Minggu, 15 Dec 2019
radarbanyuwangi
icon featured
Ekonomi Bisnis

Ini Yang Diajarkan Mahasiswa Uniba di Bulusan

12 Juli 2019, 21: 04: 28 WIB | editor : Syaifuddin Mahmud

ANTUSIAS: Ibu-ibu yang tinggal di Bulusan diajari menganyam di MI Raudhotut Tholibin, Bulusan, kemarin (11/7).

ANTUSIAS: Ibu-ibu yang tinggal di Bulusan diajari menganyam di MI Raudhotut Tholibin, Bulusan, kemarin (11/7). (DEDY JUMHARDIYANTO/Jawapos.com)

Share this          

KALIPURO – Puluhan kaum ibu di Bulusan, Kecamatan Kalipuro mengikuti pelatihan membatik dan menganyam, Kamis kemarin (11/7). Pelatihan yang diselenggarakan oleh mahasiswa Universitas PGRI (Uniba) Banyuwangi itu merupakan kegiatan Program Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran dan Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM).

Program KKN-PPM tersebut merupakan kegiatan KKN yang didanai dan mendapat pengawasan Kementerian Riset dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti). ”Universitas PGRI Banyuwangi menerima dana hibah sebanyak 22 Penelitian Dosen Pemula (PDP) dan 8 Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM), di mana 2 di antaranya adalah Program KKN-PPM,” ungkap Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas PGRI Banyuwangi Rachmaniah Mirza Hariastuti MPd.

Menurut Rachmaniah, melalui pelatihan dan pengembangan keterampilan membatik dan menganyam bambu tersebut, masyarakat Kelurahan Bulusan terutama ibu-ibu dapat mengembangkannya, sehingga dapat meningkatkan ekonomi keluarga. ”Sasaran pelatihan ini adalah ibu-ibu berusia produktif,” terangnya.

Lurah Bulusan Arif Rahman Hakim mengaku sangat bersyukur KKN-PPM Uniba Banyuwangi memberikan perhatian kepada masyarakat Bulusan yang rata-rata sebagian besar bekerja sebagai nelayan.    Dengan pelatihan tersebut, diharapkan ibu-ibu yang di rumah tidak sekadar berdiam diri menunggu hasil kerja suami menangkap ikan di laut. Dengan pembekalan ini, emak-emak bisa mengembangkan potensi keterampilan membatik dan menganyam tersebut. ”Harapan kami para peserta pelatihan ini bisa mengembangkan dan kami juga akan menindaklanjuti hasil pelatihan ini melalui dana kelurahan,” ujarnya.

Selama pelatihan membatik, ibu-ibu tampak sangat antusias. Mereka diajari menggambar pola hingga mencanting. Yang menarik, motif batik yang digambar ibu-ibu adalah batik gajah oling kelor dan kelentang. Yakni gambar motif gajah oling dipadu dengan gambar daun kelor dan kelenteng. ”Kita ingin potensi yang dimiliki Kelurahan Bulusan juga muncul di motif batik ini sebagai ciri khas yang tidak dimiliki motif batik lain di Banyuwangi,” tandasnya.

Ketua Tim PKM KKN-PPM Agus Mursini, M.Pd menjelaskan, program yang dilaksanakan di Bulusan merupakan pengabdian masyarakat yang lolos mendapatkan dana hibah dari Kemenristekdikti. Setahun yang lalu, Agus yang juga Dekan FKIP Uniba melihat mata pencaharian masyarakat Bulusan dominan nelayan. Belum ada keterampilan khusus yang menjadi karakteristik Bulusan.  Sehingga, pelatihan pembuatan batik dan keterampilan anyaman bambu menjadi program rintisan yang akan diajukan pada Kemenristekdikti sebagai pengabdian masyarakat KKN pada tahun 2019. 

Program ini merupakan pemberdayaan masyarakat dengan harapan dapat digunakan sebagai penghasilan tambahan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat Bulusan. PKM KKN-PPM melibatkan 20 mahasiswa dari 11 prodi di lingkungan Universitas PGRI Banyuwangi. Dalam melaksanakan program berkolaborasi dengan Tim Dosen KKN-PPM (Agus Mursidi, Rachmaniah Mirza Hariastuti, dan Harwanti Noviandari).  (*)

(bw/ddy/aif/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia