Minggu, 17 Nov 2019
radarbanyuwangi
icon featured
Sports
Banyuwangi Tour de Ijen

Dramatis! Abdurrohman Kalah Jelang Finis

Pembalap Jepang Menangi Stage Tiga

28 September 2019, 13: 52: 32 WIB | editor : Ali Sodiqin

RUTE KOTA-KOTA: Iring-iringan pembalap melintas di simpang lima. Mereka harus melahap rute sepanjang 109,2 km dengan 12 lap jalanan kota Banyuwangi, kemarin.

RUTE KOTA-KOTA: Iring-iringan pembalap melintas di simpang lima. Mereka harus melahap rute sepanjang 109,2 km dengan 12 lap jalanan kota Banyuwangi, kemarin. (Ramada Kusuma/RaBa)

Share this          

JawaPos.com – Pembalap KFC Muhammad Abdurrohman harus rela finis di posisi belakang saat balapan stage tiga di ajang International Tour de Banyuwangi Ijen (ITdBI) 2019, kemarin. Abdurrohman kalah dramatis dari pembalap Kakeru Omae dari Aisan Racing Team dan Blake Quick dari St George Continental serta Mohammad Ganjkhanlou yang finis bersamaan.

Dalam hitungan detik, peloton yang membawa puluhan pembalap langsung melibas Abdurrohman sekaligus menghapus harapannya untuk menyentuh garis finis di depan kantor Pemkab Banyuwangi, kemarin (27/9). Padahal, di tiga lap terakhir, Abdurrohman berhasil melepaskan diri dari peloton besar dan memangkas jarak nyaris lebih dari 30 detik.

Ratusan penonton yang memadati garis finis seolah tak percaya melihat hasil tersebut. Di finis, justru nama Kakeru Omae dari Aisan Racing Team yang tercepat dengan catatan waktu 2 jam 36 menit 53 detik. ”Saya senang akhirnya bisa menjuarai etape tiga. Gelar ini yang pertama kali saya dapat saat menjadi pembalap profesional,” ujar Kakeru Omae.

Kakeru sebenarnya bukan pembalap unggulan. Selain statusnya sebagai anak baru di Aisan, ini merupakan kali pertamanya ikut ITdBI. Selain itu, Kakeru lebih banyak berada di rombongan besar sepanjang etape ketiga. Rider 22 tahun itu baru melancarkan aksinya pada 200 meter menjelang finis. Bersama puluhan pembalap lainnya, ia beradu sprint menuju garis akhir.

Pembalap senior Aisan, Damien Monier,  yang justru membuka ruang bagi Kakeru untuk melaju terdepan.”Sebenarnya Jason Christie yang seharusnya melarikan diri dari rombongan. Akan tetapi, dia gagal escape dari peleton. Saya berterima kasih kepada rekan-rekan setim atas dukungannya,” imbuh Kakeru.

Kakeru tercatat sebagai mahasiswa Fakultas Kedokteran di Keio University, Jepang. Dia sengaja mengambil cuti belajar selama satu tahun untuk mengikuti berbagai kompetisi balap sepeda. ”Harapannya agar saya bisa merasakan apa yang dialami para pebalap. Saya juga ingin merasakan aura persaingan dalam perlombaan. Ini akan memperkaya wawasan saya karena saya tertarik menjadi dokter olahraga,” ujar Kakeru.

Sementara itu, etape ketiga yang berlangsung kemarin menempuh jarak terpendek, yakni 109,3 kilometer. Para pembalap mengelilingi jantung kota Banyuwangi hingga 12 kali putaran. Start dan finis di depan kantor Pemkab Banyuwangi.

Meski pendek, race yang disajikan untuk memanjakan masyarakat tengah kota ini sangat menarik. Banyak strategi di dunia balap sepeda yang mungkin jarang dilihat masyarakat awam. Dalam balapan tersebut, terbukti mereka yang sempat unggul dalam beberapa kesempatan tak mendapat jaminan bisa finis di posisi pertama.

Dari putaran pertama hingga ketujuh, Ismael Junior dari Go For Gold Filipina, Mohd Shahrul Mat Amin dari Terengganu, dan Muhamad Ameer dari Timnas Malaysia melepaskan diri dari peloton besar dengan selisih waktu yang cukup jauh, yaitu 2 menit 36 detik. Tapi di tiga lap terakhir mereka masuk ke dalam peloton dan justru membiarkan Muhammad Abdurrohman melesat sendirian di depan.

Chairman ITdBI Guntur Priambodo mengatakan, setiap tim memiliki strategi tersendiri di dunia balap sepeda. Dia melihat tiga pembalap yang melakukan sprint di awal hanya mencari point sprint. Namun, jelang finis, mereka justru mundur dan membiarkan Abdurrohman melaju sendiri hingga kehabisan energi. Baru sekitar 150 meter jelang finis, tiba-tiba rombongan besar langsung menelan Abdurrohman yang bahkan tidak masuk di sepuluh besar peringkat pembalap tercepat di etape ketiga.

”Meskipun Kakeru menang, tapi belum bisa mengambil green jersey dari pembalap Mongolia. Poinnya masih jauh. Kita lihat memang banyak sprinter yang berupaya mencari poin di sini,” kata Guntur.

Hasil etape ketiga tidak mengubah susunan pembalap di general classification. Jesse Ewart (Team Sapura Cycling) masih mempertahankan yellow jersey. Green Jersey juga masih dipertahankan Batmunkh Maral-Erdene. Sementara Selamat Juangga (KFC Cycling Team) masih berhak mengenakan red white jersey

Pada etape ketiga kemarin, ada 86 pembalap yang turun beradu di race. Hari ini jumlah pembalap yang turun di stage tiga kemungkinan berkurang. Dari daftar hadir, ada sepuluh orang yang absen, dari total 95 kolom.

GELAR KALI PERTAMA: Juara etape tiga Kakeru Omae naik podium bersama Blake Quick dan Mohammad Ganjkhanlou. Kapolres AKBP Taufik HZ dan Wabup Yusuf Widyatmoko turut mendampingi mereka.

GELAR KALI PERTAMA: Juara etape tiga Kakeru Omae naik podium bersama Blake Quick dan Mohammad Ganjkhanlou. Kapolres AKBP Taufik HZ dan Wabup Yusuf Widyatmoko turut mendampingi mereka. (Ramada Kusuma/RaBa)

(bw/fre/als/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia