Senin, 14 Oct 2019
radarbanyuwangi
icon featured
Edukasi
STIKOM BANYUWANGI

Stikom Siap Lahirkan Startup Baru

Kampus TI Yang Konsep Platformnya Diapresiasi

09 September 2019, 14: 18: 57 WIB | editor : AF. Ichsan Rasyid

BERKEMBANG BERSAMA: Para mahasiswa/mahasiswi Stikom yang menekuni startup. Kehadiran mereka diharapkan mampu memotivasi kewirausahaan dan membangun ekosistem startup di kalangan mahasiswa.

BERKEMBANG BERSAMA: Para mahasiswa/mahasiswi Stikom yang menekuni startup. Kehadiran mereka diharapkan mampu memotivasi kewirausahaan dan membangun ekosistem startup di kalangan mahasiswa.

Share this          

         Sekolah Tinggi Ilmu Komputer (Stikom) Banyuwangi berhasil mengantarkan mahasiswanya mendapatkan hibah dari Direktur Jenderal Pembelajaraan dan Kemahasiswaan Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi. Hibah itu diberikan untuk akselerasi startup mahasiswa untuk mewujudkan program pemerintah menumbuhkan 1.000 lebih startup baru di Indonesia.

        Sebagai kampus pencetak ahli informasi teknologi, Stikom terus berupaya mendorong mahasiswanya untuk meningkatkan motivasi kewirausahaan dan membangun ekosistem startup mahasiswa. Ketua Stikom Banyuwangi, H Chairul Anam mengatakan, program akselerasi startup mahasiswa adalah upaya pemerintah dalam merangsang dan menciptakan embrio startup digital baru untuk mempercepat perkembangan startup digital di Indonesia.

       Anam mengaku bersyukur sebab tiga tim Stikom berhasil meraih prestasi tingkat nasional mendapatkan dana hibah dari Kemenristek Dikti. Tiga proposal berjudul Lelangin, Pipo Orgganiku, Marikang, bersaing dengan 100 perguruan tinggi negeri dan swasta se-Indonesia.

       Anam berkomitmen, mahasiswa Stikom akan didorong untuk dilibatkan dalam proses penelitian dan pengabdian masyarakat, khususnya penelitian yang bisa menghasilkan inovasi. Ide bisa dari dosen, sementara mahasiswa diajak kolaborasi dalam praktik atau uji lapangan, sehingga mahasiswa bisa menghasilkan tugas akhir.        Sedangkan dosen menghasilkan publikasi dan inovasi. "Mahasiswa bisa mendapatkan keahlian dalam bidangnya sesuai dengan ilmu yang digeluti. Termasuk dalam even-even Pemkab Banyuwangi seperti Banyuwangi Agribusiness Startup Competition," katanya.

       Anam juga mengapreasi Bupati Abdullah Azwar Anas yang telah berhasil membangun jaringan internet berbasis fiber optic (FO) ke seluruh desa di Banyuwangi. Dengan digitalisasi ini pasti akan memberikan kemudahan dan percepatan dalam berbagai program pembangunan di Banyuwangi. “Bukan hanya memberi pelayanan publik yang maksimal, tapi juga mengintegrasikan dengan pelayanan kesehatan, pendidikan, dan ekonomi kreatif. Jaringan fiber optic juga akan mendorong lahirnya startup- startup baru dari Banyuwangi ,” terang Anam kemarin.

       Wakil Ketua 1 bidang Akademik Stikom Hadiq menambahkan, sebenarnya ada empat proposal platform yang diajukan mahasiswa Stikom dalam ajang akselerasi startup mahasiswa Indonesia tersebut yaitu  Pipo Organiku; Tani Pintar; Marikang dan Lelangin. Namun hanya satu yang tidak masuk, yakni Tani Pintar.        Namun, justru di lapangan platform Tani Pintar inilah sudah mendapatkan project. Bersama BUMDes Badean, Kecamatan Kabat, para mahasiswa Stikom membantu pemasaran benih padi organik bernama BD 1908. “Benih padi ini memiliki tekstur nasi pulen, tidak aromatic, warna beras putih bening. Hingga saat ini benih padi organic BD 1908 ini sudah memenuhi pasar di kota besar, seperti Kalimantan, Bali, Madiun,” kata Hadiq.

       Hadiq  menambahkan, proses pembinaan startup di Stikom dilaksanakan bersama dengan Tunas Digital Indonesia, sebuah perusahaan yang bergerak dibidang pengembangan startup yang berkedudukan di Banyuwangi. “Bagi mahasiswa yang ingin membuat startup, maka akan kami dampingi, karena ini yang membedakan Stikom dengan kampus lain,” ujar Hadiq. (*/afi)

(bw/fre/ics/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia