Kamis, 21 Nov 2019
radarbanyuwangi
icon featured
Berita Daerah
DINAS PERTANIAN BANYUWANGI

Ciptakan Crop Hero, Bantu Petani Tentukan Tanaman Paling Cocok

Kharisma Crop, Juara ASC Dari IPB

01 Juli 2019, 08: 31: 04 WIB | editor : AF. Ichsan Rasyid

SANG JUARA: Daka dan Dewi berfoto besara Kepala Dinas Pertanian Arief Setiawan dan jajaran Disperta Banyuwangi.

SANG JUARA: Daka dan Dewi berfoto besara Kepala Dinas Pertanian Arief Setiawan dan jajaran Disperta Banyuwangi.

Share this          

RATUSAN anak muda berkumpul di hall Hotel Aston Banyuwangi Jumat pagi (29/6). Bukan hanya berasal dari seantero penjuru Banyuwangi, tidak sedikit pula millenial asal berbagai daerah di tanah air ikut nimbrung di lokasi tersebut.

Mereka adalah para grand finalis ajang Agribusiness Startup Competition (ASC) 2019. Harapan besar terhadap kebangkitan sektor agribusiness Indonesia disematkan di pundak mereka.

BUAH KERJASAMA: Daka Putera dan Dewi Anawati menunjukkan alat peraga dalam kompetisi ASC 2019

BUAH KERJASAMA: Daka Putera dan Dewi Anawati menunjukkan alat peraga dalam kompetisi ASC 2019

          Harapan itu diutarakan oleh Staf Ahli Lingkungan Pertanian Kementerian Pertanian (Kementan) RI Pending Dadih Permana. Dia menuturkan, ASC adalah program yang luar biasa bagus. “Lewat ajang ini, mudah-mudahan anak-anak muda mampu mewujudkan Indonesia menjadi negara agraris yang disegani dunia,” ujarnya saat menghadiri Grand Final ASC tersebut.

          Sementara itu, setelah prosesi pembukaan, seluruh grand finalis menjalani sesi presentasi dan interview dengan dewan juri. Proses ini berjalan hingga sekitar pukul 15.30.

          Sejurus kemudian, tibalah saatnya pengumuman sepuluh tim peserta yang menjadi juara satu sampai sepuluh ajang tersebut. Dewan juri menyebutkan menyebutkan sepuluh tim dan meminta satu perwakilan tim naik ke panggung. Tak ayal, wajah-wajah tegang melingkupi hall hotel yang berlokasi di jalan Brawijaya, Banyuwangi itu.

          Satu per satu nama tim disebut berurutan dari bawah. Tepuk tanga pun membahana setiap kali dewan juri menyebut nama tim yang menjadi juara sepuluh hingga juara empat. Nuansa ketegangan semakin terasa ketika tersisa tiga tim terbaik yang bakal meraih gelas juara I hingga juara III.

          Singkat cerita, dewan juri memutuskan tim Kharisma Crop sebagai jawara ASC 2019. Tim yang beranggotakan enam mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB), ini menciptakan teknologi pertanian yang berfungsi memonitor kondisi lingkungan.

          Chief Technology Officer (CTO) and Founder Kharisma Crop Bung

Daka Putera mengatakan, Crop Hero merupakan mesin untuk monitoring kondisi lingkungan berbasis internet of things. Maksudnya, alat ini memiliki kemampuan mentransfer data lewat jaringanm tanpa memerlukan adanya interaksi dari manusia ke manusia ataupun dari manusia ke perangkat komputer.

          Crop Hero didesain untuk pemanfaatan dalam ruangan (indoor), misalnya green house, serta untuk lahan pertanian luar ruangan (outdoor). Dengan alat ini, ada berbagai parameter yang dapat diketahui. Mulai suhu udara, suhu air, kelembaban udara, intensitas cahaya.

          Selain parameter-parameter tersebut, Crop Hero untuk pemanfaatan indoor dilengkapi dengan sensor pengukur PH air. Sedangkan untuk outdoor, Crop Hero dilengkapi dengan sensor pengukur PH tanah, arah angin, kecepatan angin, hingga curah hujan.

          Mekanisme kerjanya, data yang ditengkap berbagai sensor itu dikumpulkan jadi satu. Selanjutnya, data itu ditampilkan dalam bentuk grafik historical data lingkungan. “Karena itu, mesin ini juga dilengkapi dengan aplikasi penampil data grafik,” ujar Daka.

          Anggota tim Kharisma Crop yang lain, Dewi Anawati menuturkan, dengan Crop Hero, petani bisa mengetahui data lingkungan pertanian. “Dengan data tersebut, bisa tahu jenis tanaman apa yang lebih cocok ditanam di lahan miliknya,” kata dia.

          Dewi menambahkan, bisnis rintisan yang digarap bareng oleh enam mahasiswa IPB tersebut sudah berjalan sejak Maret 2018. Mereka berasal dari tiga jurusan, yakni Teknik Mesin dan Biosistem, Teknologi Pangan, serta Teknik Sipil dan Lingkungan. “Saat ini kami sudah punya customer empat perusahaan. Selain itu, ada pula customer perorangan hingga mahasiswa untuk keperluan peneliti dan lain-lain,” pungkasnya. (*)

(bw/sgt/ics/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia