Senin, 14 Oct 2019
radarbanyuwangi
icon featured
Banyuwangi

Pikap Tabrak Gerobak dan Toyota Yaris, Rombong Nasi Goreng Numplek

22 September 2019, 12: 45: 59 WIB | editor : Ali Sodiqin

SELAMAT DARI MAUT: Suyatno hanya bisa memandangi gerobaknya yang porak-poranda dihantam pikap di depan Indomaret A. Yani, dini hari kemarin.

SELAMAT DARI MAUT: Suyatno hanya bisa memandangi gerobaknya yang porak-poranda dihantam pikap di depan Indomaret A. Yani, dini hari kemarin. (Fredy Rizki/RaBa)

Share this          

JawaPos.com – Pria bertopi putih itu baru saja melayani pembeli nasi goreng. Dia berdiri persis di samping gerobak. Secepat kilat dari arah selatan sebuah pikap menyambar gerobaknya. Gerobak berisi nasi dan mi goreng itu pun luluh lantak.

Pikap tanpa muatan itu lalu menghantam mobil yang parkir di halaman Indomaret Jalan A. Yani Banyuwangi. Pikap baru berhenti setelah menghantam pohon palem. Saking kerasnya hantaman, pohon itu sampai tercerabut dari akarnya. 

Tidak ada korban jiwa dalam insiden kecelakaan pukul 00.00, Jumat kemarin tersebut (20/9). Penumpang mobil yang ditabrak pikap juga selamat. Hanya saja, seorang penumpang mobil sempat pingsan. Demikian halnya dengan sopir pikap, yang selamat dari maut meski kakinya sempat terjepit bodi kendaraan.

Suyatno, 44, si penjual nasi goreng hanya bisa menatap gerobaknya yang hancur berantakan. ”Alhamdulillah, saya masih diberi keselamatan. Untungnya, saya berdiri di trotoar usai melayani pembeli. Kalau pas menggoreng nasi, bisa lain ceritanya,” ujar bapak empat anak itu.

Petaka yang menimpa Suyatno itu terjadi persis di depan Indomaret Jalan A. Yani. Sehari-harinya, dia memang berjualan nasi goreng di situ. Ketika pikap bernopol P 9687 VN itu menghajar gerobaknya, Suyatno tengah berada di trotoar. ”Pikap melaju kencang. Waktu kejadian saya ngiyup karena kebetulan pas gerimis. Mobilnya langsung nabrak, setelah itu saya tidak ingat apa-apa,” ujar Suyatno.

Yang membuat bapak empat anak itu sedih, rupanya dua bulan lagi putra sulungnya akan menikah. Suyatno pun mengaku bingung bagaimana mencari tambahan uang. Sedangkan satu-satunya sarana untuk berdagang nasi dan mi goreng sudah remuk malam itu. ”Semoga nanti diganti, saya juga bingung bagaimana mencari uang lagi. Mobilnya tadi kencang sekali, untung pas tidak ada yang beli. Kalau ada mungkin sudah kena tadi,” kata warga Lingkungan Karangbaru, Kelurahan Panderejo itu

Tak hanya menabrak gerobak milik Suyatno, pikap tanpa muatan yang disopiri Nayan, 59, warga Jalan Bangka, Kelurahan lateng tersebut juga menghantam mobil milik salah seorang kiai  Ponpes Raudlatul Huffadz,Tabanan, Bali. Mobil warna merah tersebut tengah parkir di halaman Indomaret. Pikap baru berhenti setelah akhirnya menubruk pohon palem yang ada di depan minimarket.

Agus Cahyo, 27, salah seorang saksi mata yang kendaraannya ikut menjadi korban menambahkan, pikap berwarna hitam itu melaju kencang dari arah selatan. Saat itu dirinya baru saja keluar dari minimarket setelah mengisi kartu e-Money miliknya. Ketika hendak masuk ke dalam mobil untuk memberi tahu kiainya, tiba-tiba pikap tanpa muatan itu langsung menyasak bagian belakang Toyota Yaris yang ditumpanginya. ”Kita ini baru saja pulang dari pengajian di Boyolangu, kemudian mau kembali ke Bali jadi sekalian mengisi e-Money di sini. Tiba-tiba saja ada mobil pikap yang menghantam,” ujarnya.

Akibat tabrakan tersebut, Aisyah, 29, (istri kiai) terpaksa dilarikan ke RSUD Blambangan. Dia sempat pingsan. Saat kejadian, Aisyah duduk di belakang sopir. Penumpang lainnya yang kebetulan berada di dalam mobil, yakni Ahmad Ibhah, 15, santri Ponpes Raudlatul Huffadz. ”Tadi Pak Kiai dengan Bu Nyai langsung ke rumah sakit. Kita ke Banyuwangi mulai bakda duhur,” kata Cahyo sembari mengamati mobilnya.

Insiden laka lantas tersebut mengundang perhatian warga. Mereka langsung menolong korban laka. Sopir pikap, Nayan, sempat lama berada di kabin mobil. Kepalanya berdarah akibat benturan dengan bodi kendaraan. Meski menahan sakit, pria tersebut keluar sendiri dari kendaraannya. ”Sepertinya sopirnya ngantuk ketika mengemudikan kendaraan,” kata Wafa, saksi mata di lokasi kejadian.

Kondisi pikap juga rusak berat. Bodi depannya ringsek. Pikap tersebut sempat melintang di jalan. Polisi terpaksa memanggil truk derek untuk mengevakuasi mobil tersebut menuju Unit Laka Lantas Polres Banyuwangi. Pohon palem yang roboh juga langsung dibersihkan. ”Suara tabrakannya keras sekali. Seperti gempa bumi,” kata Novi, karyawan Indomaret.

(bw/fre/als/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia