Senin, 16 Sep 2019
radarbanyuwangi
icon featured
Politik & Pemerintahan

Askab Ajak Hearing DPRD, Pansel Pilkades Absen

10 September 2019, 17: 30: 59 WIB | editor : Ali Sodiqin

Puluhan kepala desa yang tergabung dalam Askab Banyuwangi menuntut transparansi hasil ujian bacakades dalam hearing dengan DPRD Banyuwangi.

Puluhan kepala desa yang tergabung dalam Askab Banyuwangi menuntut transparansi hasil ujian bacakades dalam hearing dengan DPRD Banyuwangi. (Ramada Kusuma/RaBa)

Share this          

JawaPos.com – Puluhan anggota Asosiasi Kepala Desa Banyuwangi (Askab) mendatangi kantor dewan kemarin (9/9). Mereka datang untuk menuntut transparansi hasil ujian tulis bakal calon kepala desa (bacakades) petahana asal Desa Kaligondo, Kecamatan Genteng, Wasito.

Para anggota asosiasi kepala desa tersebut diterima anggota dewan asal lintas partai di ruang rapat khusus kantor DPRD Banyuwangi. Pertemuan itu dipimpin Wakil Ketua Sementara DPRD M. Ali Mahrus. Sayang, dalam hearing kemarin, tak satu pun perwakilan dari panitia seleksi (pansel) pilkades hadir. Demikian halnya dengan pejabat pemkab, tidak tampak dalam agenda dengar pendapat.

Di hadapan para wakil rakyat, Wasito membeber kronologi ujian tulis yang dia jalani hingga demo tunggal yang dia lakukan di kompleks Istana Presiden, Jakarta. Dia mengaku, dirinya datang ke Istana bukan didasari ambisi untuk kembali menjadi kepala desa (kades) Kaligondo. ”Ini berkaitan dengan harga diri kami dan keluarga kami. Dan yang terpenting, ini demi keadilan,” ujarnya.

Sebagaimana diketahui, Wasito terpental dari bursa calon kepala desa (cakades) Kaligondo. Dia kalah bersaing dengan kandidat lain lantaran mendapatkan nilai nol dalam ujian tulis, khususnya pada soal kategori pilihan ganda. ”Kami menuntut transparansi hasil ujian tulis tersebut,” serunya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Askab Ali Nurfatoni mengatakan, pihaknya meminta panitia seleksi (pansel) calon kepala desa menunjukkan lembar jawaban Wasito. ”Kalau itu (nilai nol) terjadi karena keteledoran dan pansel tidak bisa membuktikan nilai Pak Wasito nol, Pak Wasito sanggup untuk menjalani ujian tulis sendiri. Hasilnya berapa pun, dia mau menerima,” tuturnya.

 Wakil Ketua Sementara DPRD M. Ali Mahrus mengatakan, dirinya akan menyampaikan hasil pertemuan kemarin kepada Ketua Sementara Dewan I Made Cahyana Negara. ”Selanjutnya, kalau alat kelengkapan dewan (AKD) sudah terbentuk, akan kami tindak lanjuti secara khusus, termasuk rekomendasi apa yang akan diambil DPRD,” kata dia.

Dikonfirmasi terpisah, Asisten Administrasi Pemerintahan (Aspem) Pemkab Banyuwangi Choirul Ustadi mengatakan, semua tahap yang dilakukan pemkab terkait pemilihan kepala desa (pilkades) serentak tahun ini, sudah sesuai dengan regulasi yang ada. Termasuk Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 112 Tahun 2018 yang merupakan kepanjangan Undang-Undang (UU) Desa.

Dikatakan, untuk menjaga netralitas dan transparansi, pemkab melakukan kewenangannya menunjuk pihak ketiga untuk melakukan ujian tertulis terhadap bacakades asal desa yang pendaftarnya lebih dari lima orang. ”Insya Allah itu sudah transparan dan tidak ada keterlibatan dari pihak-pihak lain dalam seleksi tulis tersebut,” kata dia.

Ustadi menambahkan, kewenangan ujian tulis tersebut ada pada pansel. Keputusan pansel bersifat mutlak. Dia meyakini pansel tidak mungkin membuat keputusan yang tidak dilandasi kepatuhan terhadap aturan. ”Harapan kami, mari diyakini bahwa apa yang dilakukan pansel dilakukan dengan fair. Apa yang ada, itu yang dinilai, apa yang ada itu yang dikoreksi, dan nilainya seperti apa, itu yang dikeluarkan,” pungkasnya.

(bw/sgt/aif/als/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia