Kamis, 21 Nov 2019
radarbanyuwangi
icon featured
Ekonomi Bisnis
DINAS PERTANIAN BANYUWANGI

Kementan RI Tambah Hadiah Rp 50 Juta

01 Juli 2019, 08: 38: 53 WIB | editor : AF. Ichsan Rasyid

SAMBUTAN: Staf Ahli Lingkungan Pertanian Menter Pertanian Pending Dadih Permana mengatakan, ASC sejalan dengan program regenerasi pertanian yang digalakkan Kementan sejak 2015

SAMBUTAN: Staf Ahli Lingkungan Pertanian Menter Pertanian Pending Dadih Permana mengatakan, ASC sejalan dengan program regenerasi pertanian yang digalakkan Kementan sejak 2015

Share this          

      

      Langkah Pemkab Banyuwangi menggelar ASC menuai apresiasi Kementerian Pertanian (Kementan) RI. Staf Ahli Lingkungan Pertanian Menteri Pertanian Pending Dadih Permana mengatakan, ASC sejalan dengan program regenerasi pertanian yang digalakkan Kementan sejak 2015. “Kami mengapresiasi Bupati Anas dan jajarannya yang telah menggelar ASC. Kami berharap, kompetisi ini digelar secara berkelanjutan. Sebagai wujud apresiasi Pak Menteri memberikan tambahan hadiah Rp 50 juta untuk pemenang ASC 219,” ujarnya saat menghadiri grand final ASC 2019 di Hotel Aston Jumat lalu (29/6).

     Bahkan, Pending menilai ASC bisa menjadi titik awal kebangkitan agribusiness Indonesia. “Mudah-mudahan lewat ajang ini anak-anak muda mampu mewujudkan Indonesia sebagai negara agraris yang disegani dunia,” kata dia.

     Kepala Dinas Pertanian (Disperta) Arief Setiawan menuturkan, tahun ini ASC tidak hanya diikuti peserta asal Banyuwangi. Lebih dari itu, anak-anak muda dari berbagai daerah, mulai Makasar, Mataram, Yogyakarta, Jakarta, Malang, Jember, Batu, Bondowoso, Pasuruan, Kediri, Bangkalan, Bandung, Manado, hingga Semarang juga ikut ambil bagian dalam kompetisi tersebut. “Sehingga anak-anak muda Banyuwangi bisa sharing sekaligus membangun jaringan dengan anak-anak muda dari berbagai penjuru tanah air,” ujarnya.

     Sementara itu, sebanyak 653 peserta membentuk tim dan mengirimkan 267 proposal. Di antara ratusan proposal yang masuk, dipilih 54 tim yang berhak melaju ke babak final. Rinciannya, 27 peserta dari kategori rintisan usaha dan 27 lainnya adalah peserta lomba kategori perencanaan usaha.

     Selanjutnya, 54 finalis mempresentasikan proposal sekaligus wawancara dengan dewan juri. Dewan juri lantas memilih sepuluh tim terbaik yang melaju ke babak grand final. Hasilnya, tim asal Institut Pertanian Bogor (IPB), Kharisma Crop berhasil menjadi juara I ASC 2019.

     Kepala Bidang (Kabid) Tanaman Pangan menambahkan, Ilham Juanda, pihaknya berterima kasih kepada seluruh pihak, khususnya juri dan peserta ASC yang telah berpartisipasi dalam kompetisi ASC 2019. Even Banyuwangi Festival yang digelar pada tahun kedua ini menyempurnakan even serupa tahun lalu.

     Sampai dengan batas akhir pendaftaran, kata Ilham, peserta yang mendaftar ASC sejumlah 653 dari seluruh Indonesia. Mereka wajib mengirimkan proposal sebanyak 267 tim yang terdiri dari 104 tim kategori Rintisan Usaha Agribisnis dan 163 tim kategori Ide Usaha Agribisnis.

     Kompetisi ini melombakan dua kategori. Pertama, rintisan usaha pertanian yang telah berjalan maksimal 3 tahun. Kedua, proposal rencana bisnis (business plan). Bidang pertanian yang bisa diikuti pun luas, mulai pertanian, perkebunan, peternakan dan perikanan hingga beragam produk olahannya. Rangkaian ASC 2019 sangat panjang, peserta harus mempresentasikan hasil rintisan usaha maupun rencana bisnisnya di hadapan dewan juri.                             Diakui, peserta ASC 2019 sangat luar biasa. Saat harus menentukan 10 peserta terbaik hingga penentuan sang juara, dewan juri harus berdebat satu sama lainnya. “Insyaallah ASC bisa kita gelar tahun depan dengan  konsep yang lebih sempurna dengan tetap mengedepankan terobosan pendekatan agribisnis bergaya milenial,” ujar Ilham kemarin.

Dalam ASC 2019 ini, dewan juri yang dihadirkan adalah Dr Luh Putu Suciati SP MSi (Dosen Fakultas Pertanian Universitas Jember), Fathurrahman SP MP (Dekan Fakultas Pertanian dan Perikanan Universitas 17 Agustus 1945 Banyuwangi), Danang Sudarso Widya Prakoso Joyo Widakdo SP MM (Koordinator Program Studi Agribisnis Politeknik Negeri Banyuwangi), dan Dwi Arraziqi SKom MKom (Dosen Sekolah Tinggi Ilmu Komputer STIKOM Banyuwangi). (sgt/afi)

(bw/sgt/ics/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia