).

BERAKSI: Grup kuntulan tingkat SMA berlomba sekaligus menghibur warga dan wisatawan di Taman Blambangan Sabtu malam (5/10). (Tulus For RaBa)

Share this          

JawaPos.com – Musik membahana di kawasan Taman Blambangan Sabtu malam (5/10). Rancak. Diiringi gerak tubuh penari yang begitu energik. Membuat suasana malam di akhir pekan itu begitu meriah.

Sajian istimewa tersebut dikemas dengan tajuk “Festival Kuntulan Caruk”. Event ini menjadi salah satu cara Pemkab Banyuwangi untuk melestarikan kesenian tradisional kabupaten The Sunrise of Java ini.

Festival yang diikuti para pelajar tingkat SMA/sederajat tersebut dibuka Wakil Bupati Yusuf Widyatmoko. Ribuan penonton pun hadir dan menyaksikan langsung para pelajar itu unjuk kebolehan.

Wabup Yusuf mengatakan, kuntulan merupakan salah satu kesenian yang mendapat sentuhan nilai-nilai Islami dan tumbuh subur di Banyuwangi. Kesenian ini memadukan tarian dan musik hadrah. Sedangkan “caruk” merupakan kosa kata Oseng yang dalam bahasa Indonesia berarti bertemu. “Jadi festival kuntulan caruk adalah semacam lomba yang mempertemukan grup-grup kuntulan se-Banyuwangi dalam sebuah pentas. Kami mengangkat festival ini karena Kuntulan adalah salah satu budaya lokal yang telah membumi di Banyuwangi,” ujarnya.

Pada festival kali ini, para penari menampilkan tari Rodat sembari membawakan bait-bait pujian Islami. Kostum yang dikenakan penari terkesan santun, seperti memakai kerudung, sarung tangan, hingga memakai kaos kaki yang menutupi seluruh aurat.

Festival ini diikuti puluhan grup kuntulan tingkat SMA se-Banyuwangi. Mereka tampil menyuguhkan atraksi terbaiknya. “Gebrakan hadrahnya membuat kami serasa bersemangat. Musiknya keren, kostumnya juga oke,” kata Imam, wisatawan asal Surabaya yang turut menyaksikan atraksi tersebut.

Sementara itu, Bupati Abdullah Azwar Anas melalui sambungan facetime mengatakan, bahwa sejak tahun lalu Festival Kuntulan Caruk telah masuk dalam agenda resmi Banyuwangi Festival (B-Fest). Ini sebagai upaya untuk terus merawat dan melestarikan tradisi Banyuwangi. “Semoga ini bisa menjadi panggung bagi anak-anak muda untuk ambil bagian dalam pelestarian budaya lokal. Kami berharap agar anak-anak Banyuwangi tetap mencintai budaya daerahnya di tengah gempuran budaya asing yang kian kuat,” harapnya.

Selanjutnya, Anas juga menyampaikan bahwa B-Fest telah masuk jajaran Top 45 inovasi pelayanan publik terbaik dari Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, dari 3.156 program inovatif se-Indonesia yang masuk dalam penilaian. “Sebagai reward, kita akan diganjar Rp 10 miliar dari pemerintah pusat. Semoga ini bisa menjadi trigger bagi kita untuk terus melahirkan inovasi-inovasi hebat dengan merangkul budaya seni lokal kami,” pungkasnya.

(bw/sgt/als/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia