Selasa, 10 Dec 2019
radarbanyuwangi
icon featured
Sembako

Stabilkan Harga, Sebar 15 Ton Beras di Lima Pasar Banyuwangi

29 September 2019, 10: 30: 59 WIB | editor : Ali Sodiqin

PENUH: Gudang beras milik bulog di Desa Ketapang, Banyuwangi. Mengantisipasi lonjakan harga pascapanen, sebanyak 15 ton beras disebar di sejumlah pasar.

PENUH: Gudang beras milik bulog di Desa Ketapang, Banyuwangi. Mengantisipasi lonjakan harga pascapanen, sebanyak 15 ton beras disebar di sejumlah pasar. (DOK.RaBa)

Share this          

JawaPos.com –Musim panen padi di seluruh kecamatan di Banyuwangi telah usai bulan ini. Untuk mengantisipasi lonjakan harga beras di lapangan, Pemkab Banyuwangi dan Bulog Sub Divre Banyuwangi menyebar beras 15 ton beras di 5 titik pasar yang ada di Kota Gandrung.

Kepala Bulog Cabang Banyuwangi Saidi mengatakan, penyebaran ini dilakukan untuk mengantisipasi naiknya harga beras. Beras-beras medium itu, kata Saidi, disebar dalam operasi pasar di 5 titik di Banyuwangi. Yaitu Banyuwangi kota, Gambiran, Genteng, dan Rogojampi. Di setiap titik tersebut diberi jatah 15 ton setiap hari. Pelaksanaan operasi pasar dilakukan hingga 31 Desember mendatang. ”Di tengah masyarakat, beras medium masih menjadi yang paling diburu, HET-nya Rp 9.450. Tapi di Banyuwangi masih cukup stabil. Bahkan harga di bawahnya masih banyak kita temukan,” kata Saidi

Untuk stok beras medium di kabupaten paling ujung Timur Pulau Jawa ini mencukupi. Bahkan beras medium hasil serap gabah (sergap) dikirim luar pulau seperti Papua, Kalimantan Timur, dan Nusa Tenggara Timur. ”Kami lakukan serentak di Banyuwangi. Beberapa titik nantinya akan kita berikan stok beras medium yang tersebar di penjuru Banyuwangi. Untuk saat ini dua lokasi dulu. Banyuwangi dan Rogojampi. Karena saat ini masih ada kegiatan ITdBI. Selanjutnya akan kita sebar lagi ke tiga titik tambahan,” tambahnya.

Saidi menambahkan, Ketersediaan Pasokan dan Stabilisasi Harga (KPSH) ini dilakukan sebagai upaya antisipasi naiknya harga beras pasca musim panen. Disaat panen mulai menurun, diprediksi harga beras akan meningkat. ”Ketersediaan beras medium ini untuk pencatatan BPS juga. Ini sebagai upaya kami untuk stabilisasi harga musim panen habis dan diperkirakn melonjak harga beras,” tambahnya.

Untuk stok beras medium di Banyuwangi sendiri, kata Saidi, saat ini Banyuwangi memiliki stok beras mencapai 45 ribu ton. Bahkan kelebihan stok beras ini dikirim ke beberapa pulau di luar Jawa. Yakni, Papua, Kalimantan Timur, dan Nusa Tenggara Timur (NTT).”Stok yang ada baik Sergap dengan TNI 6 ribu ton beras. Sementara stok kami 45 ribu ton beras itu juga kita kirim ke Papua, Kalimantan Timur, dan Nusa Tenggara Timur NTT sebanyak 8 ribu ton untuk tahun 2019,” pungkasnya.

Terpisah, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas berterima kasih kepada Bulog yang mengantisipasi sejak dini kenaikan harga beras dengan program baru Ketersediaan Pasokan dan Stabilisasi Harga (KPSH). Tentunya, program ini diharapkan bisa menekan inflasi yang ada di daerah. ”Ini terobosan baru yang diluncurkan Bulog untuk manegantisipasi naiknya harga beras saat panen telah usai. Kami harap masyarakat bisa memanfaatkan dengan baik,” ujarnya.

(bw/fre/als/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia