Selasa, 29 Sep 2020
radarbanyuwangi
Home > Sports
icon featured
Sports

Pengesahan 495 Warga PSHT Tingkat 1 Digelar Dua Hari

24 September 2019, 06: 25: 59 WIB | editor : Ali Sodiqin

BUKA ACARA: Pengurus KONI Banyuwangi dan Pengurus PSHT membuka acara pengesahan warga tingkat 1 di Padepokan PSHT Cluring Sabtu (21/9) malam

BUKA ACARA: Pengurus KONI Banyuwangi dan Pengurus PSHT membuka acara pengesahan warga tingkat 1 di Padepokan PSHT Cluring Sabtu (21/9) malam (Fredy Rizki/RaBa)

Share this          

JawaPos.com - Dusun Tembelang, Desa Cluring, Kecamatan Cluring selama dua malam terakhir mendadak ramai. Padepokan Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Cabang Banyuwangi menggelar pengesahan warga tingkat 1 Sejak Jumat (20/9) malam, hingga Minggu (22/9) dini hari.

Ratusan anggota baru dari perguruan silat PSHT  melakukan prosesi pengesahan di dalam area padepokan. Acara dimulai dari tasyakuran bersama yang dihadiri senior PSHT di wilayah Banyuwangi, Jember hingga Madiun.

Pada malam terkahir, Ketua Umum KONI Banyuwangi, Mukayin yang juga bagian dari warga PSHT turut hadir menyambangi para warga baru perguruan pencak silat tersebut.Pada acara pembukaan, tampak tumpukan besek bambu bersisi seekor ayam utuh yang sudah dimasak dan satu sisir pisang.

Tak hanya itu, ada secarik kain kafan yang ikut mendampingi setiap besek yang ditata. Besek itu merupakan sajian yang dibawa langsung para calon warga istilah bagi anggota PSHT yang akan mengikuti kegiatan pengesahan

Ketua Cabang PSHT Banyuwangi, Sudarko saat membuka prosesi berharap warga baru yang akan disahkan bisa lebih dalam memahami tujuan mereka untuk menjadi bagian dari PSHT. Selama ini kerap kali ada anggota baru yang lupa jika PSHT sangat mengedepankan budi luhur dalam kehidupanya.

Dengan tujuan bisa memberikan manfaat bagi kehidupan warga dan masyarakat yang ada di sekitar. Namun justru ada banyak yang tidak bisa mengontrol diri sehingga menimbulkan masalah di tengah masayrakat.“Jangan lagi mengedepankan kerusuhan, jangan hidup semaunya sendiri, warga harus bisa mengendalikan nafsu,”ujarnya.

Ketua KONI, Mukayin menambahkan PSHT selama ini menjadi lumbung bagi atlet-atlet pencak silat di Banyuwangi. Karena itu  berharap ke depan, dengan terus bertambahnya pesilat PSHT, bisa terus memaksimalkan potensi para atlet silat agar bisa terus berprestasi.

Mukayin juga mengingatkan agar para warga yang baru  sejak awal harus sudah memperkuat niatnya ketika akan menjadi bagian dari keluarga besar PSHT. Jika sejak awal niat baik untuk berlatih sudah ditanamkan, dia yakin ke depan akan ada hasil baik yang dituai. “Selama 36 tahun sejak saya awal berlatih di PSHT, saya malah tidak pernah bertarung sama sekali. Saya berpegang kepada prinsip PSHT, menang tanpo ngasorake (menang tanpa merendahkan),”ucap pria asal Madiun itu.

Sementara itu, Humas PSHT Banyuwangi, Ali Nurfatoni menambahkan, baru tahun ini proses pengesahan warga digelar dua hari. Biasanya proses pengesahan warga dilakukan dalam satu hari sejak malam hingga pagi hari.

Hal tersebut, tak lepas dari peristiwa yang sempat melibatkan perguruanya beberapa waktu lalu. Disamping, memang jumlah warga yang disahkan kali ini lebih besar dari tahun-tahun sebelumnya.

Jumlah warga terus bertambah. Karena itu pengesahan kali ini sengaja dibuat dua hari untuk memecahkan konsentrasi. "Disamping itu memang tempatnya tidak memadai jika semuanya hadir. Seharusnya ada 517 warga yang disahkan, tapi hanya ada 495. Yang lain ada yang sedang berhalangan (menstruasi) ada juga yang usianya kita lihat belum mencukupi,”tandasnya.

(bw/fre/ics/als/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia