Selasa, 10 Dec 2019
radarbanyuwangi
icon featured
Sembako

Angin Kencang Jadi Berkah, Ikan Tuna Merajarela di Selat Bali

24 Agustus 2019, 19: 25: 59 WIB | editor : Ali Sodiqin

SEDANG MUSIM: Pengepul ikan, Dwi Indarti, menimbang hasil tangkapan ikan tengiri yang diperolehnya dari nelayan Bulusan.

SEDANG MUSIM: Pengepul ikan, Dwi Indarti, menimbang hasil tangkapan ikan tengiri yang diperolehnya dari nelayan Bulusan. (Ramada Kusuma/RaBa)

Share this          

JawaPos.com  - Cuaca di sekitar Selat Bali dalam dua bulan terakhir diliputi angin kencang. Namun siapa sangka, rupanya di musim seperti ini populasi ikan tuna sedang melimpah ruah.

Sujarno, salah seorang nelayan di Pantai Waru Doyong, Kelurahan Bulusan, Kecamatan Kalipuro, mengatakan, jumlah ikan tuna saat ini sedang banyak. Musim tuna menurutnya memang tiba di antara bulan lima hingga bulan sepuluh. Dan di bulan-bulan ini, jumlah ikan berdaging tebal itu tengah banyak.

”Ya, memang cuacanya sedang banyak angin kencang. Tapi di bawah, ikan tuna melimpah. Tidak usah sampai ke tengah, di pinggir juga sudah ada,” terang pria yang juga menjabat sebagai ketua Pokmas Nelayan Selat Bali itu.

Hanya saja, menurutnya memang tidak terlalu banyak nelayan yang nekat melaut di saat angin kencang. Namun bagi yang sudah terbiasa, mereka akan tahu di mana titik-titik yang aman tapi dengan ikan melimpah. ”Sehari minimal bisa sampai dapat setengah kuintal, tapi kalau ramai bisa sampai 7 kuintal. Tergantung berapa lama melautnya dan lokasinya,” imbuh Sujarno.

Sindu, nelayan lainnya menambahkan, setelah musim ikan tuna, pada awal November nanti akan berganti dengan musim ikan-ikan yang tinggal di karang. Seperti jenis ikan kerapu. ”Nanti setelah kerapu baru musim cumi lagi. Kalau sekarang tuna yang cukup banyak, kalau mau melaut pasti dapat banyak,” jelasnya.

Sementara itu, Dwi Indarti salah satu pengepul ikan di Kelurahan Bulusan mengatakan, harga tuna yang didapatkan nelayan berbeda-beda. Untuk tuna baby atau yang memiliki bobot di bawah lima kilogram dihargai Rp 25 ribu per kilogramnya dari nelayan. Sedangkan untuk yang ukuran besar atau di atas 10 kilogram, dibeli dengan harga Rp 35 ribu per kilogram.

Harga tersebut berbeda lagi jika sudah sampai ke pedagang di pasar. Karena di pasar rata-rata sudah dijual dalam bentuk fillet atau tanpa tulang. ”Di pasar harganya bisa sampai Rp 68 ribu per kilogram. Tergantung kualitasnya juga. Kalau yang di saya masih segar karena nelayan langsung membawa ke sini,” tandasnya.

(bw/fre/als/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia