Senin, 14 Oct 2019
radarbanyuwangi
icon featured
Politik & Pemerintahan

Pemdes Tak Merespons Permohonan PTSL, Warga Ini Lapor Camat

03 September 2019, 16: 07: 51 WIB | editor : Ali Sodiqin

WADUL: Hasbulloh menunjukkan daftar permohonan PTSL warga lainnya di Kantor Camat Kabat, Senin siang (2/9).

WADUL: Hasbulloh menunjukkan daftar permohonan PTSL warga lainnya di Kantor Camat Kabat, Senin siang (2/9). (SHULHAN HADI/RABA)

Share this          

JawaPos.com – Warga Desa Kalirejo, Kecamatan Kabat, Senin siang (2/9) menemui Camat Kabat Susanto Wibowo di kantornya. Dia mengadukan usulan PTSL yang dia buat. Menurutnya, Pemerintah Desa (Pemdes) Kalirejo kurang tanggap atas keinginan warga.

Hasbulloh, 44, warga RT 3 RW 4, Dusun Krajan, Desa Kalirejo, ini menyayangkan kinerja pemerintah desa.  Dia dan sejumlah warga berinisiatif mengusulkan program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL). Namun sayang, usulnya itu tidak kunjung ditanggapi.

Kekecewaan Hasbulloh bermula saat dia mengirimkan surat permohonan PTSL ke Badan Pertanahan Nasional (BPN) Banyuwangi. Saat itu, dia mengirim surat pada 20 Mei 2019. Lama tidak ada jawaban, dia kemudian mengirimkan surat lagi ke BPN. Saat itu dia kaget karena petugas memberi tahu bahwa suratnya yang terdahulu sudah dibalas. Dari sinilah dia baru mengetahui jika balasan itu dikirimkan ke kantor desa. Dia mengaku kecewa karena pemerintah desa terkesan diam. ”Dua bulan kami tidak diberi tahu,” ucapnya.

Hasbulloh beranggapan, pemerintah desa mestinya mengambil program yang dicetuskan secara nasional ini. Sebab, warga sangat menantikan hal ini karena proses sertifikasi tanah ini tergolong mudah dan cukup terjangkau. ”Ini kan terjangkau,” ucapnya.

Sementara itu, Camat Kabat Susanto Wibowo mengungkapkan, pihaknya menerima aduan dan mengapresiasi keinginan warga ini. Namun dia menegaskan, sikap pemdes yang terkesan tidak langsung mengambil program ini tidak serta-merta salah. Sebab, kemungkinan ada banyak pertimbangan sebelum pemerintah desa memutuskan mengambil PTSL. Hal ini bisa karena banyak persoalan yang timbul, sedangkan dalam penyelesaian kepala desa selalu menjadi jujugan. ”Pemdes mestinya terima kasih, tapi juga bukan serta-merta diiyakan,” jelasnya.

Menurutnya, saat ini masih ada waktu untuk mengambil program ini. Dia mendorong warga dan pemerintah desa untuk menjalin komunikasi lebih lanjut terkait persoalan PTSL ini. ”Ya komunikasinya coba dibangun lagi. Ini kan masih ada waktu,” imbuhnya.

Sementara itu, saat dikonfirmasi via sambungan telepon, Kepala Desa Kalirejo Eva Tristian Elti menegaskan apa yang disampaikan warganya itu tidak sepenuhnya benar. Terkait PTSL, pihaknya sudah memiliki mekanisme dan sudah membahasnya. ”Tidak seperti itu. Silakan datang ke kantor,” ucapnya.

(bw/sli/als/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia