Minggu, 17 Nov 2019
radarbanyuwangi
icon featured
Sports
Banyuwangi Tour de Ijen

Suhu Alas Purwo Panas, Banyak Pembalap Kehabisan Energi

27 September 2019, 17: 04: 53 WIB | editor : Ali Sodiqin

SUSURI HUTAN JATI: Iring-iringan pembalap melintasi hutan jati Desa Kalipait, Kecamatan Tegaldlimo. Etape dua kemarin mengambil start dari Alas Purwo dengan jarak tempuh 148,2 kilometer.

SUSURI HUTAN JATI: Iring-iringan pembalap melintasi hutan jati Desa Kalipait, Kecamatan Tegaldlimo. Etape dua kemarin mengambil start dari Alas Purwo dengan jarak tempuh 148,2 kilometer. (Tri Karyono For RaBa)

Share this          

JawaPos.com – Tangis haru Aiman Cahyadi pecah usai melewati garis finis International Tour de Banyuwangi Ijen (ITdBI) di depan kantor Pemkab Banyuwangi, siang kemarin (27/9).

Pembalap dari PGN Road Cycling Team itu seolah tak percaya bisa menjadi yang tercepat dari seluruh pembalap yang melahap rute sepanjang 148,2 kilometer.

”Alhamdulillah saya berhasil memenangkan stage kedua. Tanpa perjuangan tim, semuanya tidak akan terjadi,” kata Aiman dengan mata berkaca-kaca. Rider berusia 25 tahun itu mengaku, kemenangan etape dua itu dia persembahkan untuk mendiang M. Taufik, pembalap Banyuwangi Road Cycling Community (BRCC) yang meninggal saat latihan pada 5 September 2019 lalu.

”Saya sudah bernazar. Jika memenangkan stage di Banyuwangi, hadiahnya saya persembahkan untuk Mas Taufik. Alhamdulillah dengan niat baik, Tuhan melancarkan segalanya,” ucap pembalap yang pernah memperkuat BRCC itu. Kemenangan ini menjadi yang pertama diraihnya selama mengikuti ITdBI.

Pencapaian Aiman di stage kedua ITdBI 2019 memang tak mudah. Apalagi etape terpanjang di ITdBI tahun ini memiliki jarak yang cukup panjang, yaitu 148,2 kilometer. Etape ini mengambil start di Pantai Pancur di kawasan Taman Nasional Alas Purwo dan finis di depan kantor Pemkab Banyuwangi.

Aiman mengungguli Ismael Jr. Grospe dari Team Go for Gold dan Cristian Raileanu asal Team Sapura Cycling yang terus memepetnya dengan catatan waktu 3 jam 34 menit 4 detik.

Sementara pemilik yellow jersey di etape sebelumnya, Maral-Erdene Batmunkh, hanya finis di posisi ke-16. ”Tadi memang kita dorong Aiman untuk menjadi leader dan tim lainya bisa menyesuaikan. Kalau untuk besok (hari ini), kita coba dorong Jamalidin Novardianto, karena dia basic-nya sprinter,” kata pelatih tim PGN Wawan Setyobudi.

Untuk menjaga kans timnya tetap berada di peringkat yang bagus, di etape ketiga nanti Wawan mengupayakan anak asuhnya untuk bisa tetap bermain tim. Bahkan jika memungkinkan, jangan sampai ada pembalap yang tercecer dari peleton. ”Besok (hari ini) semua tim punya kesempatan yang sama. Kita punya tiga sprinter. Semuanya akan kita coba maksimalkan,” imbuhnya.

Dalam etape dua kemarin, para pembalap disuguhi suasana kawasan hutan lindung yang teduh dan nyaman. Sesekali tampak binatang hutan seperti merak dan kera yang berjalan perlahan di tepi jalan. ”Kami ingin pembalap merasakan sensasi kesegaran Hutan Alas Purwo yang hijau dan berlimpah oksigen. Tentu akan memberikan pengalaman istimewa bagi para pebalap,” kata Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas.

Kompetisi pembalap dimulai dari rombongan besar sampai 20 kilometer dari titik start. Komposisi riders berubah menjelang sprint pertama di Purwoharjo atau kilometer ke-32. Empat pembalap melakukan breakaway. Mereka meninggalkan rombongan besar dengan gap kurang lebih tiga menit.

Keempat pembalap itu adalah Jason Christie (Aisan Racing Team), Sofian Nabil Omar Mohd. Bakri (Tim Nasional Malaysia), Amir Kolahdozhagh (Taiyuan Miogee Cycling Team), dan Corbin Strong (George Continental Cycling Team). Mereka memimpin hingga 40 kilometer menjelang garis finis.

Para pembalap itu berhasil ditangkap oleh peleton menjelang tanjakan King of Mountain (KOM) di Pakel. Para pembalap dengan tipikal climber pun unjuk gigi. Aiman Cahyadi (PGN), Ismael Jr. Grospe (Go for Gold), Benjamin Prades (Team Ukyo), dan Salvador Guardiola (Kinan Cycling Team) mendominasi balapan hingga garis akhir.

Hasil etape kedua mengubah susunan pembalap di general classification. Jesse Ewart (Team Sapura Cycling) melesat ke posisi pertama dan mengenakan yellow jersey. ”Balapan yang sangat sulit. Tantangannya berat tapi senang karena pemandangannya indah. Sejujurnya saya tidak membuat taktik khusus karena tur ini tergolong berat. Kalau pembalap tidak sangat kuat, tidak mungkin hadir di sini,” kata Jesse.  

Pemenang etape pertama Batmunkh Maral-Erdene asal Tim Terengganu melorot ke peringkat kelima. Namun, Batmunkh masih berhak mengenakan green jersey mengingat catatan waktunya yang masih cukup bagus. ”Hari ini kita kehilangan yellow jersey, tapi besok kita upayakan merebutnya lagi,” kata Manajer Terengganu Mohd. Saiful Anuar.

Meski finis di posisi ke-25, Selamat Juangga (KFC Cycling Team) masih berhak mengenakan red white jersey. ”Saya kecewa dengan hasil ini. Saya sempat pecah ban pada 500 meter menjelang KOM. Meski demikian, saya bersyukur karena bisa mempertahankan red jersey,” ujar pembalap  berusia 27 tahun itu.

Chairman ITdBI Guntur Priambodo menilai, ada banyak pembalap yang sudah kehabisan energi setelah mengayuh lebih dari 125 kilometer di jalanan dengan suhu yang cukup panas. Begitu tiba di KOM, rata-rata mereka sudah kehabisan napas. ”Setelah KOM masih ada turunan dan rolling. Aiman beruntung tipikal all-rounder yang bisa berjuang sampai titik KOM. Di sana dia bisa melewati barisan pembalap lainya,” tutur Guntur.

Pantauan Jawa Pos Radar Banyuwangi kemarin, sempat ada insiden senggolan antardua pembalap Hagh Amir Kolah Douz dari Taiyuan Miogee Cycling dengan Corbin Strong dari St George Continental. Insiden ini sempat membuat salah satu pembalap terjatuh. Akibat kejadian itu, Corbin tampak berulang kali melakukan protes atas kejadian yang menimpanya.

Beberapa juri ITdBI tampak mendatangi kamp keduanya setelah balapan usai. Mereka meminta klarifikasi kepada dua pembalap atas insiden tersebut. ”Sedang diinvestigasi. Sebenarnya crash antarpembalap ini sudah biasa, cuma kita lihat dulu masalahnya. Jika ada kesengajaan kita akan beri penalti,” ujar Race Director ITdBI 2019 Jamaluddin Mahmood.

NAIK PODIUM: Para pemenang etape dua berfoto dengan Bupati Anas, Wabup Yusuf Widyatmoko, Sekkab Mujiono, Chairman Guntur Priambodo, dan Direktur JP-RaBa Samsudin Adlawi.

NAIK PODIUM: Para pemenang etape dua berfoto dengan Bupati Anas, Wabup Yusuf Widyatmoko, Sekkab Mujiono, Chairman Guntur Priambodo, dan Direktur JP-RaBa Samsudin Adlawi. (Tri Karyono For RaBa)

(bw/fre/aif/als/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia