Senin, 16 Sep 2019
radarbanyuwangi
icon featured
Info Rumah Sakit

RSAH Genteng Gelar Refreshing Life Saving

06 Agustus 2019, 16: 25: 59 WIB | editor : Ali Sodiqin

DARURAT: Dokter Julita Ramayani SPAn melatih cara mengamankan jalan napas dengan teknik airway management.

DARURAT: Dokter Julita Ramayani SPAn melatih cara mengamankan jalan napas dengan teknik airway management. (RSAH Genteng For RaBa)

Share this          

JawaPos.com - Keadaan gawat darurat medis merupakan peristiwa yang dapat menimpa seseorang atau sekelompok orang secara tiba-tiba. Salah satunya bisa disebabkan karena cedera atau trauma. Misalnya, seperti cedera karena jatuh atau kecelakaan yang bisa mengakibatkan patah tulang, baik di badan maupun di kepala.

Pesan tersebut disampaikan Direktur RS Al Huda (RSAH) dr Indiati MMRS saat membuka refreshing life saving dan assessment awal kegawatdaruratan di RSAH beberapa waktu lalu. Upaya mengatasi kegawatdaruratan pada penyelamatan jiwa (life saving) dengan mempertimbangkan waktu, kata Indiati, tantangannya adalah nyawa. Karena itu, kecepatan pemberian pertolongan akan sangat berpengaruh terhadap keselamatan jiwa pasien.

”Dengan memahami tingkat kegawatan yang dialami pasien, maka bisa ditentukan langkah-langkah pemberian pertolongan kegawatdaruratan yang tepat, sehingga meminimalkan potensi risiko kecacatan dan kematian,” ujarnya.

Sementara itu, Manajer Pelayanan Medis RS Al Huda dr Suryadinata menyampaikan, refreshing kali ini diikuti oleh seluruh tenaga medis dokter umum RS Al Huda. Kegiatan tersebut menghadirkan pemateri (trainer) dari beberapa dokter spesialis yang praktik di RSAH, yaitu dokter spesialis bedah saraf dr Firman Adi Sanyaya SpBS, dokter bedah tulang dr Anthony Yusbida SpOT, dan dokter spesialis anestesi dr Julita Ramayani SpAn.

Selain penjelasan yang cukup detail dari pemateri, refreshing dilanjutkan dengan praktik menggunakan manekin. ”Latihan secara berkelanjutan semacam ini, untuk meningkatkan kepekaan dan keterampilan tenaga medis saat menghadapi kegawatan yang memerlukan penanganan yang cepat. Sehingga dapat menurunkan risiko kecacatan dan angka kematian” imbuhnya.

Dijelaskan, pada era pelayanan RS berfokus pada pasien seperti ini, setiap RS wajib menyiapkan layanan asuhan dan pelayanan pasien risiko tinggi. ”Dengan begitu, pelayanan kasus emergency di seluruh unit rumah sakit, harus ada dan harus selalu siap setiap saat,” tambah Suryadinata.

Karena itu, RSAH rutin menggelar kegiatan untuk meng-update ilmu dan refreshing baik dengan mengikutkan pelatihan eksternal maupun in-house training bagi seluruh karyawan medis maupun nonmedis. ”Sehingga, seluruh karyawan RSAH selalu siap, terampil, dan mampu untuk melakukan pelayanan yang prima,” pungkasnya.

(bw/*/rbs/als/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia