Minggu, 17 Nov 2019
radarbanyuwangi
icon featured
Genteng

Panen Melimpah, Harga Semangka Masih Belum Menentu

28 September 2019, 13: 30: 59 WIB | editor : Ali Sodiqin

MELIMPAH: Petani di Desa Kebaman, Kecamatan Srono, memanen buah semangka, Kamis (26/9).

MELIMPAH: Petani di Desa Kebaman, Kecamatan Srono, memanen buah semangka, Kamis (26/9). (Bagus Rio/RaBa)

Share this          

JawaPos.com – Salah satu buah yang banyak dihasilkan di Kabupaten Banyuwangi, terutama di daerah Banyuwangi Selatan, itu adalah semangka. Buah dengan kandungan air cukup tinggi itu kini harganya tidak menentu.

Salah satu pedagang buah semangka, Imam Sayroni, 23, asal Desa Kebaman, Kecamatan Srono, mengatakan harga buah semangka itu sebenarnya masih aman dibanding buah lain seperti buah naga dan jeruk. “Cuma harganya naik turun, tapi tidak banyak,” katanya pada Jawa Pos Radar Genteng, Kamis (26/9).

Harga buah semangka, terang dia, sekarang ini Rp 2.500 per kilogram, itu harga dari tengkulak ke pedagang. Kalau dari pedagang ke konsumen Rp 3.000 per kilogram. “Naik dan turunnya itu sekitar Rp 500 per kilogramnya,” ujarnya.

Selama sebulan terakhir, jelas dia, kenaikan harga paling tinggi dan turun hanya sekitar Rp 1.000 per kilogramnya. “Harga buah semangka naik dan turun itu hampir setiap seminggu sekali,” ungkapnya.

Pedagang semangka lainnya, Masduki, 54, asal Kecamatan Srono mengungkapkan naik dan turunnya harga semangka itu dipengaruhi banyak dan tidaknya stok. “Kalau petani panen bersamaan, harga buah semangka bisa murah,” katanya.

Selain itu, terang dia, kenaikan harga buah semangka juga dipicu tingginya permintaan konsumen. “Harga buah semangka itu biasanya mahal pada musim kemarau seperti saat ini ini,” cetusnya pada Jawa Pos Radar Genteng.

(bw/rio/als/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia