Senin, 18 Nov 2019
radarbanyuwangi
icon featured
Edukasi

Pacu Pertumbuhan Wirausaha, Untag Gelar Pengembangan Kewirausahaan

05 Agustus 2019, 19: 30: 59 WIB | editor : Ali Sodiqin

PELATIHAN: Taufan B. Umbara, Business Strategic Advisor Yayasan Pro Indonesia paparan smart business map kepada mahasiswa dan alumni Untag di auditorium Untag, Sabtu siang (3/8).

PELATIHAN: Taufan B. Umbara, Business Strategic Advisor Yayasan Pro Indonesia paparan smart business map kepada mahasiswa dan alumni Untag di auditorium Untag, Sabtu siang (3/8). (IRWAN/RaBa)

Share this          

JawaPos.com - Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Banyuwangi memberikan perhatian luar biasa kepada mahasiswa dan alumninya yang memiliki usaha. Mereka dibekali ilmu bagaimana mengembangkan usahanya melalui kegiatan pelatihan-pelatihan bisnis.

Untag Banyuwangi menyelenggarakan serangkaian kegiatan Program Pengembangan Kewirausahaan (PPK). Kegiatan dimulai sejak bulan April hingga Oktober 2019. Ada beberapa kegiatan yang dilaksanakan.

Dalam program tersebut, para mahasiswa dan alumni Untag Banyuwangi diberikan pelatihan yang membekali mereka dengan materi-materi bisnis. PPK Untag Banyuwangi mewadahi dan memfasilitasi mahasiswa dan alumni untuk mengembangkan bisnisnya.

Nah, pada kegiatan kali ketiga pada Jumat-Sabtu, tanggal 2 hingga 3 Agustus 2019, PPK Untag Banyuwangi menghadirkan narasumber Taufan B. Umbara, Business Strategic Advisor Yayasan Pro Indonesia. Dalam presentasi selama dua hari pelatihan di auditorium Untag Banyuwangi itu, Taufan fokus membahas bagaimana cara membangun bisnis yang berkelanjutan melalui tools Smart Business Map atau lebih dikenal dengan singkatan SBM.

Program PPK tersebut merupakan program kerja sama antara Untag Banyuwangi dengan Kementerian Riset dan Teknologi Pendidikan Tinggi (Kemnristekdikti) melalui Direktorat Jendral (Ditjen) Penguatan Riset dan Pengembangan. Yang menarik, para mahasiswa dan alumni, yang tergabung dalam program itu mendapatkan banyak fasilitasi. Ada fasilitasi workshop kewirausahaan dan personal branding. Bahkan, mereka juga mendapatkan kesempatan mengikuti pelatihan dan magang.

Peserta dalam program PPK itu akan dievaluasi untuk menghasilkan start up yang tumbuh dari dalam kampus. Tak hanya itu, produk yang dihasilkan akan didisplay di market place Untag atau yang diberi nama untag45market, sebuah etalasi online.

Ketua PPK Untag Banyuwangi Dian Arief Pradana SPd, MPd mengatakan, Program Pengembangan Kewirausahaan digulirkan untuk menunjang kreativitas serta inovasi mahasiswa. Pengembangan soft skill dan hard skill mahasiswa di Untag Banyuwangi sengaja dilakukan untuk mempersiapkan mahasiswa ketika lulus nanti. Harapannya, lulusan Untag Banyuwangi mampu berkontribusi dan berperan aktif di segala sektor dalam kehidupan bermasyarakat. “Bentuk pelatihan dan pendampingan yang ditawarkan merupakan salah satu usaha dalam mempersiapkan sebuah usaha yang handal dan mampu bertahan,” tutur Dian.

Sementara itu, Dr Herdiana Dyah Susanti ST, MT, Wakil Rektor Bidang Penelitian, Pengabdian, dan Kerja Sama Untag Banyuwangi menerangkan bahwa peserta Program Pengembangan Kewirausahaan akan menjalani beberapa pelatihan dan magang. Peserta dibekali dengan Smart Bisnis Map (SBM) untuk mendiagnosis kesehatan bisnisnya. “Diagnosis kesehatan bisnis dilakukan untuk menjaga kestabilan bisnis supaya bisa bersaing di era revolusi industri 4.0,” cetus wakil rektor III tersebut.

(bw/*/aif/als/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia