Senin, 16 Sep 2019
radarbanyuwangi
icon featured
Banyuwangi

Truk Sound System Dilarang Dampingi Peserta Gerak Jalan Tradisional

19 Agustus 2019, 17: 25: 59 WIB | editor : Ali Sodiqin

Truk Sound System Dilarang Dampingi Peserta Gerak Jalan Tradisional

Share this          

JawaPos.com - Aktivitas truk yang mengangkut sound system berukuran besar selalu muncul pada even Gerak Jalan Tradisional. Keberadaan truk sound system ini cukup mengganggu. Tidak saja bagi peserta gerak jalan, namun juga bagi pengguna lalu lintas.

Mulai tahun ini, Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Banyuwangi melarang truk sound system agar tidak ikut masuk ke dalam jalur gerak jalan.

Kepala Dispora Banyuwangi Wawan Yadmadi mengatakan, imbauan itu dilakukan setelah pihaknya melakukan evaluasi dan kajian dari penyelenggaraan gerak jalan tahun lalu. Secara garis besar tidak ada perubahan regulasi yang berarti. Hanya saja, untuk kenyamanan bersama ada beberapa bagian yang harus disesuaikan.

Salah satunya adalah truk-tuk pembawa sound system agar tahun ini tidak lagi ikut ke dalam bagian gerak jalan. Sebagai gantinya, nanti desa atau kelurahan yang kebetulan dilewati jalur gerak jalan tradisional pada 24 Agustus bisa menyediakan hiburan musik di pinggir jalan. Seperti hiburan yang diselenggarakan pada saat menyambut peserta International Tour de Banyuwangi Ijen (ITDBI).

“Ini imbauan bersama agar teman-teman yang biasanya aktif dengan truk besar tahun ini istirahat dulu. Sehingga rangkaian gerak jalan tradisional lebih nyaman,” kata Wawan. Hingga kini, untuk seluruh kategori lomba gerak jalan tradisional sudah ada 876 regu yang mendaftar. Mereka berisi regu-regu dari jenjang SD, SMP, SMA, hingga umum.

Nantinya, untuk kategori SD tetap akan menggunakan rute di tengah kota. Sedangkan SMP hingga umum menggunakan rute dari Kecamatan Gambiran sampai pertigaan Kecamatan Rogojampi. Rute ini menurut Wawan adalah yang paling efektif untuk memberikan kenyamanan pada peserta gerak jalan maupun pengguna jalan. Selain itu, untuk pengguna jalan nasional juga tidak akan terganggu.

Karena mereka bisa melewati rute dari genteng sampai rogojampi hingga ke wilayah kota untuk bepergian. “Kalau rute dari Gambiran sampai Rogojampi Insya Allah nanti kita sterilkan. Untuk SD dimulai pagi hari seperti biasa, SMP setelah duhur, dan SMA sekitar pukul setengah 3,” tandasnya.

(bw/fre/als/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia