Senin, 16 Sep 2019
radarbanyuwangi
icon featured
Edukasi
DINAS PENDIDIKAN BANYUWANGI

Tekan Putus Sekolah, PKBM Miftahun Najah Terbaik Kedua Nasional

22 Juli 2019, 07: 49: 16 WIB | editor : AF. Ichsan Rasyid

BERDEDIKASI: Kepala Sekolah PKBM Miftahun Najah, Kalibaru, Rizal Dofir saat membawa pulang juara 2 nasional GTK PAUD dan Dikmas Berprestasi dan berdedikasi tingkat nasional di Pangkal Pinang

BERDEDIKASI: Kepala Sekolah PKBM Miftahun Najah, Kalibaru, Rizal Dofir saat membawa pulang juara 2 nasional GTK PAUD dan Dikmas Berprestasi dan berdedikasi tingkat nasional di Pangkal Pinang

Share this          

 

PERJUANGAN keras Pemkab Banyuwangi dalam penyelenggaraan pembelajaran dan pengelolaan satuan pendidikan diganjar prestasi. Melalui ajang apresiasi GTK PAUD dan Dikmas Berprestasi dan berdedikasi tingkat nasional ke-13 yang di gelar di Pangkal Pinang, PKBM Miftahun Najah, Kalibaru meraih Juara 2 nasional kategori Pengelola PKBM. Ketua PKBM Miftahun Najah Rizal Dhofir mewakili Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuwangi sebagai kontingen provinsi Jawa Timur berhasil menyisihkan kontingen dari provinsi lain se Indonesia. Malam puncak penganugerahan digelar di ballroom Soll Marina Hotel, Pangkal Pinang.

Kepala Dinas Pendidikan Banyuwangi melalui Kabid Pendidikan Masyarakat Nuriyatus Sholeha mengatakan, ini adalah program pemberian penghargaan bagi guru dan tenaga kependidikan (GTK) PAUD dan Pendidikan Masyarakat yang telah mengabdikan diri dan berperan aktif dalam penyelenggaraan pembelajaran dan pengelolaan satuan pendidikan.  Direktur Pembinaan GTK PAUD dan Dikmas Kemendikbud RI, Abdoellah memberikan apresiasi untuk 11 kategori Lomba Pendidik Perorangan; 6 Kategori Lomba Tenaga Kependidikan Perorangan; 4 Kategori Lomba Pendidik dan Tenaga Kependidikan Daerah Khusus, dan;1 kategori Lomba Kelompok. Tidak ketinggalan juga apresiasi kepada defile terbaik pada acara pembukaan Apresiasi GTK PAUD dan Dikmas Berprestasi dan Berdedikasi tingkat Nasional 2019. “Dan alhamdulillah PKBM Miftahun Najah Banyuwangi meraih Juara 2 nasional kategori pengelola PKBM berprestasi,” kata Nuriyatus.

Nuriyatus menambahkan Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas sangat mendorong wajib belajar 12 tahun lewat program Smart Better (Semangat Belajar Warga Banyuwangi Agar Tambah Pintar). Caranya adalah mendorong anak putus sekolah untuk kembali mengenyam pendidikan. Jika yang masih berusia sekolah diwajibkan untuk sekolah lagi dengan pembiayaan dari pemerintah jika tidak mampu atau jika telah melebihi usia sekolah maka Pemkab Banyuwangi akan mengikut sertakan program kejar paket yang bisa diakses secara online dan gratis untuk warga Bumi Blambangan. “Seluruh peserta yang telah terdaftar bisa ikut program kejar paket di PKBM terdekat yang telah menjalin kerjasama dengan Dinas Pendidikan yang tersebar di seluruh kecamatan Banyuwangi,” katanya.

Ketua PKBM Miftahun Najah Rizal Dhofir mengaku bersyukur atas prestasi yang diraih ini. Menurut Dhofir, selama ini dukungan Pemkab Banyuwangi dalam mendukung peran PKBM sangat optimal. Selain itu, ucapan terima kasih juga disampaikan kepada pendamping provinsi dari BP PAUD dan Dikmas Jawa Timur M. Erfan Agus Munif dan Dhyna Roestianti, pengurus FK-PKBM Kabupaten Banyuwangi, rekan-rekan pengelola PKBM se kabupaten Banyuwangi, jajaran pengurus dan tutor PKBM Miftahun Najah yang memberikan dukungan secara langsung maupun tidak langsung.

Target PKBM Miftahun Najah kedepan adalah membantu pemerintah dalam memberikan layanan pendidikan nonformal yang prima kepada masyarakat. Mengurangi angka anak putus sekolah melalui Program Kesetaraan Paket A (setara SD/MI), B (setara SMP/MTs), dan C (setara SMA/MA). Selain itu, PKBM Miftahun Najah berupaya memberikan program life skill kepada warga belajar melalui pusat inkubator bisnis yang dijalankan oleh lembaga yaitu budidaya ayam broiler, budidaya lele, budidaya ayam kampung, produksi sandal karakter, jual beli ATK, dan percetakan. Harapannya agar alumni PKBM Miftahun Najah tidak hanya mendapatkan pengetahuan saja, tetapi juga mendapatkan keterampilan kewirausahaan untuk kemandirian ekonomi mereka.

“Sebagai pengelola PKBM, kita harus berupaya memberikan layanan nonformal yang prima kepada masyarakat agar PKBM menjadi lembaga pendidikan alternatif bagi masyarakat. Terus meningkatkan kualitas lembaga. Saya yakin ke depan pendidikan nonformal akan sangat dimininati mengingat pendidikan nonformal memiliki kurikulum yang lebih fleksibel dibandingkan dengan pendidikan formal.” kata Dofir. (*)

(bw/sgt/ics/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia