Senin, 19 Aug 2019
radarbanyuwangi
icon featured
Kesehatan
RSUD Blambangan

Bed Set Ruang ICU Dilengkapi Pemantau Kondisi Vital

13 Agustus 2019, 15: 25: 59 WIB | editor : Ali Sodiqin

KONTROL: Perawat melakukan perawatan pada pasien di ICU RSUD Blambangan Banyuwangi.

KONTROL: Perawat melakukan perawatan pada pasien di ICU RSUD Blambangan Banyuwangi. (NOVITA FOR RABA)

Share this          

JawaPos.com - Ruang ICU di RSUD Blambangan merupakan salah satu Unit Pelayanan di RSUD Blambangan Banyuwangi, yang memberikan pelayanan untuk pasien yang memerlukan penanganan secara intensif. Ruang ICU ditujukan kepada pasien dengan gangguan pernapasan dan hemodinamik yang memerlukan perawatan intensif yang tidak dapat diberikan di ruang rawat inap lainnya.

Ruangan ini dirancang khusus sebagai unit rawat inap di RSUD Blambangan yang memberikan perawatan khusus pada pasien yang memerlukan perawatan yang intensif. Dalam unit perawatan ini, pasien yang dirawat merupakan pasien-pasien dengan kondisi akut yang mungkin mengancam jiwa, ataupun pasien post-tindakan yang memerlukan penanganan khusus. Tenaga yang dilibatkan dalam unit ICU juga bukan sembarangan. Perawat-perawat yang dilibatkan merupakan perawat yang lebih dari 50persen telah memiliki sertifikat intensif.

Alat yang disediakan dalam ruang perawatan ini bisa dibilang sudah sangat lengkap. Menurut Kepala Ruangan ICU M. Hudori Amd Kep, alat yang ada di ICU sudah banyak mengalami perkembangan sehingga saat ini bisa dikategorikan sangat lengkap. Tercatat bahwa hingga saat ini terdapat 14 bed dari jumlah awal 6 bed. Di mana pada setiap bed disediakan bed set sebagai alat pemantau kondisi vital pasien. Selain itu ICU juga menyediakan 7 ventilator sebagai alat bantu pernapasan pasien dan syringe pump sebagai alat untuk memberi obat pada pasien secara tepat dosis dan tepat waktu.

Berbeda dengan ruang rawat inap lainnya, pada unit ICU, pengunjung tidak diperbolehkan masuk ke dalam ruangan perawatan pasien. Diungkapkan oleh Hudori bahwa hal ini memang sengaja di lakukan untuk melindungi kondisi pasien. Mengingat pasien ICU merupakan pasien-pasien dengan kondisi krusial. Ditakutkan apabila pengunjung bisa bebas keluar masuk ruang perawatan akan menyebabkan kegawatan pada kondisi pasien.

Menurut Hudori, sering kali pada kondisi pasien setengah sadar, keluarga pasien secara sengaja memberi minum atau makan, serta memindahkan posisi pasien tanpa adanya instruksi dari perawat atau dokter di ruangan. Hal inilah yang pada akhirnya menyebabkan penurunan kondisi pasien, sehingga perawat pada ruang ICU mulai menerapkan aturan yang tidak memperbolehkan pengunjung untuk masuk.

Selain hal tersebut, penunggu yang diperbolehkan masuk ditakutkan juga akan membawa kuman yang akan berakibat fatal pada kesehatan pasien. Oleh karena itu, saat ini RSUD Blambangan memberikan fasilitas ruang tunggu bagi keluarga pasien dengan desain dan fasilitas yang nyaman sehingga penunggu tidak merasa jenuh. Selaku kepala ruangan, M. Hudori Amd Kep berharap agar segenap penunggu dan keluarga pasien tidak perlu terlalu khawatir karena fasilitas serta tenaga perawat dalam ruangan akan sedia 24 jam untuk menjaga pasien.

(bw/*/rbs/als/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia