Selasa, 15 Oct 2019
radarbanyuwangi
icon featured
Banyuwangi

Penerbangan ke Bandara Banyuwangi Padat, Latihan Terbang Pun Dibatasi

13 September 2019, 17: 40: 59 WIB | editor : Ali Sodiqin

PADAT: Pesawat angkut militer TNI AU berjajar dengan pesawat angkut komersial di apron Bandara Internasional Banyuwangi.

PADAT: Pesawat angkut militer TNI AU berjajar dengan pesawat angkut komersial di apron Bandara Internasional Banyuwangi. (Shulhan Hadi/RaBa)

Share this          

JawaPos.com – Suasana kesibukan di Bandara Internasional Banyuwangi  dalam dua hari belakangan ini mengalami puncak kepadatan. Pergerakan pesawat terbang tercatat paling tinggi selama 2019 ini.

Kepala Airnav Banyuwangi Suri Fikriansyah mengungkapkan, pergerakan pesawat terbang dan helikopter militer pada Rabu (11/9) kemarin tercatat sebanyak 55 kali. Sedangkan pada Kamis kemarin hingga tengah hari, pergerakan mencapai 32 kali.

Jumlah itu meliputi pesawat datang dan berangkat, juga pergerakan helikopter dari bandara menuju lokasi latihan. ”Selama latihan ramai terus,” ucapnya.

Suri menambahkan, untuk siang kemarin selain helikopter dan pesawat angkut personel militer, pesawat angkut ukuran besar jenis A7305 type B734 milik TNI AU juga berada di bandara. Salah satu pesawat membawa rombongan Menteri Koordinasi Politik Hukum dan Keamanan RI (Menkopolhukam RI) Wiranto bersama jajaran TNI. ”Pak Menteri dan perwira naik pesawat A7305 itu,” jelasnya sembari menunjuk pesawat.

Untuk memastikan kelancaran lalu lintas, pada Kamis kemarin kegiatan penerbangan latih diliburkan terlebih dahulu. Sebelumnya, selama kegiatan latihan gabungan berlangsung, aktivitas penerbangan Akademi Penerbangan Indonesia dilakukan setengah hari mulai siang. ”Hari ini terbang diliburkan,” jelasnya.

Aktivitas ini pun menuntut para kru Air Traffic Control (ATC) bekerja ekstra. Hal ini karena mereka harus melayani kebutuhan lalu lintas pesawat untuk latihan. Terutama lalu-lalang helikopter militer yang cukup banyak. Selain petugas ATC, kesibukan juga dirasakan para petugas ground handling. Hal ini karena pengaturan parkir pesawat memerlukan persiapan tersendiri. ”Ya petugas pasti lebih ekstra,” ungkapnya.

Direktur Akademi Penerbangan Indonesia (API) Banyuwangi Genny Luhung Prasojo menjelaskan, pihaknya mendukung semua kegiatan TNI. Untuk kelancaran penerbangan di bandara, sementara waktu kegiatan terbang latih dilakukan pembatasan. ”Pembatasan terbang sejak Senin, API mendukung Latgab ini,” ujar Genny Luhung.

Sementara itu, General Manager Bandara Internasional Banyuwangi Anton Marthalius menyikapi baik aktivitas Latgab ini. Meskipun penambahan pesawat dan penumpang di bandara didominasi kalangan militer.

 Menurut Anton hal ini tetap akan membawa imbas berupa berita baik kepada banyak orang. Terlebih, jajaran TNI yang datang berasal dari berbagai daerah di Indonesia. ”Bukan komersil, tapi mereka kan tahu bandara ini dan pasti akan mewartakan,” terangnya.

(bw/sli/als/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia