Kamis, 21 Nov 2019
radarbanyuwangi
icon featured
Edukasi
Cara Menangkar Burung Hantu

Inovasi Dinas Pertanian Basmi Serangan Hama Tikus

07 Juli 2019, 20: 56: 02 WIB | editor : AF. Ichsan Rasyid

PREDATOR TIKUS: Untuk mengururangi serangan hama tikus tanaman petani, APBD mengucurkan menggelontor dana Rp 100 Juta untuk menangkar burung hantu.

PREDATOR TIKUS: Untuk mengururangi serangan hama tikus tanaman petani, APBD mengucurkan menggelontor dana Rp 100 Juta untuk menangkar burung hantu. (IKHSAN RASYID/JAWAPOS.COM)

Share this          

Untuk mengurangi serangan hama tikus yang sering menyerang lahan pertanian warga, Dinas Pertanian pengembangkan peternakan burung hantu atau Tyto Alba. Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2019, menyediakan dana Rp 100 juta untuk penangkaran burung hantu.

----------------------------------------

Hampir setiap tahun, sejumlah kelompok tani di Banyuwangi mengeluhkan serangan hama tikus yang merusak tanaman padi mereka. Tidak sedikit, kelompok tani yang harus menerima kenyataan pahit karena harus gagal panen karena serangan hama tikus.

Kepala Dinas Pertanian Arief Setiawan mengungkapkan, serangan hama tikus yang sering menyerang tanaman padi petani jumlahnya tidak sedikit, tapi mencapai ribuan tikus. Akibatnya petani banyak yang gagal panen karena serangan hama tikus. "Karena hama tikus itu, tidak hanya memakan buah padi, tapi banyak hanya merusak tanaman," ungkap Arief.

Serangan hama tikus itu, seringkali muncul saat tanaman padi hampir berbuah dan tanam padi mulai berbuah tapi masih muda. Kalau hanya makan buanya dan tangkainya, tidak seberapa tapi kalau sudah merusak itulah menimbulkan kerugian besar pada petani.

Kenapa tidak memilih meracun atau memberi  rodentisida untuk membasmi hama tikus? "Setiap ada laporan atau kasus adanya serangan hama tikus yang masuk ke dinas, saya sering anjurkan petani membasmi secara alam ketimbang meracun dengan rodentisida," kata Arief.

Kenapa harus menggunakan cara alam? hasilnya akan lebih efektif ketimbang menggunakan racun. Salah satu penyelesaian dengan cara alam adalah pengembangbiakan burung hatu. "Meningkatnya serangan hama tikus disebabkan karena menurunnya populasi burung hantu. Memang burung hantu bukan satu-satunya binatang predator tikus, tapi ada binatang lain seperti ular," sebutnya.

Apabila sudah kenyang, kata Arief, burung hantu itu mempunyai kemampuan untuk membunuh tikus bukan untuk dimakan 25 ekor setiap malam. Selain itu burung hantu memiliki daya penglihatan yang sangat tajam, sehinggan dapat mendeteksi dan memburu tikus jarak jauh.

Burung hantu dapat bertelur dua kali dalam setahun. Biasanya bertelurnya pada Pebruari dan Juni, dan sekali bertelur rata rata 12 butir, namun yang menetas berkisar 7 hingga 8 ekor. Sehingga berkembang biaknya sangat cepat.

Pemanfaatan burung hantu sebagai predator tikus sangat efektif dan efisien, karena menghemat biaya dan tenaga bila dibandingkan racun atau rodentisida. Karena itu, Arief mendorong kelompok tani dapat menangkarkan burung hantu. Selain itu, kata Arief, kalau pembasmian takus itu menggunakan racun, serangan tikus bukan tambah berkurang tapi sebaliknya.  "Tikus itu kalau dibasmi dengan racun, yang terjadi adalah melakukan balas dendam. Makanya kita anjurkan petani dengan acara alam saja," tambahnya. (*)

(bw/ics/ics/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia