Selasa, 10 Dec 2019
radarbanyuwangi
icon featured
Genteng

Warga Temuguruh Temukan Puluhan Amunisi Sisa Perang Dunia II

02 Oktober 2019, 16: 25: 59 WIB | editor : Ali Sodiqin

DIAMANKAN: Anggota Polsek Sempu dan Koramil mengamankan puluhan amunisi yang ditemukan di Dusun Jayengan, Desa Temuguruh, Kecamatan Sempu, kemarin (30/9).

DIAMANKAN: Anggota Polsek Sempu dan Koramil mengamankan puluhan amunisi yang ditemukan di Dusun Jayengan, Desa Temuguruh, Kecamatan Sempu, kemarin (30/9). (Bagus Rio/RaBa)

Share this          

JawaPos.com – Warga Dusun Jayengan, Desa Temuguruh, Kecamatan Sempu, digegerkan dengan penemuan amunisi yang diduga sisa perang dunia II, kemarin (30/9). Untuk sementara, amunisi itu diamankan di polsek.

Amunisi yang ditemukan itu, 56 peledak atau ranjau dan satu buah peluru tajam jenis mouser. Semuanya ditemukan di petak 62 C1, masuk RPH Purwodadi, Perhutani KPH Banyuwangi Barat. “Semua amunisi itu ditemukan warga sekitar hutan, dan kini kita amankan di polsek,” ujar Kapolsek Sempu AKP Suhardi.

Menurut kapolsek, puluhan amunisi itu kalipertama ditemukan Mukid, 46, petani setempat. Saat itu, ia hendak menanam jahe di lahan Perhutani tersebut. “Saat mencangkul lahan, muncul beberapa amunisi yang diduga masih aktif,” katanya.

Dari penemuan itu, jelas dia, warga langsung melaporkan ke polsek. Dari laporan itu, anggota mendatangi lokasi dan langsung mengamankannya. “Amunisi itu diduga sisa dari perang dunia II,” cetusnya.

Amunisi yang ditemukan itu, terang dia, ada sekitar 56 buah obyek barang yang diduga ranjau darat. Barang tersebut, berbentuk batang silinder dengan panjang 10 centimeter dan diameter enam centimeter. “Kondisi barang sudah berkarat dan penuh tanah,” terangnya.

Selain itu, terang dia, ada satu peluru jenis mouser dengan kondisi sudah keropos dan patah menjadi dua bagian. Barang-barang tersebut, untuk sementara di rendam di bak berisi air dan disimpan di polsek. “Sebaiknya memang masyarakat berhati-hati, diduga di sekitar lokasi penemuan masih ada barang peninggalan perang lainnya,” terangnya.

Sementara itu, Mukid yang menemukan amunisi itu mengaku tidak sengaja  menemukan barang tersebut. Saat itu, dirinya hendak menanam jahe di lahan Perhutani dengan cara tumpangsari. “Saat saya mencangkul tanah dengan kedalaman sekitar 30 centimeter, menemukan benda aneh itu,” katanya.

Karena penasaran, jelas dia, ia terus mencangkul di beberapa tempat lainnya, dan menemukan benda aneh seperti peledak tersebut. “Sekitar 56 benda aneh itu, dan satu seperti peluru,” ungkapnya.

Karena jumlahnya cukup banyak, Mukid akhirnya ketakutan dan melaporkan pada perangkat desa setempat, dan diteruskan ke polsek. “Sekarang benda itu sudah dibawa polisi untuk diamankan,” cetusnya.

(bw/rio/als/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia