Senin, 14 Oct 2019
radarbanyuwangi
icon featured
Banyuwangi

”Saya Ngantuk, Tak Ingat Apa-Apa”

22 September 2019, 14: 50: 59 WIB | editor : Ali Sodiqin

TERJEPIT: Nayan merasakan sakit akibat terbentur bodi kendaraan. Sambil menahan sakit, sopir pikap tersebut keluar sendiri dari kendaraannya.

TERJEPIT: Nayan merasakan sakit akibat terbentur bodi kendaraan. Sambil menahan sakit, sopir pikap tersebut keluar sendiri dari kendaraannya. (Fredy Rizki/RaBa)

Share this          

JawaPos.com – Kecelakaan maut di Jalan A. Yani Banyuwangi mengundang perhatian polisi. Malam itu juga, sejumlah personel Lantas Polres Banyuwangi turun ke lapangan. Mereka mengorek keterangan sejumlah saksi mata. Penumpang Yaris (Agus Cahyo dan Ahmad Ibhah) juga dimintai keterangan. Demikian halnya dengan pemilik gerobak nasi goreng, Suyatno.

Dari keterangan saksi mata, sebelum menabrak rombong nasi goreng, pikap melaju cukup kencang. Hal ini diperkuat dengan rekaman CCTV milik Indomaret. Dari keterangan itulah, polisi menduga penyebab kecelakaan karena kecerobohan sopir pikap. ”Sopir pikap mengantuk. Dalam kondisi seperti itu, tetap nekat melajukan kendaraan,” kata Kanit Laka Iptu Ardhy Bita Kumala.

Menurut Ardhy, mobil Yaris yang ditabrak sempat terpental. Bahkan, ada satu penumpang yang terluka, termasuk sopir yang menabrak juga menderita luka robek di kepala. Sesaat sebelum dibawa ke rumah sakit, sopir pikap sempat mengakui kalau dirinya mengantuk. ”Saya tidak ingat tadi, tiba-tiba sudah menabrak,” ucap Nayan sambil memegangi kepalanya.

Untuk kepentingan penyidikan, pikap diamankan ke Unit Laka. Demikian halnya dengan Toyota Yaris milik Ulil. ”Dari rekaman CCTV mini market, terlihat proses tabrakan yang menimpa Toyota Yaris,” kata Ardhy.

(bw/fre/als/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia