Jumat, 19 Jul 2019
radarbanyuwangi
icon featured
Edukasi
PIRN ke XVIII Banyuwangi

Kawan PAUD Tunjukkan Grand Desain Generasi Sains Millenial

25 Juni 2019, 08: 26: 33 WIB | editor : AF. Ichsan Rasyid

GENERASI SAINS MILLENIAL: Siswa PAUD saat memamerkan hasil robotiknya dihadapan Bupati Anas dan Kadispendik Sulihtiyono, kemarin

GENERASI SAINS MILLENIAL: Siswa PAUD saat memamerkan hasil robotiknya dihadapan Bupati Anas dan Kadispendik Sulihtiyono, kemarin

Share this          

PROGRAM literasi sains Anak Usia Dini melalui program Seameo Qitep Sains menjadi salah satu sisi menarik dari stand peserta Perkemahan Ilmiah Remaja Nasional (PIRN) XVIII pada Senin (24/6). Ya, stand  Kawan PAUD ini sangat selaras dengan tema PIRN ke XVIII yakni Generasi Sains Millenial Penggerak Kemandirian Ekonomi Daerah. Diharapkan dengan cara dan strategi jitu ini dapat membantu mengoptimalkan pengembangan anak usia dini.

Kepala Dinas Pendidikan Banyuwangi Sulihtiyono mengatakan, jika ingin mengubah mutu pendidikan, mengurangi kemiskinan, dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi, maka harus terus meningkatkan akses dan mutu pendidikan anak usia dini (PAUD). Maka Pemkab Banyuwangi telah memberikan  perhatian khusus untuk pengembangan anak usia dini.

Untuk meningkatkan akses dan mutu pendidikan PAUD ini, Dispendik membuat program  inovasi yang dinamakan Kawan PAUD (Gerakan Wajibkan diri untuk membantu optimalkan pengembangan anak usia dini). Desain strateginya yaitu meningkatkan parenting bermutu ortu PAUD, meningkatkan layanan terhadap AUD (memenuhi kebutuhan esensialnya), meningkatkan mutu SDM    dan kelembagaan PAUD, dan mendorong partisipasi publik. “Dalam Grand Desain program Kawan PAUD meliputi substansi  pengembangan mutu yang sesuai dengan generasi sains millenial,” kata Sulihtiyono.

Dikatakan, sosialisasi terhadap program Kawan PAUD ini sudah dan akan terus dilakukan Seperti melibatkan orang tua dan guru PAUD dalam lomba ber-ide, selain itu menstimulus melalui interaksi pembelajaran PAUD yang bermutu. “Hal yang paling penting adalah memberikan edukasi tentang seberapa memenuhi standar gizi  yang sudah diberikan kepada anak. Asupan gizi dan stimulasilah yang dapat melejitkan kecerdasan anak usia dini 0-2 tahun dan trend-nya hingga sebelum 6 tahun,” kata Sulihtiyono kemarin.

Dikatakan, Kawan PAUD ini implementasinya melalui penguatan dan pengayaan varian bentuk stimulasi melalui program unggulan tematik, seperti sekolah sahabat keluarga, sekolah ramah anak, sekolah tahfidz usia dini/sejahtera, sekolah ramah lingkungan, sekolah berbasis kearifan lokal, sekolah best practice dan program unggulan lainnya. “Kawan PAUD ini sudah dilaksanakan sedemikian rupa, yang target output-nya semua pihak bergerak (mewajibkan diri) membantu optimalkan tumbuh kembang anak usia dini, outcome-nya setiap anak usia dini memperoleh layanan optimalisasi tumbuh kembang secara terukur dan semakin mutu, sehingga si anak usia dini benar-benar mengalami tumbuh kembang secara signifikan, disisi lain hal tersebut  goal-nya dalam rangka menyiapkan generasi dan peradaban unggul,” ujar Sulihtiyono.

Hal senada dikatakan oleh Kabid PAUD Dispendik Sunari. Menurut Sunari, walaupun selama ini nyaris semua pihak sudah sebegitu perlu diapresiasi dalam menangani  anak usia dini ibaratnya "sudah tidak kurang-kurang" namun masih saja ada sisi ruang yang kurang dalam optimalkan tumbuh kembang anak usia dini di usia emasnya,  sehingga memacu dan menstimulasi dengan pendekatan strategi yang lebih jitu untuk optimalkan pertumbuhan dan perkembangan anak usia PAUD. Saat ditanya kapan waktu yang tepat untuk menentukan kesuksesan dan keberhasilan pendidikan anak usia dini. Sunari menjawab, optimalkan tumbuh kembang anak usia dini soal komitmen pada momen waktu diusia emas,  moment potensial sekaligus kritis,  dua sisi tersebut perlu kita kawal betul menekan kritis dan memanfatkan kesempatan potensialnya untuk optimalsasi tersebut.

Sebuah penelitian menyebutkan, pada saat usia antara 0-6 tahun, otak berkembang sangat cepat hingga 80 persen. Pada usia tersebut otak menerima dan menyerap berbagai macam informasi, tidak melihat baik dan buruk. Itulah masa-masa yang dimana perkembangan fisik, mental maupun spiritual anak akan mulai terbentuk. Karena itu, banyak yang menyebut masa tersebut sebagai masa-masa emas anak (Golden Age).

Nah, oleh karena itu, kita sebagai orangtua, para pendisik, dan para orang dewasa lainnya hendaknya memanfaatkan masa emas anak untuk memberikan pendidikan atimulasi fisik dan psikis, berikut pembentukan karakter yang baik bagi anak. “Sehingga anak bisa meraih keberhasilan dan kesuksesan dalam kehidupannya di masa mendatang,” pungkas Sunari. (*)

(bw/sgt/ics/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia