Senin, 14 Oct 2019
radarbanyuwangi
icon featured
Politik & Pemerintahan

Lagi, Banyuwangi Sabet Piala WTN Tanpa Catatan

16 September 2019, 18: 20: 01 WIB | editor : Ali Sodiqin

PRESTISIUS: Plt. Kepala Dinas Perhubungan Banyuwangi Ali Ruchi (pegang piala) bersama Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa usai menerima penghargaan WTN dari Kemenhub, kemarin (15/9).

PRESTISIUS: Plt. Kepala Dinas Perhubungan Banyuwangi Ali Ruchi (pegang piala) bersama Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa usai menerima penghargaan WTN dari Kemenhub, kemarin (15/9). (Datik For RaBa)

Share this          

JawaPos.com - Pemerintah Kabupaten Banyuwangi kembali meraih penghargaan Wahana Tata Nugraha (WTN) atas keberhasilan mengikuti penilaian kinerja penyelenggaraan sistem transportasi di wilayahnya. Tak tanggung-tanggung, kali ini Banyuwangi mendapat predikat WTN tanpa catatan.

Penghargaan diserahkan oleh Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi kepada Plt. Kepala Dinas Perhubungan Banyuwangi Ali Ruchi di Plenary Hall Jakarta Convention Centre (JCC), kemarin (15/9). WTN adalah penghargaan yang diberikan pemerintah kepada kota/kabupaten dan provinsi yang mampu menata transportasi publik dengan baik. Penilaian diberikan atas kategori kota metropolitan, kota besar, kota sedang, dan kota kecil.

Aspek penataan transportasi yang berkelanjutan dan berbasis kepentingan publik dan ramah lingkungan mendapat pertimbangan besar dalam penilaiannya. ”Penghargaan WTN diberikan sekali selama dua tahun berdasarkan hasil penilaian terhadap kinerja penyelenggaraan sistem transportasi perkotaan, dengan objek penilaian melalui lima bidang,” ungkap Ali Ruchi dihubungi via ponselnya, kemarin.

Lima bidang yang dinilai adalah bidang lalu lintas dengan bobot nilai 20 persen, bidang angkutan umum dengan nilai 15 persen, bidang sarana transportasi darat 25 persen, bidang prasarana transportasi darat 15 persen, dan bidang umum dengan bobot penilaian 25 persen.

Ali Ruchi mengaku sangat bersyukur atas torehan prestasi yang membanggakan tersebut. Dia juga berterima kasih kepada semua pihak yang terlibat di dalamnya, terlebih dari Satlantas Polres Banyuwangi beserta jajaran yang selalu bersinergi dalam mensukseskan program ini.

”Tentu penghargaan ini tidak lepas dari dukungan dan sinergi antara Dinas Perhubungan dengan Polres Banyuwangi. Stakeholder terkait dan masyarakat juga ikut berperan dalam mengampanyekan tertib berlalu lintas,” jelasnya.

Ke depan, pihaknya akan melakukan penataan beberapa kota kecamatan di Banyuwangi. Salah satunya adalah Kecamatan Rogojampi dan Genteng. Penataan transportasi dan lalu lintas di dua wilayah tersebut akan dilakukan dengan meningkatkan sinergi antar pihak.

Kasatlantas Polres Banyuwangi AKP AM Rido Arifieanto mengaku bersyukur dengan diraihnya prestasi WTN tanpa catatan yang membanggakan tersebut. Menurutnya, penghargaan WTN tahun 2019  penilaiannya telah dimulai pada tahun 2018 lalu. Namun, baru diberikan pada tahun 2019.

Penilaian WTN ini, kata Kasatlantas, dinilai dari sarana transportasi darat, prasarana transportasi, pelayanan transportasi jalan, dan prasarana lalu lintas. Selain itu, faktor umum oleh penilai independen dari Kemenhub, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia (PUPR RI), Kementerian Dalam negeri (Kemendagri), dan akademisi. ”Selama penilaian juga disertai dengan bukti dan dokumentasi serta tinjau lapang,’’ ujarnya.

Dia berharap dengan diberikannya penghargaan tersebut akan semakin memotivasi dan terus meningkatkan kinerja penyelenggaraan sistem transportasi di Kabupaten Banyuwangi baik dari aspek administrasi, teknis dan operasional. Termasuk di dalamnya pengawasan kendaraan laik jalan serta rekayasa lalu lintas.

(bw/ddy/aif/als/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia