Minggu, 15 Dec 2019
radarbanyuwangi
icon featured
Edukasi
SMPN 1 Cluring

MPLS Untuk Siswa Baru dan Terapkan Program SKS

18 Juli 2019, 20: 02: 58 WIB | editor : AF. Ichsan Rasyid

SOSIALISASI: Kepala SMPN 1 Cluring Sudarman (kanan) dan koordinator pengawas SMP Banyuwangi H. Alfian mengikuti pemaparan program SKS untuk SMP dengan narasumber H. Mujib, kemarin (17/7).

SOSIALISASI: Kepala SMPN 1 Cluring Sudarman (kanan) dan koordinator pengawas SMP Banyuwangi H. Alfian mengikuti pemaparan program SKS untuk SMP dengan narasumber H. Mujib, kemarin (17/7). (THOMY FOR JAWAPOS.COM)

Share this          

CLURING-Memasuki tahun ajaran baru 2019/2020, SMPN 1 Cluring, mengadakan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) untuk siswa baru. Kegiatan itu, digelar selama tiga hari sejak Senin hingga Rabu (15-17/7).

Dalam MPLS itu para siswa baru mendapat materi kedisiplinan, pengenalan sekolah, pada para guru dan karyawan. Untuk puncak acara, dilaksanakan pentas kreasi siswa, dengan tari dan lagu yang dimainkan para siswa baru. “MPLS ini untuk menyambut siswa baru,” terang kepala SMPN 1 Cluring Sudarman.

Menurut Sudarman, dalam MPLS ini juga untuk menanamkan nilai-nilai pendidikan dan karakter pada para siswa baru, sehingga bisa menjadi lebih baik dari aspek kesantunan dan kedisiplinan. “Kita tekankan pada pembentukan karakter,” ujarnya.

Sudarman menyebut SMPN 1 Cluring terus mengembangkan diri dalam pendidikan. Mulai tahun ajaran baru 2019/2020 ini, sekolahnya akan menerapkan program sistem kredit semester (SKS). “Ada empat SMPN di Banyuwangi yang menerapkan program SKS,” terangnya.

Keempat sekolah itu, terang dia, SMPN 1 Banyuwangi, SMPN 1 Srono, SMPN 1 Genteng, dan SMPN 1 Cluring. Untuk lebih memantapkan program ini, empat sekolah itu menggelar pemantapan program SKS dengan menghadirkan narasumber kepala SMAN 1 Giri H. Mujib dan koordinator pengawas SMP Banyuwangi H. Alfian. “Sistem SKS kita terapkan tahun ajaran baru ini,” terangnya.

Ide menerapkan program SKS ini, jelas dia, untuk melayani keunikan siswa secara individu. Dengan harapan, para siswa bisa menempuh pendidikan di SMP dengan empat semester atau dua tahun, enam semester atau tiga tahun. “Bagi siswa yang sibuk dengan kegiatan, bisa menempuh pendidikan SMP delapan semester atau empat tahun,” ungkapnya.

Program SKS ini, lanjut dia, tidak beda dengan program pendidikan di perguruan tinggi. Para mahasiswa bisa lulus dengan menyandang gelar sarjana dengan tiga tahun atau lima tahun. “Cuma kalau di SMP sampai empat tahun, bisa dicap kurang bagus oleh masyarakat,” ujarnya.

Sekolah itu, masih kata dia, sebenarnya tidak hanya mencari nilai yang bagus, tapi juga untuk memperbaiki laku hidupnya.  Sehingga, bila terjun di masyarakat hidupnya menjadi baik dan mapan secara sosial. “Itu tujuan yang kami gagas dengan sistim kredit semester ini,” katanya. (*)

Sudarman

Sudarman

SEMANGAT: Para siswa baru SMPN 1 Cluring mengikuti penutupan MPLS di aula sekolah, kemarin (17/7).

SEMANGAT: Para siswa baru SMPN 1 Cluring mengikuti penutupan MPLS di aula sekolah, kemarin (17/7).

(bw/rio/ics/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia