Senin, 16 Sep 2019
radarbanyuwangi
icon featured
Ekonomi Bisnis

Gerakkan Sektor Kreatif, Banyuwangi Gelar Coffee Processing Festival

25 Juli 2019, 21: 27: 44 WIB | editor : Ali Sodiqin

PROSES SANGRAI: Bupati Ans menuangkan bijih kopi dalam Coffee Processing Festival, Kamis (25/7).

PROSES SANGRAI: Bupati Ans menuangkan bijih kopi dalam Coffee Processing Festival, Kamis (25/7). (Ramada Kusuma/RaBa)

Share this          

Radar Banyuwangi - Bupati Abdullah Azwar Anas menegaskan bahwa penyelenggaraan Coffee Processing Festival yang digelar Kamis (25/7), bukan hanya soal budaya dan olahraga. Festival yang digelar juga untuk menggerakkan sektor kreatif dan edukasi.

Salah satu pelaku usaha berbasis kopi Suhatin mengatakan, berawal dari keprihatinan, dirinya memulai usaha kopi kemasan dan kafe. Sebab kala itu, biji kopi hasil kebunnya hanya dibeli seharga Rp 25 ribu per kilogram (kg). ”Sejak saat itu, kopi hasil kebun saya jemur sendiri, saya olah sendiri, dan saya kemas sendiri,” ujar Suhatin.

Dalam pemrosesan dan pengemasan tersebut, dia dibimbing oleh petugas Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Banyuwangi. Hasilnya, rata-rata per bulan kini Suhatin mampu menjual 100 kg lebih kopi. Satu kemasan bubuk kopi seberat 2 ons dijual seharga Rp 22 ribu. Artinya, harga bubuk kopi per kg mencapai Rp 110 ribu per kg.

Namun Suhatin belum puas. Tahun ini dia kembali mengikuti Coffee Processing Festival. ”Saya mengikuti festival ini untuk belajar membuat cappucino. Sebab, beberapa hari lalu ada rombongan turis ke kafe saya. Mereka ingin minum cappucino tetapi saya tidak punya. Makanya saya belajar agar ke depan bisa membuat cappucino sehingga tidak ada lagi pengunjung yang balik,” akunya.

Sementara itu, perhelatan Coffee Processing Festival kali ini dihelat selama tiga hari. Para peserta mendapatkan sejumlah materi tentang memproses hingga pengemasan kopi dari Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia, pakar kopi internasional asal Banyuwangi Setiawan Subekti, serta pelaku usaha kopi asal Banyuwangi.

Selain itu, pada kegiatan ini ada kelas barista yang mendatangkan barista nasional Muhammad Agha. ”Saya akan mengajari barista untuk meningkatkan kualitasnya. Karena menurut saya seiring dengan perkembangan Banyuwangi, baristanya pun harus punya kapasitas yang berskala nasional. Jadi nanti saya akan sharing materi soal kompetisinya, mungkin ini bisa menjadi inspirasi bagi barista disini,” kata Agha.

PETANI SUKSES: Salah seorang petani sukses asal Kecamatan Kalibaru menyampaikan kisah sukses setelah mengikuti Coffee Processing Festival yang digelar Pemkab Banyuwangi

PETANI SUKSES: Salah seorang petani sukses asal Kecamatan Kalibaru menyampaikan kisah sukses setelah mengikuti Coffee Processing Festival yang digelar Pemkab Banyuwangi (Ramada Kusuma/RaBa)

(bw/aif/sgt/als/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia