Minggu, 17 Nov 2019
radarbanyuwangi
icon featured
Sports
Banyuwangi Tour de Ijen

Stage Pertama Jadi Ajang Pertarungan Benjamin Dyball dan Thomas Lebas

25 September 2019, 16: 04: 53 WIB | editor : Ali Sodiqin

SIAP BERSAING HARI INI: Bupati Anas bersama pembalap Sepahan Cycling Team dari Iran dalam sesi perkenalan di panggung ITdBI depan kantor Pemkab Banyuwangi, tadi malam.

SIAP BERSAING HARI INI: Bupati Anas bersama pembalap Sepahan Cycling Team dari Iran dalam sesi perkenalan di panggung ITdBI depan kantor Pemkab Banyuwangi, tadi malam. (Ramada Kusuma/RaBa)

Share this          

JawaPos.com – Pagi ini event balap sepeda International Tour de Banyuwangi Ijen (ITdBI) mulai digeber. Untuk stage 1, start di RTH Maron, Genteng dan finis di depan kantor Pemkab Banyuwangi.

Sebanyak 95 pembalap dari 19 tim siap menaklukkan rute sepanjang 133,2 km. Pembalap bakal disuguhi tanjakan-tanjakan terjal dan trap. Pemandangan indah di sepanjang rute bakal menjadi hiburan tersendiri bagi para pembalap.

Elevasi jalur tertinggi di etape pertama bakal  dirasakan pembalap saat melewati Sragi selepas dari Kantor Desa Sumberbulu dengan tinggi tanjakan 425 meter. ”Meskipun ada pembalap yang menang di etape pertama hingga ketiga, belum tentu menjadi juara. Sebab, tantangan sebenarnya akan ada di etape terakhir. Para raja tanjakan biasanya lebih dominan,” kata Chairman ITdBI Guntur Priambodo.

Sejak digelar pada 2012 lalu, hanya Peter Pouly yang memiliki dua gelar juara di ITdBI. Yakni tahun 2014 dan 2015. Pouly sebenarnya menjuarai ITdBI 2016. Akan tetapi, gelarnya dicopot karena ia terbukti melanggar regulasi tentang bobot minimal sepeda. Mahkota ITdBI 2016 kemudian diberikan kepada Jai Crawford.

Pada tahun ini, tim-tim terbaik di Asia dan Eropa kembali datang ke Banyuwangi untuk mengikuti ITdBI 2019. Sang juara bertahan, Benjamin Dyball, hadir dengan bendera baru, yakni Team Sapura Cycling. Pembalap asal Australia ini datang ke Banyuwangi dengan sederet prestasi mengesankan. Ia juga merupakan juara Le Tour de Langkawi 2019. Dyball juga menempati posisi ketiga di Tour of Qinghai Lake, Juli lalu.

Sementara itu, pembalap yang bergabung di Kinan Cycling Team, Thomas Lebas, juga layak diperhitungkan. Rider asal Spanyol ini adalah juara Tour de Indonesia 2019. Selain itu, Lebas juga berhasil menempati posisi ketiga di The Princess Maha Chakri Sirindhorn’s Cup, April lalu.

Tim asal Iran, Foolad Mobarakeh Sepahan datang dengan amunisi baru, Mohammad Ganjkhanlou. Ganjkhanlou masih berusia 22 tahun. Ia menempati posisi kedua di klasemen akhir Tour de Siak 2019. Ganjkhanlou juga tercatat sebagai juara Asian Cycling Championships U23-Road Race di Iran dan Uzbekistan.

”Persaingan tahun ini amat menarik. Ada pembalap yang sudah berpengalaman di Ijen seperti Dyball atau Lebas. Ada muka baru seperti Ganjkhanlou dari Iran. Seperti yang umum di masyarakat, pembalap Iran sangat tangguh di tanjakan. Jadi, balapan tahun ini benar-benar unpredictable,” sebut Guntur.

Pembalap asal tim PGN Jamalidin Novardianto menilai balapan di hari pertama akan dimanfaatkan banyak sprinter dan tim untuk menata posisi. Apalagi elevasi di etape pertama belum bisa dibilang terlalu menantang seperti di etape ketiga nanti. Di race pertama, para pembalap diprediksi akan banyak mencari prestasi individu sehingga persaingan tim belum terlalu terlihat.

Pria yang memperkuat Timnas Balap Sepeda Indonesia itu memprediksi kompetisi di dalam pertandingan akan mengalami banyak perubahan. Terutama karena tim Kinan dan KFC yang selama ini cukup kompetitif terlambat datang. ”Kalau mereka jadi turun, berarti mereka sudah kehilangan waktu dua hari untuk berlatih, pasti sangat lelah sekali. Apalagi Kinan selama ini mengandalkan para climber,” jelas pria asal Malang itu.

Pembalap asal Tim Sapura, Benjamin Dyball, tampak terus memaksimalkan waktunya dengan menjajal rute yang akan dipertandingkan nanti. Terlambatnya beberapa tim datang ke ITdBI seolah menjadi kesempatan untuk juara Tour de Indonesia itu untuk bisa tampil lebih prima.

Sementara itu, tadi malam seluruh pembalap mengikuti gala dinner di halaman kantor Pemkab Banyuwangi. Mengenakan jersey timnya, mereka  menuntun sepedanya ke atas panggung ITdBI. Satu per satu pembalap dikenalkan kepada publik. Bupati Abdullah Azwar Anas bersama pejabat pemkab ikut menyambut kedatangan para pembalap tersebut.

(bw/fre/aif/als/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia