Selasa, 10 Dec 2019
radarbanyuwangi
icon featured
Events
Lomba Paduan Suara

Siswa dan Guru SMK 17 Cluring Ikuti Latihan Derigen dan MC

02 Oktober 2019, 13: 10: 59 WIB | editor : Ali Sodiqin

PRAKTEK: Para peserta latihan menjadi derigen yang dipandu dari Humas Pemkab Banyuwangi di aula SMK 17 Agustus Cluring, kemarin (30/9).

PRAKTEK: Para peserta latihan menjadi derigen yang dipandu dari Humas Pemkab Banyuwangi di aula SMK 17 Agustus Cluring, kemarin (30/9). (Gerda Sukarno/RaBa)

Share this          

JawaPos.com – Untuk persiapan lomba Teens Choir Competition 2019, Cabang Dinas Pendidikan (Cabdinspendik) Jatim Wilayah Banyuwangi bekerjasama dengan Polres Banyuwangi dan Jawa Pos Radar Banyuwangi, menggelar pelatihan derigen dan master of ceremony (MC), yang digelar di aula SMK 17 Agustus 1945 Cluring, kemarin (30/9).

Acara yang digelar sehari dan dibuka oleh kepala Cabdispendik Jatim wilayah Banyuwangi Isti Handono itu, diikuti ratusan peserta dari SMAN dan SMK se Kabupaten Banyuwangi. Hadir dalam acara itu, GM JP Radar Banyuwangi Rahman Bayu Saksono, Kabiro JP-Radar Genteng, Agus Baihaqi, Kepala Kasek SMK 17 Agustus Cluring Bibit Kuswinarno, kepala SMAN 2 Taruna Bayangkara Yaseni, kepala SMAN 1 Glenmore Abdullah, dan kepala SMAN 1 Cluring Dwianto Budhiono.

Untuk narasumber dalam acara itu, mendatangkan tim protokoler Pemkab Banyuwangi, dan Dedy Jumhardianto dari Jawa Pos Radar Banyuwangi. “Teens Choir Competition 2019 ini sebagai ajang kompetisi tingkat nasional,” ujar kepala Cabdispendik Jatim wilayah Banyuwangi Istu Handono.

Sebelum ajang Teens Choir Competition 2019 dilaksanakan, terang dia, para peserta mendapatkan pembekalan oleh ahlinya. “Materi yang disampaikan perlu disimak dengan baik, dan harus diterapkan, juga ditularkan kepada teman-teman di sekolahnya,” pintanya.

Para peserta yang terdiri sisa dan guru, terang dia, seluruhnya akan dibekali ilmu. Karena belum tentu guru lebih baik dari muridnya. Bahkan, terkadang muridnya lebih pintar dari gurunya. “Kita berkompetisi menampilkan yang terbaik dari yang terbaik,” terangnya.

Teens Choir Competition 2019, masih kata dia, sebagai ajang meningkatkan kompetisi atau ilmu yang dimiliki. Juga untuk memberi kegiatan pada siswa dan mengurangi kerusuhan. Karena dalam lomba paduan suara, tidak ada tawuran kecuali lomba sepak bola. “Pembekalan ini juga untuk mengetahui tata cara membuka acara,” terangnya.

Dalam pembekalan tersebut, para peserta dibekali pemilihan kata yang baik dan benar, juga tanda titik dan koma yang benar. Sehingga, bisa sesuai nada dan intonasi. “Jika kata-kata, tanda, dan intonasi tidak baik, maka akan menghasilkan bacaan yang tidak baik pula,” ungkapnya.

Dalam pembekalan itu, lanjut dia, para peserta akan dibekali cara tampil tidak ragu atau melawan ketakutan saat tampil di atas panggung. “Pembekalan ini sangat penting, terutama untuk menyukseskan even Teen Choir Competition 2019,” jelasnya.

(bw/rio/als/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia