Senin, 18 Nov 2019
radarbanyuwangi
icon featured
Banyuwangi

Latihan Tuntas, Apache dan Black Hawk Masuk Kapal

10 September 2019, 16: 56: 30 WIB | editor : Ali Sodiqin

PERALATAN TEMPUR: Kendaraan taktis lapis baja jenis Humvee milik US Army dinaikkan ke kapal. Kendaraan ini memiliki kemampuan untuk menjejalkan sistem komunikasi musuh.

PERALATAN TEMPUR: Kendaraan taktis lapis baja jenis Humvee milik US Army dinaikkan ke kapal. Kendaraan ini memiliki kemampuan untuk menjejalkan sistem komunikasi musuh. (PELINDO III For RaBa)

Share this          

JawaPos.com –  Setelah hampir satu bulan berada di Situbondo, kemarin (9/9) seluruh kendaraan tempur milik US Army dibawa pulang ke negaranya. Belasan helikopter jenis Apache dan Black Hawk
milik US Army diangkut menggunakan kapal Ocean Jazz yang bersandar di dermaga Pelabuhan Tanjung Wangi.

Proses pengangkutan kendaraan tempur (ranpur) dimulai dengan beberapa helikopter yang sudah diringkas baling-balingnya. Kemudian kendaraan roda empat jenis Humvee langsung dimasukkan ke dalam kapal berjenis Heavy Load Carrier tersebut.

Sedangkan pengisi bahan bakar dipisahkan terlebih dahulu tangki dengan kendaraannya. Jadwal pengangkutan kendaraan tempur sempat tertunda selama lima hari dari tanggal yang sudah ditentukan. Sehingga peralatan tempur tersebut sempat parkir lama di area pelabuhan.

Informasi yang diperoleh Jawa Pos Radar Banyuwangi, helikopter jenis Apache dan Black Hawk itu sudah siap diangkut sejak tanggal 3 September. Hal ini seiring dengan selesainya latihan tempur Garuda Shield 2019 yang digelar di Asembagus.

General Manager PT Pelindo III (Persero) Cabang Tanjung Wangi Moh. Nizar Fauzi mengatakan, seluruh peralatan tempur milik US Army sudah diangkut kemarin. Proses pengangkutan pukul 13.00 dan rencananya kapal langsung bertolak ke Australia. ”Sempat terlambat dari jadwal memang, mungkin ada kendala di perjalanan. Karena kapal laut susah diprediksi. Tidak seperti kendaraan di darat,” terang Nizar.

Sementara itu, terkait latihan gabungan TNI yang rencananya akan digelar di Situbondo, Nizar mengaku masih belum mendapat tembusan terkait bersandarnya sejumlah alat tempur di Tanjung Wangi. Hanya saja, beberapa hari yang lalu, KSAL sempat meninjau lokasi Pelabuhan Tanjung Wangi. ”Kalau dari Latgab TNI belum ada informasi. Terakhir Garuda Shield ini,” pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, tanggal 14 Agustus 2019 tentara angkatan darat Amerika Serikat menurunkan beberapa jenis kendaraan tempur mulai dari helikopter, mobil Humvee, truk fueler, dan kargo berisi peralatan tentara. Mereka memilih menurunkan kendaraan di Pelabuhan Tanjung Wangi karena dianggap paling strategis dari lokasi latihan. ”Sekitar 150 sampai 200 personel saja yang turun melalui pelabuhan. Lalu untuk sisa personel lainnya sekitar 500-an orang, diangkut menggunakan pesawat langsung ke Bandara Internasional Juanda,” ujar Contracting Officer Garuda Shield Ssg Tom Green kala itu.

(bw/fre/aif/als/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia