Senin, 14 Oct 2019
radarbanyuwangi
icon featured
Edukasi

Dinas Pendidikan Gelar Workshop Guru PAUD di Pelosok Desa

21 September 2019, 21: 25: 59 WIB | editor : Ali Sodiqin

TINGKATKAN MUTU: Peserta workshop peningkatan kompetensi guru PAUD di Dusun Purworejo, Desa Jambewangi, Kecamatan Sempu, Banyuwangi, Kamis lalu (19/9).

TINGKATKAN MUTU: Peserta workshop peningkatan kompetensi guru PAUD di Dusun Purworejo, Desa Jambewangi, Kecamatan Sempu, Banyuwangi, Kamis lalu (19/9). (Dispendik BWI For RaBa)

Share this          

JawaPos.com – Dinas Pendidikan Banyuwangi menggelar workshop peningkatan kompetensi guru PAUD di Dusun Purworejo, Desa Jambewangi, Kecamatan Sempu, Kamis lalu (19/9). Workshop yang digelar di dusun terpencil ini merupakan rangkaian acara untuk memperingati HUT ke-14 Himpaudi. Bersamaan dengan kegiatan ini, guru-guru yang tergabung dalam Himpaudi melaksanakan kegiatan bakti sosial berbagi di sekitar lokasi.

Kepala Dinas Pendidikan Banyuwangi Sulihtiyono mengatakan, workshop kompetensi guru PAUD ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan para tenaga pendidik dalam mengelola PAUD. Selain itu, diharapkan kegiatan ini juga mendorong motivasi dan kreativitas tenaga pendidik dalam meningkatkan kualitas pengelolaan PAUD. Yang pada akhirnya, kata dia, akan tercipta suasana sekolah yang nyaman dan kondusif  untuk proses belajar mengajar. ”Kami berharap, melalui workshop ini bisa meningkatkan kemampuan, wawasan, pengetahuan, dan keterampilan para pendidik PAUD. Sehingga, nanti mereka bisa meningkatkan kualitas hasil belajar sesuai yang diharapkan,” ujar Sulihtiyono.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Bidang (Kabid) PAUD Sunari mengatakan, workshop sengaja digelar di lokasi terpencil. Menurutnya, hal ini sebagai upaya peningkatan kompetensi guru PAUD dan mutu kelembagaan PAUD. Juga sebagai studi potensi dan kearifan lokal. Sekaligus berbagi rasa pengelola PAUD lokasi perkotaan dan pengelola PAUD lokasi pelosok pinggir.

Menurut Sunari, wilayah perkotaan dan pedesaan dalam beberapa hal memiliki karakteristik masing-masing yang bisa saling di-sharing-kan. Sehingga menjadi model modifikasi sosio-pembelajaran sebagai sarana memperkaya varian stimulasi bagi anak didik dan best practice kelembagaan PAUD. ”Gol workshop ini diharapkan ada saling sinergi. Bertukar ilmu antara guru PAUD yang mengajar di kota dan guru PAUD yang mengajar di desa. Dengan demikian, terjadi transfer ilmu untuk sama-sama meningkatkan kualitas pendidikan anak usia dini,” pungkas Sunari.

(bw/rbs/als/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia