Senin, 14 Oct 2019
radarbanyuwangi
icon featured
Genteng

Drop sebelum Operasi, Karyawan Bank Mandiri Itu Akhirnya Meninggal

06 Oktober 2019, 05: 25: 59 WIB | editor : Ali Sodiqin

PERISTIRAHATAN TERAKHIR: Seluruh anggota keluarga Gadis Riskia mengiringi proses pemakaman di rumah duka Desa Kedungrejo, Kecamatan Muncar, kemarin (4/10). Insert: Gadis Riskia

PERISTIRAHATAN TERAKHIR: Seluruh anggota keluarga Gadis Riskia mengiringi proses pemakaman di rumah duka Desa Kedungrejo, Kecamatan Muncar, kemarin (4/10). Insert: Gadis Riskia (Bagus Rio/RaBa)

Share this          

JawaPos.com – Nyawa Gadis Riskia akhirnya tak tertolong. Setelah koma selama sepekan, karyawan Bank Mandiri Rogojampi itu mengembuskan napas terakhirnya di RSUD Blambangan pukul 04.30, kemarin (4/10).

Wanita berusia 23 tahun itu dirawat intensif akibat diserang oleh perampok yang menyatroni rumah neneknya. Aksi perampokan terjadi Jumat pagi (27/9) di rumah Suratmi, 43, Dusun Muncar, Desa Kedungrejo, Kecamatan Muncar. Gadis menderita luka cukup parah di bagian kepala. Kemarin, jenazah Gadis dimakamkan di TPU Desa Kedungrejo.

Bela sungkawa mendalam datang dari keluarga, kerabat, dan rekan-rekan korban kemarin. Mereka merasa kehilangan dengan sosok wanita yang juga kader Kopri PMII tersebut. Ucapan duka menghiasi laman Facebook korban dengan akun Gadies Riskia tersebut.
   
”Innalillahi wainnailahi rojiun. 
Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar. 
Semoga amal dan ibadahnya diterima di sisi-Nya.  
Khusnul khatimah ya, Diss. Semoga kamu tenang di alam sana dan diampuni segala dosanya,” tulis Ny Echo Sebastian dalam komentar di Facebook Gadis.

Yang lebih mengenaskan, 22 hari sebelum kejadian perampokan, korban melangsungkan pertunangan. Foto momen bahagia dengan pujaan hatinya itu diunggah juga di Facebook, tanggal 5 September pukul 23.39. ”Allah mampu mengubah situasi paling terpuruk menjadi momen terbaik dalam hidup,” begitu tulis Gadis dalam statusnya di Facebook.

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur RSUD Blambangan dr Asiyah Aswin membenarkan kalau pasien bernama Gadis meninggal dunia. ”Tim dokter sudah berusaha melakukan yang terbaik. Namun nyawa pasien tidak tertolong,” ujarnya dikonfirmasi melalui sambungan telepon tadi malam.

Asiyah mengatakan, Gadis meninggal dunia akibat cedera berat di kepala. Dikatakan, sebenarnya sejumlah tindakan medis telah dilakukan, termasuk operasi di kepala. ”Namun kondisi pasien memang berat. Kondisinya semakin menurun hingga akhirnya meninggal dunia. Jenazahnya sudah dibawa pulang pihak keluarga,” kata dia.

Kapolsek Muncar AKP Zainuri mengatakan, terjadi perampokan di rumah neneknya itu, korban mengalami luka serius akibat terkena benda tumpul di bagian kepalanya. ”Dipukul dengan kayu hingga kepalanya retak, beberapa hari terakhir kondisinya kritis,” katanya.

Korban yang mulai masuk rumah sakit pada Jumat (27/9) pagi itu, sebenarnya sempat membaik. Bahkan, sudah mulai sadarkan diri. ”Kondisi yang mulai membaik, tiba-tiba drop lagi dan akhirnya meninggal,” ungkapnya.

Sementara itu, kakak sepupu korban Nur Wahid menjelaskan, sebenarnya korban hendak menjalani operasi kedua. Tetapi, sebelum operasi itu dilakukan kondisinya tiba-tiba drop dan akhirnya meninggal. ”Untuk operasi kedua, kita sudah berikan izin pada hari Rabu (2/10) lalu,” katanya.

Operasi kedua itu, lanjut Nur Wahid, untuk membuat saluran makanan melalui tenggorokan. Sebab korban tidak bisa makan melalui mulut akibat beberapa saraf mulutnya sudah tidak berfungsi. ”Saraf di kepala korban juga tidak berfungsi dengan baik, itu akibat pukulan benda tumpul,” jelasnya.

Kamis (3/10), kondisi korban mendadak drop hingga tidak sadarkan diri. Tim dokter yang merawat akhirnya membatalkan rencana operasi kedua. Hingga akhirnya, kemarin pagi (4/10) sekitar pukul 04.30, korban meninggal.

Seperti diberitakan, aksi perampokan terjadi di rumah Gadis Riskia, 23, karyawan Bank Mandiri yang tinggal di Dusun Muncar, Desa Kedungrejo, Kecamatan Muncar, Jumat pagi (27/9). Korban yang saat kejadian sedang sendirian di rumah, menderita luka di bagian kepala akibat dipukul oleh pelaku.

Karena luka yang cukup parah, korban lantas dilarikan ke RS MMC Desa Kedungrejo, Kecamatan Muncar. Tapi karena lukanya cukup serius, akhirnya dirujuk ke RSUD Blambangan, Banyuwangi. ”Luka di kepala akibat benda tumpul,” ujar Kapolsek Muncar AKP Zaenuri.

Selama ini korban tinggal bersama neneknya Suratmi, 43. Saat perampokan yang terjadi sekitar pukul 04.30, sang nenek sedang salat Subuh di musala yang tidak jauh dari rumahnya. ”Saat pulang dari musala, nenek korban kaget melihat pintu rumah bagian depan terbuka,” katanya. (abi)

(bw/rio/sgt/aif/als/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia