Senin, 16 Sep 2019
radarbanyuwangi
icon featured
Genteng

Perahu Terbalik Saat Petik Laut, Nelayan Pancer Tetap Larung Sesaji

09 September 2019, 21: 55: 59 WIB | editor : Ali Sodiqin

RITUAL: Nelayan Pancer berebut sesaji yang dilarung ke tengah laut dengan dibawa Perahu Dewi Ulam Sari, kemarin (8/9).

RITUAL: Nelayan Pancer berebut sesaji yang dilarung ke tengah laut dengan dibawa Perahu Dewi Ulam Sari, kemarin (8/9). (Krida Herbayu/RaBa)

Share this          

JawaPos.com – Ritual petik laut ke-43 yang digelar para nelayan yang tinggal di daerah pesisir Pancer, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, berlangsung semarak, kemarin (8/9).

Upacara yang digelar setiap tahun itu, kali ini berlangsung sangat istimewa. Gubernur Jawa Timur Hj Khofifah Indar Parawansa hadir bersama Bupati Banyuwangi H Abdullah Azwar Anas dan Forpimda Banyuwangi.

Acara petik laut ini, dimulai sekitar pukul 10.30. Tapi, warga yang datang dari berbagai daerah sudah berdatangan sejak pagi. Panas terik matahari, tidak menyurutkan niat untuk ikut menyaksikan petik laut dengan larung sesaji ke tengah laut. “Ritual petik laut kita laksanakan setiap Suro atau Muharam,” terang Suwandi, ketua panitia petik laut Pancer.

Ritual itu digelar sebagai bentuk wujud syukur dari para nelayan dan masyarakat kepada Tuhan atas rezeki yang melimpah. Selain itu, juga berdoa agar diberikan keselamatan saat nelayan mencari ikan di tengah laut. “Ritual petik laut ini sudah diadakan oleh para sesepuh Dusun Pancer sejak dulu,” ujarnya.

Inti dari petik laut ini, terang dia, larung sesaji yang diletakan di atas perahu kecil dengan panjang lima  meter. Sesaji itu berisi berbagai macam kue, buah-buahan, dua ekor ayam yang masih hidup, dan kepala kambing serta pancing yang terbuat dari emas. Perahu kecil yang diberi nama Dewi Ulam Sari itu dibawa ke tengah laut untuk dilarung. “Perahu kecil yang berisi sesaji itu dibawa ke tengah laut dengan jarak dua mil dari Pelabuhan Pancer dengan diarak puluhan perahu dan kapal milik nelayan,” teranganya.

Setiba di tengah laut, jelas dia, perahu berisi sesaji itu dibuang ke tengah laut. Puluhan nelayan yang ikut mengiringi ramai-ramai terjun ke laut untuk berebut sesaji yang tumpah ke laut. Tidak mau ketinggalan, puluhan perahu nelayan bergantian menabrakkan ke perahu mini hingga hancur dengan harapan mendapat berkah. “Selain menabrak perahu yang dilarung itu, nelayan juga menyirami perahunya dengan air laut, tujuannya agar perahu nelayan mendapatkan hasil tangkapan yang melimpah,” cetusnya.

Gubernur Jawa Timur Hj Khofifah Indar Parawansa yang hadir dalam upacara ritual itu memuji kerukunan yang terjalin di antara warga Dusun Pancer, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran. Tokoh agama dan masyarakat turut hadir memeriahkan tradisi yang sudah digelar secara turun temurun itu. “Di Pancer ini tampak kehidupan spiritual dan budaya terjalin harmoni yang baik. Ini bisa menjadi contoh bagi daerah yang lain,” kata gubernur perempuan pertama di Jawa Timur itu.

Festival Patik Laut Pancer, lanjut Khofifah, dikemas sangat menarik. Ia berharap warga dapat terus melestarikan budaya tersebut. Selain itu, sinergitas antara masyarakat dengan pemerintah daerah terjalin sangat apik. Dan itu membuat Banyuwangi semakin maju dan tumbuh berkembang dengan pesat. “Saya suka adat budaya Banyuwangi. Saya berharap festival rakyat seperti ini dapat terus dilestarikan, dan mampu mendongkrak ekonomi kerakyatan lewat Pariwisata,” kata mantan Menteri Sosial RI itu.

Bupati Banyuwangi H Abdullah Azwar Anas dalam sambutannya mengapresiasi upaya warga yang telah gotong royong menyiapkan acara tahunan itu. Tradisi petik laut Pancer, salah satu bentuk kearifan budaya lokal yang terus dilestarikan oleh masyarakat. “Event ini telah menjadi salah satu atraksi wisata yang menarik bagi wisatawan,” katanya.

Bupati Anas juga mengapreasi semangat warga yang masih melestarikan tradisi petik laut. Tradisi itu merupakan bentuk rasa syukur kepada sang pencipta atas melimpahnya tangkapan ikan yang didapatkan. “Saya mengapresiasi kegiatan ritual petik laut ini,” ujarnya.

Dihadapan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Pariwansa, Bupati Anas berjanji akan membenahi jalan mulai dari Desa Sumberagung hingga ke Pantai Pancer. “Insy Allah, Oktober nanti jalan menuju Pantai Mustika dan Pantai Pancer digarap, ini akan mempermudah akses jalan bagi para wisatawan yang ingin menikmati keindahan Pantai Pancer dan Wedi Ireng,” tuturnya.

(bw/kri/als/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia