Senin, 14 Oct 2019
radarbanyuwangi
icon featured
Edukasi

Poliwangi Edukasi Bahaya Kebakaran di Ponpes Darussholah

05 Oktober 2019, 07: 05: 59 WIB | editor : Ali Sodiqin

SIMULASI: Tim dosen Poliwangi memberikan edukasi dan simulasi menggunakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) di Ponpes Darussholah, Kecamatan Singojuruh, Banyuwangi.

SIMULASI: Tim dosen Poliwangi memberikan edukasi dan simulasi menggunakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) di Ponpes Darussholah, Kecamatan Singojuruh, Banyuwangi. (Poliwangi For RaBa)

Share this          

JawaPos.com – Penanggulangan dan pencegahan pada bahaya kebakaran seharusnya mutlak dimiliki oleh setiap individu. Karena kejadian kebakaran khususnya bisa terjadi tanpa adanya peringatan terlebih dahulu.

Sebagai dosen perguruan tinggi memiliki tugas yang terdapat dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi. Dalam Tri Dharma tersebut selain melakukan pengajaran dan penelitian, dosen juga wajib melakukan pengabdian kepada masyarakat.

Dosen Poliwangi yang tergabung dalam satu kelompok pengabdian masyarakat beranggota Erna Suryani, Wahyu Naris Wari, dan Siska Aprilia Hardiyanti. Pada tanggal 22 September 2019 lalu, mereka melaksanakan kegiatan yang bertajuk ”Edukasi dan pelatihan simulasi tanggap darurat bencana kebakaran di pondok pesantren Darussholah Singojuruh“

Pemilihan kegiatan yang bertempat Pondok Pesantren di Singojuruh ini karena lingkungan pondok berpenghuni banyak orang. Di pondok pesantren sangat mungkin terjadi kecelakaan atau keadaan darurat, salah satunya kebakaran. Terlebih ada banyak santri dan pengurus pesantren yang berjumlah ratusan orang yang tinggal di tempat itu. Karenanya, perlu dilakukan persiapan jika terjadi keadaan darurat.

Dalam kegiatan edukasi dan simulasi tanggap darurat kebakaran ini, dilakukan edukasi berupa pembekalan materi tentang hal-hal yang menyebabkan kebakaran, material-material yang mudah terbakar, dan bagaimana penanggulangan bahaya jika terjadi kebakaran.

Setelah dilakukan edukasi mengenai kebakaran, dilaksanakan simulasi tanggap darurat. Santri sebagai peserta simulasi diminta mempraktikkan langkah penanganan jika terjadi kondisi tanggap darurat kebakaran. Dengan latihan itu, diharapkan seluruh warga pesantren bisa dengan mudah mengatasi kondisi darurat. Sehingga tidak menyebabkan kerusakan yang parah pada pondok pesantren, apalagi sampai menimbulkan korban jiwa.

Dalam simulasi ini dilakukan pelatihan penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR). Hal ini sebagai salah satu penerapan pada bidang Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) di Pondok Pesantren Darussholah Singojuruh.

(bw/rbs/als/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia