Senin, 14 Oct 2019
radarbanyuwangi
icon featured
Travelling

Asyiknya Menikmati Hutan Mangrove Sambil Susur Sungai di Pantai Cemara

14 September 2019, 17: 43: 15 WIB | editor : Ali Sodiqin

PETUALANGAN: Wisatawan bisa menyusuri sungai di tengah hutan mangrove di Pantai Cemara Kelurahan Pakis, Kecamatan Banyuwangi.

PETUALANGAN: Wisatawan bisa menyusuri sungai di tengah hutan mangrove di Pantai Cemara Kelurahan Pakis, Kecamatan Banyuwangi. (Ramada Kusuma/RaBa)

Share this          

JawaPos.com – Wisata Pantai Cemara di Kelurahan Pakis, Kecamatan Banyuwangi kini mengembangkan wahana baru berupa petualangan menyusuri sungai dengan perahu. Sepanjang sungai, wisatawan bisa menikmati pemandangan hutan mangrove yang lebat, satwa liar, dan beberapa jenis burung yang hinggap di pepohonan.

Ketua Kelompok Usaha Bersama (KUB) Pantai Rejo, Mokhamad Muhyi mengatakan, wahana baru petualangan menyusuri sungai yang membelah hutan mangrove itu sangat diminati pengunjung Pantai Cemara. Di saat libur akhir pekan, peminatnya membludak. “Alhamdulillah, kami dibantu satu unit perahu bermesin dengan kapasitas sepuluh penumpang oleh Untag Banyuwangi,” tutur ketua Kelompok Masyarakat Pengawasan (Pokmas Was) Pantai Rejo itu kepada koran ini, kemarin pagi (14/9).

Ervina Wahyu Setyaningrum, dosen Fakultas Pertanian dan Perikanan Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Banyuwangi, yang selama ini  ikut mendampingi KUB Pantai Rejo mengakui bahwa Untag telah cukup lama melakukan pendampingan di Pantai Cemara. Beberapa program telah dilaksanakan, yakni pendampingan pengembangan kawasan inti cemara yang indah. Belasan ribu pohon cemara memadati kawasan pantai sepanjang 2 km itu. Ada dua jenis cemara yang ditanam di kawasan pantai, yakni cemara udang dan cemara laut. “Wisata pantai yang dikembangkan bukan hanya kawasan bermain bagi pengunjung, tetapi juga kawasan konservasi,” terangnya.

INDAH: Kelebatan hutan inti cemara di Pantai Cemara menarik dijadikan spot foto.

INDAH: Kelebatan hutan inti cemara di Pantai Cemara menarik dijadikan spot foto. (Irwan/RaBa)

Ervina menambahkan, pihaknya juga mendampingi pengembangan kawasan mangrove bogem. Saat ini tengah dikembangkan produk-produk olahan dari pohon mangrove. Ada sirup mangrove, teh mangrove, dan peyek mangrove. “Wisata susur sungai mulai dikembangkan sebagai wahana baru, untuk mengenalkan hutan mangrove dengan perahu yang dibantu melalui program dari Kemenristek Dikti,” ungkapnya.
Untag bersama KUB Pantai Rejo juga tengah mengembangkan tambak udang di kawasan Pantai Cemara. Udang jenis Vannamei dibudidayakan dengan memanfaatkan lahan di sekitar pantai. “Tambak ini dikembangkan di bawah pepohonan dan ada  habitat mangrove di dalamnya, ternyata pertumbuhan planktonnya tidak berbeda dengan tambak biasa,” jelas Ervina.

Sementara itu, wisatawan yang berkunjung ke Pantai Cemara tak hanya bisa menikmati keindahan alam. Mereka juga diedukasi tentang pembibitan pohon cemara dan mangrove. Ada kawasan khusus yang dimanfaatkan untuk pembibitan yang bisa dikunjungi oleh wisatawan. “Saya bersyukur ada pendampingan dari Untag, sehingga diajari bikin peyek, teh, dan sirup dari mangrove. Terima kasih kepada Untag karena telah diberi pelatihan,” kata Sampurno, sekretaris KUB Pantai Rejo sekaligus yang membidangi pembibitan cemara dan mangrove.

Pendampingan yang dilakukan Untag Banyuwangi itu merupakan program kemitraan wilayah. “Untag bekerja sama dengan Bappeda Kabupaten Banyuwangi dan Poliwangi,” imbuhnya.

(bw/*/als/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia