Selasa, 15 Oct 2019
radarbanyuwangi
icon featured
Genteng

Hektaran Tanaman Padi Songgon Diserang Hama Tikus, Petani Panen Dini

09 September 2019, 19: 30: 59 WIB | editor : Ali Sodiqin

HAMA: Petani di Desa Parangharjo, Kecamatan Songgon memanen tanaman padi yang masih hijau, kemarin (8/9)

HAMA: Petani di Desa Parangharjo, Kecamatan Songgon memanen tanaman padi yang masih hijau, kemarin (8/9) (Bagus Rio/JPRG)

Share this          

JawaPos.com - Para petani di Desa Parangharjo, Kecamatan Songgon, terancam merugi. Saat ini, tanaman padi yang mulai menguning diserang hama tikus. Untuk menghindari kerugian yang lebih besar, mereka terpaksa harus memanen lebih awal.

Malahan, para petani di Dusun Krajan Timur, Desa Parangharjo, terpaksa memanen tanaman padi yang daunnya masih hijau, kemairn (8/9). Itu karena hama tikus yang menyerang tanamannya terus menyebar. “Kita terpaksa memanen lebih awal, karena diserang hama tikus,” ujar Sujatmiko, 50, warga setempat.

Menurut Sujat, padi yang memasuki usia dua bulan itu banyak diserang hama tikus, dan itu bisa mengakibatkan gagal panen. Beberapa petani, sudah mengantisipasi dengan cara melakukan penyemprotan bahan kimia, tapi serangan tikus masih menggila. “Sudah beberapa kali disemprot, masih tetap saja,” ujar Sujat.

Sujat mengatakan di Kecamatan Songgon banyak para petani yang mengeluhkan hama tikus ini. Dampak dari serangan ini, para petani bisa mengalami kerugian yang tinggi. “Bisa terancam gagal panen, atau hasil panen tidak bisa maksimal,” katanya.

Petani lainnya Eko Wahyudi, 30, asal Dusun Krajan, Desa/Kecamatan Songgon mengatakan, tanaman padi miliknya juga banyak yang diserang hama tikus. Sawah dengan luas seperempat hektare itu, kini telah banyak yang diserang hama tikus. “Hama tikus ini mulai menyebar,” cetusnya.

Hari mengaku telah beberapa kali melakukan penyemprotan, dan menggunakan racun tikus. Tapi, tetap tidak ada hasilnya. Malahan, tikus semakin menyebar dan banyak. “Sudah segala cara, saya sekarang hanya pasrah. Lebih baik dibiarkan dan mulai menanam baru,” ungkapnya.

(bw/rio/als/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia