Senin, 19 Aug 2019
radarbanyuwangi
icon featured
Edukasi

Kampanye Pemenuhan Nutrisi Remaja Putri di SMKN 1 Banyuwangi

18 Juli 2019, 19: 27: 53 WIB | editor : Ali Sodiqin

GAYENG: Wakil Kedutaan Besar Australia Allaster Cox melakukan tanya jawab kepada siswa SMKN 1 Banyuwangi.

GAYENG: Wakil Kedutaan Besar Australia Allaster Cox melakukan tanya jawab kepada siswa SMKN 1 Banyuwangi. (Ramada Kusuma/RaBa)

Share this          

BANYUWANGI – Didukung Lembaga Kesehatan Internasional Nutrition International (NI), Banyuwangi menggelar Kampanye Bebas Anemia yang diikuti ratusan remaja putri di SMKN 1 Banyuwangi, Kamis (18/7).

Hadir dalam kampanye tersebut Presiden Direktur & CEO Nutrition International Joel Spicer, Wakil Duta besar Australia untuk Indonesia Allaster Cox, dan Ketua TP PKK Banyuwangi Ipuk Festiandani Azwar Anas.

Anemia masih menjadi momok bagi para wanita terutama remaja putri. ”Adapun angka anemia di Indonesia sebesar 40 persen,” ujar Joel Spicer dalam kampanye tersebut.

Status gizi remaja putri dan ibu hamil saling berkaitan. Remaja putri yang kemudian menjadi ibu, apabila gizinya kurang baik maka ketika hamil akan berisiko melahirkan anak bertubuh pendek atau yang biasa disebut stunting.

Banyuwangi dinilai sebagai daerah yang mempunyai perhatian tinggi pada kesehatan remaja putri dan Ibu hamil. ”Untuk itu kami pun menggelar kampanye di sini,” ujar Joel, disambut riuh tepuk tangan dari siswi SMKN 1 Banyuwangi.

Sementara itu, Menurut Ketua TP PKK Banyuwangi Ipuk Festiandani, peran wanita sangat penting dan semakin besar seiring perjalanan hidup ke depannya. Untuk itu, kampanye pemenuhan nutrisi bagi remaja putri telah dilakukan sejak 2016. ”Tidak hanya masalah zat besi, namun mulai yodium hingga nutrisi yang menyeluruh,” ujar istri Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas yang akrab disapa Dani tersebut.

Dani lalu mencontohkan program Anak Tokcer, Si Jari Merah (Generasi Remaja Putri Merdeka dari Kurang Darah), hingga program pemenuhan garam yodium yang didistribusikan lewat penjual sayur. ”Alhamdulillah, progresnya menunjukkan hasil yang positif. Menurut data Dinas Kesehatan sudah ada penurunan hingga 10–12 persen bagi remaja yang mengalami anemia,” kata Dani.

Pada waktu yang sama, Wakil Kedutaan Besar Australia untuk Indonesia Allaster Cox menerangkan, kehadirannya di SMKN 1 Banyuwangi juga untuk mengetahui apa mimpi dan cita-cita siswi di sana. Saat ini perempuan bisa melakukan pekerjaan atau profesi yang sebelumnya lazim dilakukan oleh para kaum pria saja.

Ditambahkan oleh Country Director Indonesia Nutrition International Sri Kusyuniati, program ini sebenarnya sudah berjalan selama dua tahun. Pihaknya mengaku sangat gembira dengan kerja sama ini karena Banyuwangi sangat peduli dan kreatif dalam program-program yang dijalankan.

”Kami memastikan bahwa program pemerintah dalam mewujudkan kesehatan perempuan, berjalan dengan baik. Selain masalah kesehatan anemia, kami juga konsen pada pencegahan stunting lewat kecukupan yodium pada ibu hamil,” kata Sri.

Kepala SMKN 1 Banyuwangi Paidi selaku tuan rumah turut merasa bangga, sebab sekolah yang menyandang gelar Adiwiyata Mandiri ini dijadikan pusat kampanye anti stunting. Seluruh siswi SMKN 1 Banyuwangi diberi Tablet Tambah Darah (TTD) untuk mencegah anemia. Harapannya mereka bisa lebih aktif, lebih fokus dalam menimba ilmu, hingga mampu meraih cita-cita yang diimpikan.

(Dari kiri) First Secretary Dubes Kanada Diane Briand, Presiden & CEO Nutrition International Joel Spicer, Ketua TP PKK Dani Anas, dan Wakil Dubes Australia Allaster Cox

(Dari kiri) First Secretary Dubes Kanada Diane Briand, Presiden & CEO Nutrition International Joel Spicer, Ketua TP PKK Dani Anas, dan Wakil Dubes Australia Allaster Cox (Ramada Kusuma/RaBa)

(bw/*/als/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia