Senin, 14 Oct 2019
radarbanyuwangi
icon featured
Kesehatan

RSU PKU Muhammadiyah Gelar Operasi Bibir Sumbing Gratis

01 Oktober 2019, 20: 05: 59 WIB | editor : Ali Sodiqin

DUKUNGAN PENUH: Tim CLP FKUMM Malang bersama manajemen RSU PKU Muhammadiyah Rogojampi.

DUKUNGAN PENUH: Tim CLP FKUMM Malang bersama manajemen RSU PKU Muhammadiyah Rogojampi. (RSU PKU ROGOJAMPI FOR RABA)

Share this          

JawaPos.com – Rumah Sakit Umum (RSU) PKU Muhammadiyah Rogojampi melaksanakan operasi gratis bagi 10 orang pasien dengan gangguan bibir sumbing. Kegiatan yang digelar pada Sabtu (28/9) ini hasil kerja sama dengan SmileTrain, sebuah organisasi nirlaba terbesar di dunia yang khusus berkonsentrasi pada kejadian sumbing bibir dan langit-langit.

Selain dengan SmileTrain, kegiatan ini juga didukung oleh tim CLP FK Universitas Muhammadiyah Malang, PT ASDP Feri Indonesia dan dukungan para donatur lainnya. Sehari sebelumnya telah dilaksanakan pemeriksaan awal untuk persiapan operasi.

Direktur RSU PKU Muhammadiyah Rogojampi dr. Handri Irawan MMRS mengatakan, operasi ini dilaksanakan oleh Tim CLP FK UMM Malang yang beranggotakan Dr Radias Dwi Padmani Sp.BP, Dr Ruby Riana A Sp.BP, Dr Fajar Yuli Widodo Sp.AN, dan didukung 10 tenaga paramedic dari CLP dan Tim RSU PKU.

Dikatakan, operasi pada kelainan ini tergolong sangat mahal, sehingga kebanyakan masyarakat kurang mampu yang mengalami kelainan ini tidak sanggup untuk melakukan operasi. Maka kegiatan sosial operasi sumbing bibir dan lelangit sangat membantu masyarakat. “Sesuai dengan visi dan misi Persyarikatan Muhammadiyah, kami memberi dukungan dan fasilitas semaksimal mungkin untuk kegiatan sosial semacam ini,” kata dokter yang juga fans berat Bang Haji Rhoma Irama ini.

Setelah operasi ini, seluruh pasien akan dilakukan kontrol seminggu dan dapat dilakukan di rumah sakit milik Pimpinan Cabang Muhammadiyah Rogojampi. “Semua dilakukan oleh tim CLP dan tim medis di RSU PKU Muhammadiyah Rogojampi,” tambah Yustia Vardana, Humas dan Marketing RSU PKU Muhammadiyah Rogojampi.

Sementara itu, dokter Ruby mengatakan kegiatan ini sudah rutin dilakukan timnya diberbagai kota. Operasi dapat dilakukan saat usia 1,5 hingga 3 bulan dengan berat badan minimal 5 kilogram untuk penderita sumbing bibir dan 10 kilogram untuk kelainan sumbing langit-langit. “Seluruh peserta harus dalam keadaan sehat untuk kelancaran proses tindakan,” kata Ruby.

(bw/*/als/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia