Senin, 14 Oct 2019
radarbanyuwangi
icon featured
Features

Saking Nge-fans-nya, Muklis Kantongi Jadwal Manggung Tiap Grup Janger

16 September 2019, 18: 35: 59 WIB | editor : Ali Sodiqin

JANGER MANIA: Mukhlis Biwafa menunjukkan salah satu grup janger yang ada di HP miliknya, siang kemarin.

JANGER MANIA: Mukhlis Biwafa menunjukkan salah satu grup janger yang ada di HP miliknya, siang kemarin. (Shulhan Hadi/RaBa)

Share this          

Pria berusia 30 tahun ini sehari-harinya  bekerja sebagai Pendamping Desa Pemberdayaan (PDP). Bagi sebagian orang, terutama teman-temannya, Mukhlis merupakan referensi kesenian janger. Mulai dari jadwal pementasan hingga soal krunya, ada di tangan Mukhlis.

SHULHAN HADI, Jawa Pos Radar Banyuwangi 

Awal September lalu, Mukhlis berada di Kota Batu selama tiga. Di kota apel tersebut, Mukhlis bersama rombongan tim ahli PDP dari Banyuwangi. Dia mengikuti rapat koordinasi bersama Gubernur Jawa Timur.

Bagi lajang yang tinggal di RT 1 RW 2 Dusun Pekiringan, Desa Sumbersari, Kecamatan Srono ini, tugas beberapa hari di luar kota sama artinya melewatkan malam pertunjukan tradisi janger. Termasuk saat dirinya menjalankan tugas tersebut

Malam itu bersamaan dengan pementasan salah satu kelompok janger yang dia gemari. “Bareng tanggapan janger di Pekulo, yang main Sastra Dewa Sumberwangi (Wonosobo),” ucapnya sembari menujukkan mimik agak menyesal saat mengetahui kegiatan rapatnya berbenturan pentas janger.

Di luar kegiatan pendampingan desa, Mukhlis memang dikenal sebagai salah satu maniak pertunjukan janger. Di mana pun ada pertunjukan janger, sudah pasti hal itu dia ketahui sebelumnya. Bahkan sebulan sebelum pentas berlangsung, jadwal itu sudah dia kantongi. Tak perlu bingung mencari tahu dari mana informasi itu berasal.

Di ponsel Android miliknya, tertera beberapa grup penggemar janger. Mulai dari yang berbasis fans kelompok janger tertentu, sampai grup yang berisi penggemar janger lintas generasi. “Kalau ini isinya campur, tidak fanatik satu janger saja,” terangnya sembari menunjukkan WhatsApp (WA) Group bernama PJB (Penggemar Janger Banyuwangi).   

Tidak hanya mengandalkan shared information dari grup WA, informasi itu dia peroleh dari kru janger secara langsung. Alumnus IAI Ibrahimy ini memiliki jalinan emosional dengan para pemilik grup janger. Dari sekitar 30-an grup  janger yang dia ketahui ada di Banyuwangi, Mukhlis mengklaim mengenal baik dengan pentolan sejumlah kelompok. Di antaranya Darma Kencana Glondong, Madyo Utomo Gladag, Sri Budoyo Pangestu Bongkoran, Karisma Dewata, Tambakrejo dan Sastra Dewa Sumberwangi.

Mukhlis sejak lama memiliki ikatan emosional dengan kru janger-janger itu, terutama kepada generasi tuanya. “Almarhum  Mbah Wakid Karisma Dewata saya kenal, kalau anaknya belum akrab,” ucapnya.

Dari sekian banyak kelompok janger, bagi Mukhlis semuanya bagus. Janger-janger tersebut, menurut Muhklis, memiliki ciri khas dan karakter masing-masing. Mulai dari cerita yang pentaskan (lakon), dekorasi panggung hingga kualitas pemain saat menyanyikan gending-gending janger. “Masing-masing beda, Mberwangi itu dekorasi, Karisma kuat nyanyian,  Madyo Utomo lakonnya bagus,” beber Mukhlis.

Jika dalam satu malam janger-janger itu tampil bersamaan, mana yang menjadi prioritas untuk ditonton?  Mukhlis mengaku faktor kedekatan jarak menjadi prioritas pertama. Namun, hal itu juga tidak menjadi alasan satu-satunya. Kadang saat ada teman yang mengajak, kalau pun harus  menonton di lokasi yang jauh, dai akan berangkat. “Ya lihat situasi, karena sekarang banyak kerjaan ya yang dekat,” terangnya.

Pementasan di luar kota akan tetap dikunjunginya. Tidak sekali dua kali dia bersama teman-teman sesama penggemar janger. Terakhir kali yang dia ingat, pementasan  Darma Kencana di Kabupaten Jember yang dia datangi secara rombongan. “Kemarin nonton di Ambulu, lupa nama desanya, kita ramai-ramai ke sana,” kenangnya.

(bw/sli/aif/als/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia