Senin, 14 Oct 2019
radarbanyuwangi
icon featured
Edukasi

Agar Guru Lebih Kreatif dan Inovatif, Hal Ini Perlu Dilakukan...

02 September 2019, 20: 30: 59 WIB | editor : Ali Sodiqin

INOVATIF: Peserta pelatihan memanfaatkan barang-barang disekitar untuk metode pembelajaran yang kreatif.

INOVATIF: Peserta pelatihan memanfaatkan barang-barang disekitar untuk metode pembelajaran yang kreatif. (DJUWITA For RaBa)

Share this          

JawaPos.com – Anak adalah generasi emas penerus agama dan pembangunan negara dimasa depan. Untuk menwujudkan hal itu, pendidikan sangat berperan penting. Dalam dunia pendidikan, gurulah yang sangat terkait erat.

Dalam rangkaian tersebut, Yayasan Dana Sosial Al Falah (YDSF) kerja bareng dengan Kualita Pendidikan Indonesia (KPI) bersama YPDI Al Qomar melaksanakan pelatihan peningkatan guru. Acara pelatihan yang dilakasanakan di gedung Pramuka Banyuwangi, Jalan Wijaya Kusuma 107 Banyuwangi, berlangsung selama tiga hari. Dimulai Kamis (29/8) hingga Sabtu (31/8) lalu.

Pesertanya adalah para guru madrasah dan sekolah di Kabupaten Banyuwangi. Jumlahnya 38 orang dari delapan lembaga madrasah maupun sekolah. Dalam pelatihan tersebut, peserta diajak untuk bagaimana bisa menyelesaikan masalah secara berkelompok. Yang nantinya hal tersebut bisa diaplikasikan langsung kepada siswa.

Selain itu, tenaga pendidik tersebut diberi pembekalan bagaimana membuat sebuah konsep penganjaran yang menyenangkan, sesuai dengan kurikulum terkini dan tentu saja dengan ide-ide dan pemanfaatan beberapa aplikasi pembelajaran.

Suratno, Sekretaris Dinas Pendidikan (Dispendik) Banyuwangi saat membuka acara pelatihan ini menuturkan bahwasanya saat ini tantangan guru sangat berat. Guru dituntut untuk bisa menggali kreatifitas mereka untuk mengembangkan metode mendidik siswa, sementara disisi lain guru juga harus bisa menempatkan dan memanfaatkan posisi mereka di lingkungan masyarakat.

Di waktu yang sama, Kepala YDSF Cabang Banyuwangi Syaiful Anam menjelaskan, bahwa pelatihan ini dilakukan secara rutin setiap tahunnya. Karena dengan mengasah kembali pembelajaran yang sudah didapat, diharapkan guru semakin bisa meningkatkan kreatifitas dan inovatif. Dengan begitu produktifitas guru dalam mengajar akan terjaga dan semakin meningkat.

“Momen kali ini dengan keberadaan YDSF, KPI bersama Al Qomar bisa memberikan manfaat kepada tenaga pengajar. Terutama guru mengaji di sekolah atau madrasah yang mengalami kendala dalam inovasi pendidikan kepada siswanya,” terang Syaiful.

(bw/*/als/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia