Minggu, 17 Nov 2019
radarbanyuwangi
icon featured
Sports

Persewangi Segera Kumpulkan Semua Pecahan Suporter

06 Oktober 2019, 15: 25: 59 WIB | editor : Ali Sodiqin

SEMUA DEMI PERSEWANGI: Suporter Laros Jenggirat mendukung tim kesayangannya di Stadion Diponegoro. Kehadiran kelompok suporter baru hendaknya membawa efek positif bagi kejayaan Persewangi.

SEMUA DEMI PERSEWANGI: Suporter Laros Jenggirat mendukung tim kesayangannya di Stadion Diponegoro. Kehadiran kelompok suporter baru hendaknya membawa efek positif bagi kejayaan Persewangi. (Dok.RaBa)

Share this          

JawaPos.com – Ketidaksepahaman antarsesama suporter Persewangi menjadi perhatian serius bagi manajemen Persewangi. Karena itu dalam waktu dekat, sebelum laga home Persewangi melawan Persipro Probolinggo dua pekan lagi, Sekretaris Persewangi Ali Nurfatoni berencana mengumpulkan para suporter.

Tujuannya, memberikan pemahaman yang sama, sebagai suporter yang sama-sama mendukung Persewangi. ”Akan segera kita kumpulkan, selama ini memang koordinator para suporter belum pernah duduk bersama. Kita tidak ingin ada kericuhan lagi, baik di dalam maupun di luar ruangan,” ungkap Toni.

Kades Sumberarum ini menambahkan, peran suporter bagi kondusivitas tim Persewangi cukup penting. Karena itu, jika pertemuan antarsuporter dilakukan dengan cepat, dia berharap di laga home terakhir nanti para suporter sudah bisa kembali rukun untuk mendukung Persewangi. Toni tidak menampik jika saat ini ada lebih dari satu kelompok suporter yang eksis datang di setiap pertandingan Persewangi. Ada Laros Jenggirat, Squadra Lasblang, Blambangan Fans, dan Laros Banyuwangi Sejati.

Meski demikian, imbuh Toni, setidaknya para suporter ini bisa diajak bersama untuk membangun komunikasi yang lebih baik. Karena dalam dua laga home terakhir melawan Persibo Muda Bondowoso dan PSIL Lumajang para suporter Persewangi sempat ricuh. ”Efek negatifnya tentu ada untuk tim. Terakhir saat lawan PSIL, kita kena denda Rp 5 juta karena flare,” ungkapnya.

Sebelumnya, mantan Ketua Laros Jenggirat Ahmad Mustain, 63, mengatakan, kunci dari kondusivitas suporter adalah komunikasi dari manajemen klub. Menurutnya, tidak mungkin suporter-suporter baru tiba-tiba masuk dan eksis di dalam stadion jika tidak diberi ruang oleh orang Persewangi sendiri. Seharusnya menurut pria yang akrab disapa Tain itu, sebelum suporter dimasukkan ke dalam stadion, harus ada pembicaraan terlebih dahulu.

Minimal memastikan jika suporter yang hadir tidak akan saling bertikai di dalam stadion. Jika berpotensi untuk ricuh, seharusnya manajemen Persewangi tidak memberikan izin. ”Tidak masalah ada klub-klub suporter baru. Bebas mau ada dua, tiga, atau sepuluh, yang penting ada pembicaraan dulu, ada komitmen dulu. Kira-kira suporter baru bisa akur atau tidak,” tuturnya.

(bw/fre/als/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia