Jumat, 19 Jul 2019
radarbanyuwangi
icon featured
Edukasi

Periset LPDP Unej Tularkan Ilmu Pengembangan Produk Industri Kreatif

30 Juni 2019, 17: 21: 57 WIB | editor : Ali Sodiqin

KONTINU: Peserta workshop menyimak paparan Tim Periset LPDP Universitas Jember di hall Hotel Aston Banyuwangi, Sabtu (29/6).

KONTINU: Peserta workshop menyimak paparan Tim Periset LPDP Universitas Jember di hall Hotel Aston Banyuwangi, Sabtu (29/6). (Ramada Kusuma/RaBa)

Share this          

BANYUWANGI – Memasuki tahun kedua kerja ilmiahnya di Banyuwangi, Tim Periset Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) dari Universitas Jember (Unej) kembali menggelar acara keberlanjutan dari program tahun 2017/ 2018. Kegiatan yang diselenggarakan di Seblangroom Hotel Aston siang kemarin berupa workshop dan pelatihan optimalisasi potensi budaya lokal dan pengembangan produk industri kreatif.

Kegiatan ini melibatkan sejumlah praktisi seperti Ketua Hipmi Banyuwangi Ruth Suhartatik, Brand Developer Yayak Ekay Cahyanto, dan entrepreneur Rendra Wirawan yang berbagi ilmu kepada para peserta.

Kepada wartawan Jawa Pos Radar Banyuwangi, Ketua Tim Periset Prof Dr Novi Anoegrajekti MHum menjelaskan, riset yang didanai LPDP ini berlangsung sejak tahun 2017/2018 dan tahun 2019 ini memasuki tahun kedua. Target tahun pertama menghasilkan draf modul pelatihan batik gandrung, film dokumenter, narasi seblang, cerita rakyat, dan manajemen industri kreatif. Semuanya berbasis ritual seblang (Desa Olehsari dan Desa Bakungan) dan seni tradisi gandrung.

Tidak hanya itu, kata Novi, pada tahun pertama penelitian ini menghasilkan desain motif batik gandrung. Motif ini merupakan kreasi masyarakat Banyuwangi yang memiliki pengetahuan dan penghayatan ikhwal seni tradisi gandrung yang dituangkan dalam rancangan batik melalui lomba. ”Kita sekarang punya batik gandrung, hasil pemenang lomba kemarin,” terangnya.

Tahun ini, kata dia, target yang dipasang tim riset yaitu melanjutkan keberhasilan tahun lalu berupa naskah akademik sebagai landasan dan dasar penyusunan produk hukum perda atau perbup.

Novi menambahkan, tindak lanjut dari target kebijakan, pada tahun kedua ini tim periset menindaklanjuti dengan penyusunan legal drafting Raperda Optimalisasi Potensi Budaya Osing Banyuwangi. Raperda tersebut telah diserahkan kepada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Banyuwangi dan ditindaklanjuti dengan menyerahkannya kepada Bagian Hukum Pemerintah Daerah Kabupaten Banyuwangi.

Penyusunan raperda tersebut bersifat strategis karena sekaligus sebagai penjabaran lebih lanjut dari UU Nomor 5/2017 tentang Pemajuan Kebudayaan. ”Raperda akan kita serahkan, mitra kita mulai dari Disbudpar, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), hingga Dinas Koperasi UMKM,” paparnya.

Upaya optimalisasi potensi budaya Osing Banyuwangi ini akan ditindaklanjuti dengan menyelenggarakan pelatihan keterampilan batik gandrung, film dokumenter, narasi seblang, dan cerita rakyat. Sedangkan manajemen industri kreatif diikuti oleh 49 peserta dari karang taruna, pelajar, guru, dan warga.

Pasca pelatihan, tim riset juga akan melakukan pendampingan kepada para peserta. Novi berharap mereka akan menjadi pelopor dalam mengembangkan industri kreatif berbasis budaya, khususnya seni tradisi dan ritual. ”Kami berharap implementasi hasil riset ini bermanfaat bagi masyarakat Banyuwangi. Saat ini manajemen industri kreatif, dilanjutkan workshop-workshop yang lain,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, ketua tim periset juga menyerahkan peralatan untuk praktik pembuatan film dokumenter berupa laptop dan kamera, tripod, dan zoomix audio recorder. Tim periset berharap fasilitas tersebut dapat menghasilkan produk yang layak untuk dipublikasikan.

(bw/sli/rbs/als/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia