Senin, 14 Oct 2019
radarbanyuwangi
icon featured
Banyuwangi

Usung Konsep Kearifan Lokal, Gedung Baru Satpas Beroperasi Awal 2020

28 Agustus 2019, 17: 24: 50 WIB | editor : Ali Sodiqin

DIKEBUT: Wakapolres Kompol Andi Yudha Pratama bersama para perwira Polres mengecek pembangunan gedung Satpas baru yang terletak di Sumberejo, Banyuwangi, kemarin.

DIKEBUT: Wakapolres Kompol Andi Yudha Pratama bersama para perwira Polres mengecek pembangunan gedung Satpas baru yang terletak di Sumberejo, Banyuwangi, kemarin. (Ramada Kusuma/RaBa)

Share this          

JawaPos.com –Pembangunan gedung Satuan Penyelenggara Administrasi (Satpas) SIM prototipe Polres Banyuwangi terus dikebut. Gedung baru yang terletak di Kelurahan Sumberejo, Banyuwangi itu baru tuntas dikerjakan 19 persen.

Sejak peletakan batu pertama, pembangunan gedung itu sudah memakan waktu 64 hari. Pihak Polres menargetkan, gedung yang menelan anggaran Rp 14 miliar dari APBN tersebut tuntas akhir tahun ini.

Untuk mengejar target tersebut, Wakapolres Kompol Andi Yudha Pratama kemarin melakukan pemantauan dan inspeksi mendadak (sidak) di lokasi pembangunan Satpas. Wakapolres datang didampingi Kasatlantas AKP AM Ridlo dan Kasubag Sarpras Iptu Edy Susanto.

Begitu tiba di lokasi, Wakapolres langsung melihat progres pembangunan gedung berlantai dua tersebut. Saat datang di lokasi pembangunan, seluruh pekerja proyek hendak istirahat siang. Wakapolres mendapati para pekerja tidak mengenakan rompi dan helm pengaman. ”Aspek safety mohon diperhatikan, selama bekerja wajib mengenakan rompi dan helm keselamatan,” pinta Wakapolres kepada perwakilan pekerja.

Ketika meninjau lokasi pembangunan di lantai dua, Wakapolres juga menemukan pemasangan instalasi pipa tidak ditutup. Dikhawatirkan, jika pipa terbuka rawan terjadi penyumbatan dan menimbulkan persoalan baru.

Dia meminta agar sistem instalasi saluran pipa pembuangan dan air bersih juga diperhatikan. Meski sudah memakai sistem pembuangan bak kontrol Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), pekerja tetap diminta untuk menghitung ukuran pipa dengan cermat. ”Satpas prototipe ini merupakan fasilitas umum yang akan banyak diakses oleh seluruh lapisan masyarakat. Jangan sampai setelah beroperasi ada instalasi pipa yang mampet, apalagi buntu,” jelasnya.

Wakapolres tidak ingin gedung baru tersebut bermasalah pada sisi pembuangan air dan saluran air bersih. Oleh karena itu, sistem pembuangan air dan ukuran pipa harus dihitung dengan cermat meski secara teknis dan ukuran sudah dipastikan.

Menurut Wakapolres, dari progres pelaksanaan pembangunan sudah cukup baik. Apalagi, dari sisi sepatu konstruksi dan kualitas pembetonan juga sangat baik dengan tipe beton 250 K. Pihaknya secara berkala melakukan pemantauan di lapangan. Ditambah dua tim teknis dari Dinas Pekerjaan Umum (PU) untuk melakukan pengawasan.

Sudah 64 hari kerja, tersisa 116 hari pengerjaan dari 180 hari kerja. Target harus selesai tepat waktu pada akhir tahun ini. Awal Januari sudah beroperasi memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” tandasnya.

Polres Banyuwangi akan segera memiliki gedung Satpas prototipe terbaru berbasis Informasi Teknologi (IT) dengan sistem FIFO (First In, First Out). Kantor Satpas tersebut didirikan di atas lahan seluas 19 ribu meter persegi, dengan luas bangunan seluas 12 ribu dan untuk bangunan utama di atas 9 ribu meter persegi. Bangunan kantor dua lantai dengan ukuran dan bentuk baku dari Korps Lalu Lintas (Korlantas) Mabes Polri.

Bangunan gedung Satpas baru ini mengusung konsep tradisional Banyuwangi sehingga unsur kearifan lokal benar-benar ditonjolkan. Fasilitas di Satpas prototipe ini lebih lengkap. Mulai ruang uji praktik SIM, ruang pendaftaran, ruang tunggu, ruang laktasi atau menyusui, ruang bermain anak, hingga musala.

(bw/ddy/aif/als/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia