Senin, 19 Aug 2019
radarbanyuwangi
icon featured
Berita Daerah
Stikes Banyuwangi Menggebrak Negeri Kanguru

Tampilkan Konstum BEC, Jadi Foto Utama Koran Australia

13 Juli 2019, 08: 58: 34 WIB | editor : AF. Ichsan Rasyid

BAWA NAMA BAIK BWI: Galang bersama anggota delegasi Banyuwangi menjadi primadona saat tampil di Australia pertengahan Juni lalu. BIKIN GEMPAR: Galang, Tri ragel, dan Naura mengenakan kostum BEC jadi foto utama koran Australia.

BAWA NAMA BAIK BWI: Galang bersama anggota delegasi Banyuwangi menjadi primadona saat tampil di Australia pertengahan Juni lalu. BIKIN GEMPAR: Galang, Tri ragel, dan Naura mengenakan kostum BEC jadi foto utama koran Australia.

Share this          

Gaung potensi wisata Banyuwangi membahana hingga Australia. Menampilkan tari khas Bumi Blambangan serta kostum Banyuwangi Ethno Carnival (BEC), mahasiswa Stikes Banyuwangi, Galang Apri Yulianto, tampil memukau pada acara bergengsi di negeri kanguru tersebut.

SIGIT HARIYADI, Banyuwangi

BANGGA. Itulah yang dirasakan Galang Apri Yulianto, 22, ketika didaulat menjadi bagian delegasi kebudayaan Banyuwangi di negeri Kanguru. Bersama dua rekannya, M. Tri Ragel Alfan dan Naura Salwa Sabilillah, mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes) Banyuwangi, itu dipercaya menampilkan kesenian dan pariwisata Banyuwangi.

            Bukan sembarangan, Galang dan rekan-rekannya didaulat tampil pada ajang bergengsi bertajuk The Filipino Independence Party dan Boulder Market Day. Acara yang diselenggarakan di Kota Kalgoorlie-Boulder, Western Australia, ini berlangsung pada 16 sampai 17 Juni lalu.

            Dalam acara bergengsi tersebut mereka menampilkan tarian khas Banyuwangi, yakni Gandrung Marsan. Selain itu, ketiganya tampil memukau dengan balutan kostum Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) bertema Majestic Ijen.

            Penamplan mereka menuai sambutan luar biasa penonton. Bahkan, foto Galang, Tri, dan Naura saat mengenakan kostum BEC menjadi foto utama media setempat, yakni Kalgoorlie Miner, Australia.

Galang mengatakan, undangan untuk hadir di Australia datang dari Kyran O’donnel, selaku member for Kalgoorlie Shadow Minister for Aborginal Affairs. Undangan disampaikan melalui surat resmi yang ditujukan kepada Kedutaan Besar Australia yang ada di Indonesia. “Kesempatan yang tidak datang dua kali ini, maka harus kami manfaatkan sebaik mungkin,” ujarnya.

Galang menuturkan, tari Gandrung Marsan dipilih untuk ditampilkan pada acara bergengsi tersebut. Bukan tanpa alasan, tarian itu memiliki makna mendalam. “Pada masa kolonial, tari gandrung dibawakan oleh laki-laki bernama Marsan. Gandrung digunakan untuk memberikan kode-kode tersembunyi pada para pejuang melalui tarian dan nyanyian,” ujar mahasiswa Program Studi (Prodi) Strata Satu (S1) Keperawatan Stikes Banyuwangi tersebut.

Sementara itu, Ketua Stikes DR H Soekardjo turut memberikan apresiasi terhadap ketiga delegasi Banyuwangi yang tampil The Filipino Independence Party dan Boulder Market Day tersebut. Sebagai perguruan tinggi, pihaknya memberikan support kegiatan non akademik ini.

Dikatakan, kegiatan ekstrakurikuler ini ditujukan agar mahasiswa dapat mengembangkan kepribadian, bakat dan kemampuannya diberbagai bidang dluar bidang akademik. “Stikes juga memberikan apresiasi atas prestasi non akademik tersebut,” kata pria yang dinobatkan sebagai Pelopor Pendidikan Kesehatan PWI Award 2018 ini.

            Tidak hanya itu, melalui Forum Banyuwangi Sehat (FBS), pihaknya melibatkan mahasiswa dalam mengedukasi untuk Perilaku Hidup Bersih dan Sehat. Mereka dikenalkan melalui berbagai forum. Misalnya dua minggu lalu bersama Forum Komunikasi Kecamatan Sehat (FKKS) Licin bekerjasama dengan Tim Promotor UKS Stikes Banyuwangi menggugah rasa kepedulian tentang kesehatan di acara B-Fest. Yaitu Festival Sego Lemeng dan Kopi Uthek yang berada di Desa Banjar Kecamatan Licin Sabtu (6/7).

            Dalam kegiatan itu, mahasiswa memberitahukan kepada warga untuk menjunjung 5 Pilar Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM). 5 pilar STBM antara lain pilar pertama yaitu Masyarakat bisa membuang air besar di jamban, kedua Mencuci tangan menggunakan Sabun di air yang mengalir, ketiga Pengelolaan air minum dan makanan rumah tangga, pilar keempat pengelolaan sampah rumah tangga, pilar terakhir Pengelolaan Limbah Cair Rumah Tangga. “Melibatkan mahasiswa dalam kegiatan seperti ini sangat mendukung untuk membentuk kepribadian mereka,” ujar Top Figure Innovatif Award 2014 ini. (*)

(bw/sgt/ics/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia