Selasa, 10 Dec 2019
radarbanyuwangi
icon featured
Sports

Baru Datang, Pembalap Tour de Ijen Langsung Jajal Tanjakan Licin

22 September 2019, 20: 10: 59 WIB | editor : Ali Sodiqin

MENANJAK: Pembalap tim Sapura Malaysia melintas di Jalan Desa Olehsari, Kecamatan Glagah, Banyuwangi, kemarin (21/9).

MENANJAK: Pembalap tim Sapura Malaysia melintas di Jalan Desa Olehsari, Kecamatan Glagah, Banyuwangi, kemarin (21/9). (Ramada Kusuma/RaBa)

Share this          

JawaPos.com – Begitu tiba di Bumi Blambangan, tim-tim peserta International Tour de Banyuwangi Ijen (ITdBI) langsung tancap gas. Bukannya sejenak berleha-leha atau melakukan recovery, mereka justru memanfaatkan waktu jeda jelang lomba kategori 2.2 UCI tersebut untuk berlatih. Bahkan, beberapa tim sudah menjajal rute-rute tanjakan di lereng Gunung Ijen, sekitar Kecamatan Glagah dan Kecamatan Licin, Sabtu (21/9).

Pantauan wartawan Jawa Pos Radar Banyuwangi kemarin, tim Sapura dari Malaysia sudah menjajaki rute lereng Gunung Ijen. Mereka sudah lepas dari hotel tempatnya menginap di Kelurahan Klatak, Kecamatan Kalipuro, sejak pagi.

Tim Sapura yang berlatih pagi itu terdiri dari empat pembalap. Memang belum lengkap. Masih ada satu atau dua pembalap tim tersebut yang belum hadir. Meskipun liaison officer (LO) resmi dari panitia dijadwalkan akan mendampingi seluruh tim sejak 23 September nanti, mereka tetap melakukan latihan sendiri. Yang mendampingi pun langsung manager tim tersebut, Balak Mahazir.

Balak tampak terus mengawal pembalap anak asuhnya  dengan serius. Dengan menunggang motor matic sewaan, dia menguntit dari belakang sambil memberikan masukan. Dari kawasan utara Banyuwangi, mereka langsung mengambil rute ke arah barat. Melintasi jalur utama Kecamatan Glagah dan terus menanjak ke Kecamatan Licin di lereng Gunung Ijen.

Sementara itu, tim St George dari Australia yang datang sehari sebelumnya juga tak mau kalah. Mereka langsung berlatih menjajal rute ITdBI 2019. Pagi itu, mereka langsung melaju ke arah selatan Banyuwangi. Beberapa rute balapan tahun ini memang akan meng-explore kawasan Banyuwangi Selatan.

Dengan jarak yang panjang dan cenderung datar, rute Banyuwangi Selatan ini membutuhkan endurance dan speed tinggi beberapa saat menjelang finish. Rupanya, inilah yang sedang dilakukan tim asal Australia itu. Mereka tidak hanya fokus tanjakan Gunung Ijen yang dikenal sangat menguras energi itu.

Sementara itu, ITdBI kali ini diikuti banyak peserta asing. Sebut saja Team UKYO (Jepang), KINAN Cycling Team (Jepang), Taiyuan Miogee Cycling Team (Tiongkok), St George Continental Cycling Team (Australia), dan Team Sapura Cycling (Malaysia).

Tim-tim yang turun tahun ini rata-ratra memiliki prestasi yang cukup mumpuni di dunia balap. Team UKYO misalnya. Mereka tercatat sebagai juara Tour de Tochigi, Jepang, Maret lalu. Team Sapura Cycling juga cukup berjaya tahun ini. Mereka menjadi yang terbaik pada Tour de Langkawi dan Tour de Iskandar Johor. Sapura juga tercatat sebagai juara Tour de Singkarak 2018.

Sementara, Taiyuan Miogee Cycling Team adalah pemenang Tour de Filipinas dan Tour of China I. Terengganu Cycling Team berjaya pada Oita Urban Classic di Jepang, pertengahan Agustus lalu. Dan St George Continental Cycling Team, yang diperkuat Ryan Cavanagh, adalah jawara Tour of Thailand, awal April lalu. Sedangkan Kinan Cycling Team, yang diperkuat Thomas Lebas, merupakan juara Tour de Indonesia 2019. Pembalap asal Prancis itu merupakan peraih yellow jersey pada ITdBI 2018. Pembalap spesialis rute tanjakan itu optimistis bisa meraih kemenangan di gelaran ITdBI 2019.

Chairman ITdBI Guntur Priambodo mengatakan, para pembalap yang memperkuat tim-tim ini datang dari 23 negara. Seperti Belanda, Spanyol, Australia, Selandia Baru, India, Jepang, Prancis, Jerman, Rusia, Iran, Irlandia, Slowakia, Thailand, Tiongkok, Kolombia, Italia, Hongkong, dan Inggris.

Selain tim asing, tim-tim asal Indonesia juga berpartisipasi di ajang ini. Mereka yang sudah mengonfirmasi keikutsertaannya antara lain, BRCC Banyuwangi, PGN Road Cycling Team, KGB Jakarta, dan KFC Cycling Team. Bukan hanya itu, tim nasional Indonesia dan Malaysia juga dipastikan ambil bagian dalam ajang yang memasuki tahun ke-9 tersebut.

ITdBI 2019 sendiri akan dilaksanakan dalam empat etape dengan total lintasan sepanjang 520,6 km. Di stage pertama, para rider akan menempuh lintasan sejauh 133,2 km diawali dari RTH Maron, Kecamatan Genteng menuju finis di depan Kantor Pemkab Banyuwangi. Etape kedua menyusuri rute sepanjang 148,2 km dari Pantai Pancur di kawasan Taman Nasional Alas Purwo, Kecamatan Tegaldlimo menuju finis di depan Kantor Pemkab Banyuwangi.

Di etape ketiga, pembalap akan melakukan circuit race sejauh 109,3 km dengan start dan finis di depan Kantor Pemkab Banyuwangi. Mereka akan mengelilingi wilayah perkotaan Banyuwangi sebanyak 12 putaran.
Selanjutnya, di etape keempat para rider akan menempuh rute neraka sejauh 129,9 km dari Pasar Purwoharjo menuju Paltuding di Gunung Ijen.

(bw/fre/rbs/als/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia