Senin, 14 Oct 2019
radarbanyuwangi
icon featured
Edukasi

Jamaah Khusnul Khatimah Bahas Kewajiban Berwudu sebelum Salat

22 September 2019, 18: 25: 59 WIB | editor : Ali Sodiqin

BERSUCI: Ustad Lukman Hakim memberikan materi kepada jamaah pengajian Husnul Khotimah tentang berwudu, kemarin (21/9).

BERSUCI: Ustad Lukman Hakim memberikan materi kepada jamaah pengajian Husnul Khotimah tentang berwudu, kemarin (21/9). (Ramada Kusuma/RaBa)

Share this          

JawaPos.com – Wudu wajib hukumnya bagi orang yang hendak mengerjakan salat. Jika tidak berwudu, maka salatnya tidak sah. Hukum dan tata cara berwudu dikupas habis dalam pengajian Husnul Khotimah yang digelar Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Banyuwangi di gedung Grha Pena Jawa Pos Radar Banyuwangi, kemarin (21/9)

Pengajian yang rutin digelar dua minggu sekali itu dipadati para jamaah yang sebagian besar ibu-ibu jamaah pengajian dan para pensiunan. Sebelum pengajian diawali dengan penyerahan bantuan beasiswa dari Baznas kepada yang berhak menerima.

Acara dilanjutkan dengan pengajian yang dipandu langsung oleh Ustad H Lukman Hakim. Tadabur Alquran membaca surat Al Maidah ayat 6 yang artinya: ”Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan salat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai dengan kedua mata kaki, dan jika kamu junub maka mandilah, dan jika kamu sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air (kakus) atau menyentuh perempuan, lalu kamu tidak memperoleh air, maka bertayamumlah dengan tanah yang baik (bersih); sapulah mukamu dan tanganmu dengan tanah itu. Allah tidak hendak menyulitkan kamu, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu, supaya kamu bersyukur”.

Usai membaca Alquran, dilanjutkan dengan penjelasan perihal surat Al Maidah ayat 6 tersebut. Sebagai penambah referensi, juga dibacakan hadis nabi tentang wudu. Salah satunya berbunyi, ”Tidak akan diterima salat seseorang di antara kalian jika ia berhadas hingga di berwudu”.

Sehingga, dengan firman Allah dan hadis nabi tersebut jelas bahwa bagi seseorang yang berhadas wajib berwudu sebelum mengerjakan salat. Selain itu, Lukman juga menjelaskan bagaimana tata cara berwudu mulai melafalkan niat, membasuh muka (wajah), membasuh tangan hingga siku, membasuh sebagian kepala, membasuh kedua kaki hingga mata kaki, dan tertib berurutan.

Perintah tertib berlaku untuk keempat anggota badan yang disebutkan dalam ayat, yakni wajah, tangan, kepala dan kaki. Adapun tertib dalam hal berkumur-kumur dan ber-istinsyaq (menghirup air ke hidung), atau antara yang kanan dengan kiri (baik tangan atau kaki), maka tidak wajib. ”Dianjurkan sebelum berwudu berkumur-kumur, lalu ber-istinsyaq dan mendahulukan yang kanan daripada yang kiri, serta mendahulukan mengusap kepala daripada mengusap telinga,” terang Lukman.

Dalam pengajian tersebut juga dibuka sesi tanya jawab. Salah seorang jamaah juga sempat bertanya, bagaimana hukumnya jika setelah wudu wajah yang berjerawat tiba-tiba mengeluarkan darah? Ustad Lukman menjawab, darah tidak membatalkan wudu. Hanya saja, ketika hendak salat wajib dibersihkan karena termasuk najis.

Acara ditutup dengan melaksanakan salat Duhur berjamaah. Untuk membiasakan diri bersedekah atau berinfak, dalam pengajian tersebut juga disediakan kaleng keliling yang hasilnya disetorkan kepada Baznas melalui unit pengumpul zakat (UPZ) Kecamatan Banyuwangi.

(bw/ddy/als/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia