Senin, 14 Oct 2019
radarbanyuwangi
icon featured
Edukasi

Uniba Tekankan Olahan Laut Berbasis Eko-Koefisiensi

24 Agustus 2019, 16: 18: 46 WIB | editor : Ali Sodiqin

KESEJAHTERAAN: Nadya Adharani bersama peserta pelatihan melaksanakan kegiatan pengolahan produk perikanan.

KESEJAHTERAAN: Nadya Adharani bersama peserta pelatihan melaksanakan kegiatan pengolahan produk perikanan. (UNIBA FOR RABA)

Share this          

MUNCAR – Tim pengabdian masyarakat Universitas PGRI Banyuwangi (UNIBA) melaksanakan program pelatihan dan penyuluhan terhadap masyarakat di kawasan pesisir Muncar, Banyuwangi. Kegiatan yang difokuskan untuk kalangan perempuan, khususnya ibu rumah tangga, ini menitikberatkan pada tata cara pembuatan produk olahan laut berbasis eko-koefisiensi.

Program yang diketuai Nadya Adharani MSi ini mendapat dukungan penuh oleh Kementerian Riset dan Pendidikan Tinggi (Ristekdikti). Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini juga didukung oleh Balai Diklat Perikanan Kabupaten Banyuwangi sebagai narasumber dalam kegiatan pengolahan produk tersebut. Ada sekitar 25 peserta dari kalangan perempuan pesisir yang ambil bagian dalam kegiatan ini.

Mereka rata-rata bekerja sebagai pengepul dan penjual ikan di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Muncar dan ibu rumah tangga. Penerapan model eko-koefisiensi yang dimaksud dalam program ini yakni memadukan sinergis antara komponen ekologi dan ekonomi dengan mengelola dan memanfaatkan sumber daya alam (SDA) secara bertanggung jawab, dalam rangka meningkatkan ekonomi rumah tangga.

Langkah awal yang dilakukan tim pengabdian UNIBA adalah menganalisis situasi peran wanita pesisir di kawasan Muncar. Hasil analisis yang didapat tim ialah perlu adanya strategi pemberdayaan wanita nelayan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dalam meningkatkan pendapatan rumah tangga.

Hal tersebut disebabkan semakin sulitnya nelayan dalam memperoleh hasil tangkapan ikan. Kendala lain yang dihadapi nelayan adalah pemasaran ikan dalam jumlah yang banyak pada saat musim panen tiba. ”Ketika ikan melimpah terjadi penjualan ikan secara borongan karena mengingat masa simpan ikan tidak bisa bertahan lama sehingga diperlukan pengawetan atau olahan menjadi suatu produk yang bisa dikembangkan melalui wirausaha,” beber ketua tim Nadya Adharani MSi.

Selanjutnya, tim pengabdian juga memberikan motivasi kepada wanita pesisir Muncar melalui pelatihan dan penyuluhan untuk lebih produktif dan kreatif dalam berwirausaha. Landasan model eko-koefisiensi yang terkonsep dalam wirausaha adalah wanita nelayan bisa memanfaatkan SDA (ikan laut) yang tergolong masih melimpah di perairan laut Muncar seperti ikan tongkol, tuna, tengiri, lemuru, dan ikan kembung.

Usaha yang dapat dilakukan yakni membuat produk olahan laut dengan merek dagang yang kreatif dan kemasan menarik seperti yang dilakukan dalam pelatihan yakni pembuatan produk abon ikan tuna dan lumpia ikan tongkol. Tidak sampai di situ, output dari kegiatan tersebut adalah terbentuknya ”Kelompok Usaha Wanita Pesisir Muncar” yang diketuai Dian Kismawati.

Tim pengabdi memberikan bantuan berupa vacuum sealer yang bertujuan memotivasi wanita nelayan dalam berwirausaha produk olahan laut, dengan produk perdana abon ikan tuna. Tim pengabdi juga melaksanakan evaluasi tahapan yang telah dilakukan dalam memasarkan produk hingga bisa bergabung dengan produk lain yang ada di Banyuwangi Mall. Ini dilakukan agar produk yang dihasilkan bisa bersaing dengan produk olahan ikan laut di Banyuwangi maupun daerah lainnya.

(bw/rbs/als/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia