Senin, 19 Aug 2019
radarbanyuwangi
icon featured
Kesehatan
RS Al Huda Genteng

Deteksi Pendengaran dengan Audiometri

13 Agustus 2019, 13: 25: 59 WIB | editor : Ali Sodiqin

INTER AKUSTIK: dr Djohar Anwar SpTHT melakukan pemeriksaan gangguan pendengaran dengan alat audiometri di RS Al Huda Gambiran.

INTER AKUSTIK: dr Djohar Anwar SpTHT melakukan pemeriksaan gangguan pendengaran dengan alat audiometri di RS Al Huda Gambiran. (RSAH FOR RABA)

Share this          

JawaPos.com - Telinga merupakan salah satu organ penting bagi manusia. Bila terjadi gangguan pada organ pendengaran (telinga) dapat memengaruhi organ tubuh lain seperti bisu dan juga berpengaruh pada tumbuh kembang khususnya pada anak atau hubungan sosial di masyarakat.

Oleh karena itu, RS Al Huda menyediakan layanan pemeriksaan tes pendengaran menggunakan audiometri interacoustic seri AD di Poli THT. Manajer Pelayanan Medik RS Al Huda dr Suryadinata mengatakan, audiometri interacoustic AD adalah pemeriksaan yang bertujuan untuk mengetahui tingkat atau ambang batas pendengaran seseorang, dan jenis gangguannya bila ada. ”Pemeriksaan dilakukan dengan memakai alat audiogram nada murni di dalam ruang kedap suara (audioproof chamber),” terang Surya.

Sementara itu, dokter spesialis THT RS Al Huda dr Djohar Anwar SpTHT mengatakan, pemeriksaan audiometi dilakukan pada pasien yang mengalami penurunan pendengaran. Juga bisa dilakukan untuk telinga berbunyi dengung (tinitus), rasa penuh di telinga, riwayat keluar cairan dari telinga, hingga riwayat terpapar bising seperti sopir.

Selain itu, kata Djohar, alat ini juga untuk memeriksa terpapar bising seperti pengatur lalu lintas, pekerja pertambangan, pekerja di airport runway, mekanik mesin, atau pekerja pabrik. Juga bisa dimanfaatkan untuk memeriksa riwayat trauma seperti benturan, pukulan, atau kecelakaan, hingga riwayat pemakaian obat ototoksik. ”Bisa pula untuk pemeriksaan untuk mereka yang mempunyai riwayat gangguan pendengaran atau tuli pada keluarga dan gangguan keseimbangan,” ucap dokter spesialis THT yang praktik di RS Al Huda tiap Senin dan Kamis siang itu.

Ditambahkan, dengan melakukan pemeriksaan audiometri ini bisa diketahui tingkat derajat ketulian pasien. Mulai dari tingkat ketulian ringan, sedang, atau berat. Juga untuk mengetahui jenis ketulian yaitu tuli konduktif, tuli saraf (sensorineural), atau tuli campuran. 

Pemeriksaan tes pendengaran ini sangat bermanfaat untuk mendiagnosis penyakit telinga. Juga bermanfaat sebagai pencegahan atau deteksi dini ketulian pada anak-anak balita dan sekolah dasar (SD). Pemeriksaan tersebut, kata dia, berfungsi pula untuk memonitor tingkat atau ambang batas pendengaran pada pekerja-pekerja di tempat bising. Sehingga dapat dilakukan pencegahan lebih dini, pengobatan atau pasien membutuhkan alat bantu mendengar atau pendidikan khusus, serta ganti rugi misalkan dalam bidang kedokteran, kehakiman, dan asuransi. ”Layanan ini sudah banyak dimanfaatkan untuk umum dan bekerja sama dengan sekolah-sekolah dan perusahaan-perusahaan regional dan internasional,” jelasnya.

Sementara itu, pemeriksaan ini tidak membutuhkan persiapan khusus. Menurut Djohar, prinsip pemeriksaannya adalah bermacam-macam frekuensi dan intensitas suara (dB) ditransfer melalui headset atau bone conducter ke telinga atau mastoid. Sedangkan batasan intensitas suara pasien yang tidak dapat didengar dicatat (recorded) melalui program komputer berupa grafik. ”Selanjutnya, hasil tersebut dianalisis dan disimpulkan oleh dokter spesialis THT,” imbuhnya.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai tes pendengaran dengan audiometri dapat menghubungi Poli Rawat Jalan RS Al Huda di Jalan Raya Gambiran 225 Gambiran Banyuwangi.

(bw/*/rbs/als/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia